<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692</id><updated>2012-02-16T16:39:23.460-08:00</updated><title type='text'>awanpanggih_erudition</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-8972467728548819502</id><published>2009-06-09T05:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T06:48:24.408-07:00</updated><title type='text'>sejaranpemikiranekonomi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;NAMA : AWAN PANGGIH NUGROHO/08423015&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;TUGAS : JAWABAN UAS SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;DOSEN : IBU INDAH PILIYANTI, S. Ag, M.S.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;[a]. apa yang melandasi      pentingnya pendekatan matematika&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;dalam menyelesaikan masalah ekonomi?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Matematika      dalam kehidupan nyata {Leonard’s blog} dan KH Abdullah Zaky Al-Kaaf,Ekonomi      dalam prespektif Islam/2002.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sejak manusia mengenal hidup bergaul, tumbuhlah suatu masalah yang harus di pecahkan bersama-sama, yaitu bagaimana setiap manusia memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing? Namun lambat laun bukan kebutuhan seorang saja yang harus dipenuhi tetapi kebutuhan hidup bersama,kebutuhan masyarakat, negara dan akhirnya kebutuhan internasional yang meliputi manusia sedunia. Kebutuhan hidup manusia untuk memenuhi, menghasilkan, dan membagi-bagikan dinamakan ekonomi. Dan konsep-konsep matematika banyak diterapkan dalam memenuhi kabutuhan manusia yaitu menyelesaikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, dari situ jelas, bahwa jika kita ingin menyelesaikan masalah ekonomi kita harus mempelajari matematika karena Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lepas dari peranan matematika. Ketika ada sebuah penelitian untuk membuat sesuatu yang baru atau untuk mengembangkan suatu hal yang telah ada, maka matematika digunakan ketika melakukan penelitian. Mulai perumusan masalah, pengumpulan data dan fakta, penggambaran dan pengolahan data serta penganalisisan data sampai penarikan kesimpulannya. Ketika ada masalah belajar maka perlu adanya penyelesaian atau solusi. Kondisi seperti ini matematika digunakan melalui investigasi dan problem solving. Kedua hal tersebut merupakan jantungnya matematika untuk membantu seseorang meningkatkan kemampuan menemukan, menganalisis, dan membuktikan serta dapat membantu menyelesaiakan masalah yang berbeda-beda sesuai dengan situasinya. Dan hal-hal itu yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ekonomi dengan matematika yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir cepat dan dapat menyelesaikan masalah. Ada pepatah " Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia". Artinya matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri, dan mampu menyelesaikan masalah, sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide atau gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[b]. Contoh perkembangan penggunaan matematika dalam memecahkan persoalan ekonomi?[2 contoh] &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Matematika dalam kehidupan nyata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;{Leonard’s blog}.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;1/. Ada istilah "Di zaman komputer yang digunakan adalah otak bukan otot". Di lingkungan masyarakat pun secara tidak langsung orang sudah menggunakan matematika. Seperti ketika orang menghitung penghasilan, hasil panen, jumlah belanja, luas tanah, luas rumah, ongkos, hak waris, dan masih banyak yang lainnya. Jelas bahwa matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga apabila ada siswa yang mengatakan ingin menghindari matematika sebenarnya itu tidak dapat dilakukan. Karena mau tidak mau matematika digunakan dalam aktivitas sehari-harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;2/. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Matematika dapat digunakan untuk menyeleksi atau menyaring data yang ada. Seperti tes seleksi calon PNS, Polisi, TNI, pelajar, mahasaiswa atau karyawan menggunakan tes tulis dengan materi matematika (biasanya logika dan berhitung) untuk mengetahui kemampuan berpikir cepat dan dapat menyelesaikan masalah. Dalam bidang teknik matematika digunakan seperti teknik informatika atau komputer menggunakan konsep bilangan basis, teknik industri atau mesin matematika digunakan untuk menentukan ketelitian suatu alat ukur atau perkakas yang digunakan. Menurut Andrea J. O'Connor bahwa "Mathematic is used by engineers to solve a very wide range of problem, including design calculations for building, machines, electronic components or chemical plants". Dalam bidang ekonomi menggunakan konsep fungsi untuk memprediksikan produksi maupun penjualan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perbandingan antara sistem ekonomi islam dan sistem ekonomi kapitalis      dalam hal pencapaian kesejahteraan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Bahan      kuliah, Perbedaan mendasar ekonomi islam dengan ekonomi      konvensional/kapitalis oleh&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt; NUR KHOLIS, S.Ag, M.Sh.Ec&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;.s&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Ekonomi kapitalis membentuk rational economics man yaitu tindakan individu dianggap rasional jika tertumpu kepada kepentingan diri sendiri (self interest) yang menjadi satu-satunya tujuan bagi seluruh aktivitas. Ekonomi konvensional mengabaikan moral dan etika dalam pembelanjaan dan unsur waktu adalah terbatas hanya di dunia saja tanpa mengambilkira hari akhirat sedangkan ekonomi islam membentuk Islamic man (‘Ibadurrahman), (QS 25:63). Islamic man dianggap perilakunya rasional jika konsisten dengan prinsip-prinsip Islam yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang seimbang.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Ekonomi Islam menawarkan konsep rasionaliti secara lebih menyeluruh tentang tingkahlaku agen-agen ekonomi yang berlandaskan etika ke arah mencapai al-falah, bukan kesuksesan di dunia malah yang lebih penting lagi ialah kesuksesan di akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Tujuan utama ekonomi islam adalah pencapaian falah didunia dan akhirat, sedangkan ekonomi kapitalis semata-mata kesejateraan duniawi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam pencapaiaan kesejateraan islam lebih menekankan pada konsep need dari pada want supaya dapat membawa maslahah dan bukan madarat untuk kehidupan dunia dan akhirat begitu juga ekonomi islam namun itu sebaliknya yang terjadi dalam ekonomi kapitalis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam ekonomi kapitalis semua tindakan ekonominya diarahkan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal jika tidak demikian maka tidak rasional lain halnya dengan ekonomi islam dalam tindakan ekonominya tidak hanya ingin mencapai keuntungan semata tetapi &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt;juga mengharapkan keuntungan rohani dan&lt;i&gt; al-falah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sejarah munculnya neo liberalisme dan pokok-pokok pemikirannya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Apa itu      neoliberalisme oleh Postinus Gulo {wordpress.com}&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sejarahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Ada klaim bahwa munculnya neoliberalisme dilatar-belakangi oleh hancurnya “liberalisme” [salah satu faktornya]. Liberalisme dianggap gagal karena ternyata belum juga berhasil mengentaskan kemiskinan umat manusia. Seiring dengan hancurnya liberalisme, pada tahun 1973 terjadi krisis minyak: mayoritas negara penghasil minyak Timur Tengah (TT) melakukan embargo terhadap As dan sekutunya; serta melipat-gandakan harga minyak dunia. Hal ini dilakukan oleh TT sebagai bukti “reaksi” mereka terhadap AS yang mendukung Israel dalam perang Yom Kippur. Keputusan TT ini ditanggapi serius oleh para elit politik negara-negara sekutu AS dan mereka pun saling berselisih paham sehubungan dengan angka pertumbuhan ekonomi, beban bisnis, beban biaya-biaya sosial demokrat (biaya-biaya fasilitas negara untuk rakyatnya). Pada situasi inilah ide-ide libertarian sebagai wacana menjadi dominan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga ditingkat global di IMF dan World Bank (WB), dan WTO. Pada tahun 1975-80an, di AS, Robert Nozick mengeluarkan tulisan berjudul “Anarchy, State, and Utopia”, yang dengan cerdas menyatakan kembali posisi kaum ultra minimalis, ultra libertarian sebagai retorika dari lembaga pengkajian universitas, yang kemudian disebut dengan istilah: REAGANOMICS; dan di Inggris, Keith Joseph menjadi penggagas “Thatcherisme”. Reaganomics atau Reaganisme menyebarkan retorika kebebasan yang dikaitkan dengan pemikiran John Locke, sedangkan Thatcherisme dikaitkan dengan pemikiran liberal John S. Mill dan A. Smith. Walaupun Locke dan Mill serta Smith sedikit berbeda, tetapi kesimpulan akhirnya tetap bermuara pada: intervensi negara harus berkurang sehingga individu lebih bebas berusaha. Pemahaman inilah yang kemudian di sebut: NEOLIBERALISME. Paham ekonomi neoliberal ini, dikemudian hari dikembangkan oleh Milton Friedman. Menurut Milton Friedman, prinsip utama bisnis ekonomi adalah mencari keuntungan. Hanya dengan cara ini, suatu perusahaan akan bertahan dan bisa menghidupi para karyawannya serta CEO-nya. Tetapi, gagasan ini, kemudian banyak ditentang, karena bisnis tidak semata-mata hanya mencari keuntungan tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial: memelihara sumber daya alam dan juga memperhatikan lingkungan sosial bisnis, serta ikut andil mengentaskan pengangguran serta kemiskinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pokok-pokok pemikiran :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Menginginkan sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad ke-19.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kapitalisme abad ke-19 menghargai kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan pemerintah sangat sedikit dalam urusan kehidupan ekonomi. Yang menjadi penentu utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar bukan pemerintah. Gagasan ini barangkali masih dipengaruhi oleh gagasan John Locke (abad 18) yang mengatakan bahwa kaum liberal adalah orang-orang yang memiliki hak untuk hidup, merdeka, sejahtera, bebas bekerja, bebas mengambil kesempatan apapun, bebas mengambil keuntungan apapun. Pada zaman kapitalisme abad ke-19 ini, orang bebas diartikan sebagai seseorang yang memiliki hak-hak dan mampu menggunakannya dengan memperkecil campur tangan pihak lain (aturan pihak lain): kita berhak menjalankan kehidupan sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar bebas: pasar yang berkuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Untuk mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar bebas, kaum neoliberalisme selalu mengusung “kebebasan” dan tidak adanya hambatan buatan yang diterapkan pemerintah. Oleh karena itu, perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu pada penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau tanpa hambatan perdagangan lainnya (tanpa regulasi legal). Bentuk-bentuk hambatan perdagangan yang ditolak kaum neoliberalisme (dalam perdagangan bebas): bea cukai, kuota, subsidi yang dihasilkan dari pajak sebagai bantuan pemerintah untuk produsen lokal, peraturan administrasi dan peraturan anti-dumping. Menurut kaum neoliberalisme pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdagangan adalah produsen dan pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Menolak (mengurangi) campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Gagasan ini terfokus pada metode pasar bebas, pembatasan campur tangan pemerintah yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Memangkas anggaran publik untuk layanan sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kurangi anggaran sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih, karena semuanya itu adalah bantuan dari pemerintah (seandainya hal ini berkurang berarti peran pemerintah juga berkurang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Deregulasi : hambatan dan hukum perdagangan harus dihapus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Privatisasi : &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;aktivitas ekonomi harus dikelola oleh swasta (non-pemerintah)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;mengenyahkan konsep “the public good” : &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;mengurangi tanggung jawab bersama dan menggantikannya dengan “kewajiban individu”.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Menurut saya upaya yang seharusnya dilakukan agar materi sejarah      menjadi menarik dan menyenangkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Selain ceramah dan diskusi juga harus diselinggi dengan data-data contohnya video tentang materi [kalau ada supaya lebih menarik] atau dengan observasi jadi kelihatan lebih menantang bagi mahasiswa itu sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-8972467728548819502?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/8972467728548819502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=8972467728548819502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/8972467728548819502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/8972467728548819502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/06/pemikiran_09.html' title='sejaranpemikiranekonomi'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-7784521543813130575</id><published>2009-06-09T05:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T05:37:44.677-07:00</updated><title type='text'>sejarahpemikiranekonomi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;NAMA : AWAN PANGGIH NUGROHO/08423015&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;TUGAS : JAWABAN UAS SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;DOSEN : IBU INDAH PILIYANTI, S. Ag, M.S.I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;[a]. apa yang melandasi      pentingnya pendekatan matematika&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;dalam menyelesaikan masalah ekonomi?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Matematika      dalam kehidupan nyata {Leonard’s blog} dan KH Abdullah Zaky Al-Kaaf,Ekonomi      dalam prespektif Islam/2002.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sejak manusia mengenal hidup bergaul, tumbuhlah suatu masalah yang harus di pecahkan bersama-sama, yaitu bagaimana setiap manusia memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing? Namun lambat laun bukan kebutuhan seorang saja yang harus dipenuhi tetapi kebutuhan hidup bersama,kebutuhan masyarakat, negara dan akhirnya kebutuhan internasional yang meliputi manusia sedunia. Kebutuhan hidup manusia untuk memenuhi, menghasilkan, dan membagi-bagikan dinamakan ekonomi. Dan konsep-konsep matematika banyak diterapkan dalam memenuhi kabutuhan manusia yaitu menyelesaikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, dari situ jelas, bahwa jika kita ingin menyelesaikan masalah ekonomi kita harus mempelajari matematika karena Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lepas dari peranan matematika. Ketika ada sebuah penelitian untuk membuat sesuatu yang baru atau untuk mengembangkan suatu hal yang telah ada, maka matematika digunakan ketika melakukan penelitian. Mulai perumusan masalah, pengumpulan data dan fakta, penggambaran dan pengolahan data serta penganalisisan data sampai penarikan kesimpulannya. Ketika ada masalah belajar maka perlu adanya penyelesaian atau solusi. Kondisi seperti ini matematika digunakan melalui investigasi dan problem solving. Kedua hal tersebut merupakan jantungnya matematika untuk membantu seseorang meningkatkan kemampuan menemukan, menganalisis, dan membuktikan serta dapat membantu menyelesaiakan masalah yang berbeda-beda sesuai dengan situasinya. Dan hal-hal itu yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ekonomi dengan matematika yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir cepat dan dapat menyelesaikan masalah. Ada pepatah " Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia". Artinya matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri, dan mampu menyelesaikan masalah, sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide atau gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[b]. Contoh perkembangan penggunaan matematika dalam memecahkan persoalan ekonomi?[2 contoh] &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Matematika dalam kehidupan nyata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;{Leonard’s blog}.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;1/. Ada istilah "Di zaman komputer yang digunakan adalah otak bukan otot". Di lingkungan masyarakat pun secara tidak langsung orang sudah menggunakan matematika. Seperti ketika orang menghitung penghasilan, hasil panen, jumlah belanja, luas tanah, luas rumah, ongkos, hak waris, dan masih banyak yang lainnya. Jelas bahwa matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga apabila ada siswa yang mengatakan ingin menghindari matematika sebenarnya itu tidak dapat dilakukan. Karena mau tidak mau matematika digunakan dalam aktivitas sehari-harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;2/. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Matematika dapat digunakan untuk menyeleksi atau menyaring data yang ada. Seperti tes seleksi calon PNS, Polisi, TNI, pelajar, mahasaiswa atau karyawan menggunakan tes tulis dengan materi matematika (biasanya logika dan berhitung) untuk mengetahui kemampuan berpikir cepat dan dapat menyelesaikan masalah. Dalam bidang teknik matematika digunakan seperti teknik informatika atau komputer menggunakan konsep bilangan basis, teknik industri atau mesin matematika digunakan untuk menentukan ketelitian suatu alat ukur atau perkakas yang digunakan. Menurut Andrea J. O'Connor bahwa "Mathematic is used by engineers to solve a very wide range of problem, including design calculations for building, machines, electronic components or chemical plants". Dalam bidang ekonomi menggunakan konsep fungsi untuk memprediksikan produksi maupun penjualan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perbandingan antara sistem ekonomi islam dan sistem ekonomi kapitalis      dalam hal pencapaian kesejahteraan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Bahan      kuliah, Perbedaan mendasar ekonomi islam dengan ekonomi      konvensional/kapitalis oleh&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt; NUR KHOLIS, S.Ag, M.Sh.Ec&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;.s&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Ekonomi kapitalis membentuk rational economics man yaitu tindakan individu dianggap rasional jika tertumpu kepada kepentingan diri sendiri (self interest) yang menjadi satu-satunya tujuan bagi seluruh aktivitas. Ekonomi konvensional mengabaikan moral dan etika dalam pembelanjaan dan unsur waktu adalah terbatas hanya di dunia saja tanpa mengambilkira hari akhirat sedangkan ekonomi islam membentuk Islamic man (‘Ibadurrahman), (QS 25:63). Islamic man dianggap perilakunya rasional jika konsisten dengan prinsip-prinsip Islam yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang seimbang.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Ekonomi Islam menawarkan konsep rasionaliti secara lebih menyeluruh tentang tingkahlaku agen-agen ekonomi yang berlandaskan etika ke arah mencapai al-falah, bukan kesuksesan di dunia malah yang lebih penting lagi ialah kesuksesan di akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Tujuan utama ekonomi islam adalah pencapaian falah didunia dan akhirat, sedangkan ekonomi kapitalis semata-mata kesejateraan duniawi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam pencapaiaan kesejateraan islam lebih menekankan pada konsep need dari pada want supaya dapat membawa maslahah dan bukan madarat untuk kehidupan dunia dan akhirat begitu juga ekonomi islam namun itu sebaliknya yang terjadi dalam ekonomi kapitalis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam ekonomi kapitalis semua tindakan ekonominya diarahkan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal jika tidak demikian maka tidak rasional lain halnya dengan ekonomi islam dalam tindakan ekonominya tidak hanya ingin mencapai keuntungan semata tetapi &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt;juga mengharapkan keuntungan rohani dan&lt;i&gt; al-falah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sejarah munculnya neo liberalisme dan pokok-pokok pemikirannya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; &lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;Apa itu      neoliberalisme oleh Postinus Gulo {wordpress.com}&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sejarahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Ada klaim bahwa munculnya neoliberalisme dilatar-belakangi oleh hancurnya “liberalisme” [salah satu faktornya]. Liberalisme dianggap gagal karena ternyata belum juga berhasil mengentaskan kemiskinan umat manusia. Seiring dengan hancurnya liberalisme, pada tahun 1973 terjadi krisis minyak: mayoritas negara penghasil minyak Timur Tengah (TT) melakukan embargo terhadap As dan sekutunya; serta melipat-gandakan harga minyak dunia. Hal ini dilakukan oleh TT sebagai bukti “reaksi” mereka terhadap AS yang mendukung Israel dalam perang Yom Kippur. Keputusan TT ini ditanggapi serius oleh para elit politik negara-negara sekutu AS dan mereka pun saling berselisih paham sehubungan dengan angka pertumbuhan ekonomi, beban bisnis, beban biaya-biaya sosial demokrat (biaya-biaya fasilitas negara untuk rakyatnya). Pada situasi inilah ide-ide libertarian sebagai wacana menjadi dominan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga ditingkat global di IMF dan World Bank (WB), dan WTO. Pada tahun 1975-80an, di AS, Robert Nozick mengeluarkan tulisan berjudul “Anarchy, State, and Utopia”, yang dengan cerdas menyatakan kembali posisi kaum ultra minimalis, ultra libertarian sebagai retorika dari lembaga pengkajian universitas, yang kemudian disebut dengan istilah: REAGANOMICS; dan di Inggris, Keith Joseph menjadi penggagas “Thatcherisme”. Reaganomics atau Reaganisme menyebarkan retorika kebebasan yang dikaitkan dengan pemikiran John Locke, sedangkan Thatcherisme dikaitkan dengan pemikiran liberal John S. Mill dan A. Smith. Walaupun Locke dan Mill serta Smith sedikit berbeda, tetapi kesimpulan akhirnya tetap bermuara pada: intervensi negara harus berkurang sehingga individu lebih bebas berusaha. Pemahaman inilah yang kemudian di sebut: NEOLIBERALISME. Paham ekonomi neoliberal ini, dikemudian hari dikembangkan oleh Milton Friedman. Menurut Milton Friedman, prinsip utama bisnis ekonomi adalah mencari keuntungan. Hanya dengan cara ini, suatu perusahaan akan bertahan dan bisa menghidupi para karyawannya serta CEO-nya. Tetapi, gagasan ini, kemudian banyak ditentang, karena bisnis tidak semata-mata hanya mencari keuntungan tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial: memelihara sumber daya alam dan juga memperhatikan lingkungan sosial bisnis, serta ikut andil mengentaskan pengangguran serta kemiskinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pokok-pokok pemikiran :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Menginginkan sistem ekonomi yang sama dengan kapitalisme abad ke-19.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kapitalisme abad ke-19 menghargai kebebasan individu berjalan sepenuhnya dan campur tangan pemerintah sangat sedikit dalam urusan kehidupan ekonomi. Yang menjadi penentu utama dalam kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar bukan pemerintah. Gagasan ini barangkali masih dipengaruhi oleh gagasan John Locke (abad 18) yang mengatakan bahwa kaum liberal adalah orang-orang yang memiliki hak untuk hidup, merdeka, sejahtera, bebas bekerja, bebas mengambil kesempatan apapun, bebas mengambil keuntungan apapun. Pada zaman kapitalisme abad ke-19 ini, orang bebas diartikan sebagai seseorang yang memiliki hak-hak dan mampu menggunakannya dengan memperkecil campur tangan pihak lain (aturan pihak lain): kita berhak menjalankan kehidupan sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar bebas: pasar yang berkuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Untuk mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar bebas, kaum neoliberalisme selalu mengusung “kebebasan” dan tidak adanya hambatan buatan yang diterapkan pemerintah. Oleh karena itu, perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu pada penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau tanpa hambatan perdagangan lainnya (tanpa regulasi legal). Bentuk-bentuk hambatan perdagangan yang ditolak kaum neoliberalisme (dalam perdagangan bebas): bea cukai, kuota, subsidi yang dihasilkan dari pajak sebagai bantuan pemerintah untuk produsen lokal, peraturan administrasi dan peraturan anti-dumping. Menurut kaum neoliberalisme pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdagangan adalah produsen dan pemerintah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Menolak (mengurangi) campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Gagasan ini terfokus pada metode pasar bebas, pembatasan campur tangan pemerintah yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Memangkas anggaran publik untuk layanan sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kurangi anggaran sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih, karena semuanya itu adalah bantuan dari pemerintah (seandainya hal ini berkurang berarti peran pemerintah juga berkurang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Deregulasi : hambatan dan hukum perdagangan harus dihapus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Privatisasi : &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;aktivitas ekonomi harus dikelola oleh swasta (non-pemerintah)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;mengenyahkan konsep “the public good” : &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;mengurangi tanggung jawab bersama dan menggantikannya dengan “kewajiban individu”.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Menurut saya upaya yang seharusnya dilakukan agar materi sejarah      menjadi menarik dan menyenangkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Selain ceramah dan diskusi juga harus diselinggi dengan data-data contohnya video tentang materi [kalau ada supaya lebih menarik] atau dengan observasi jadi kelihatan lebih menantang bagi mahasiswa itu sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-7784521543813130575?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/7784521543813130575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=7784521543813130575&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/7784521543813130575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/7784521543813130575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/06/sejarahpemikiranekonomi.html' title='sejarahpemikiranekonomi'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-4263465419509317165</id><published>2009-06-07T21:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T06:47:00.783-07:00</updated><title type='text'>pemikirandanperadabanislam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Masa khulafaur rasyidin ini adalah masa kepemerintahan setelah rasulullah wafat yang kurang lebih dari tiga puluh tahun. Pada masa ini adalah masa yang sangat istimewa karena selain khalifah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pilihan, juga karena mereka mengikuti manhaj rasulullah secara sempurna sesuai dengan jalan yanga allah ridhai untuk hamba-hambanya. Dengan demikian masa ini adalah masa dimana sebagai gambaran paling tepat bagi pelaksanaan hukum islam dan pemerintahan secara islami. Tentu saja gambaran masa pemerintahan mereka itu wajib dijadikan sebagai contoh teladan bagi setiap penguasa yang menginginkan kabahagiaan di dunia dan di akhirat. Dan juga bagi penguasa yang menginginkan kebahagiaan untuk rakyatnya. Pada masa itu yaitu masa peradaban islam mencapai puncak yang sebenarnya, yaitu adalah peradaban manusia yang berakar pada akidah yang berusaha untuk melahirkan manusia-manusia yang bahagia. Pada masa itu manusia telah memperoleh kebahagiaan yang sempurnya. Mereka mendapat perlakuan yang adil, persamaan, keamanan, rasa tentram, dan memperoleh segala kebutuhan asasi mereka. Tapi pada masa akhir pemerintahan mereka, muncullah fitnah yang menimpa kaum muslimin. Fitnah ini telah memecah mereka kepada beberapa kelompok dan sekte yang hingga sekarang terus berlangsung. Dan pada makalah ini pemakalah akan mencoba membahas tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Khulafaur al- Rasyidin yakni pada masa Abu Bakar As-siddiq dan Umar Bin Khattab. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Abu Bakar As-siddiq [11-13H/632-634]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Abu Bakar lahir pada tahun 573 M dari sebuah keluarga terhormat di Makkah. Abu Bakar adalah nama gelar sedang nama aslinya Abdullah ibn Abu Kuhafah, lalu ia mendapat gelar As-shiddiq setelah masuk agama islam. Semenjak kanak-kanak, ia adalah sosok pribadi yang terkenal jujur, tulus, penyayang, dan suka beramal, sehingga masyarakat Makkah menaruh hormat kepadanya. Ia selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk menolong fakir miskin.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dimasa jahiliyah, Abu Bakar terkenal seorang pedagang besar. Sesudah memeluk islam, ditumpahkannyalah seluruh perhatiannya untuk mengabdi dan menyiarkan islam. Perhatiannya kepada perniagaan menjadi sangat sedikit, kecuali sekedar untuk menutupi keperluaan hidup keluarganya sehari-hari.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Abu Bakar adalah shabat yang terpercaya dan dikagumi oleh oleh nabi. Ia pemuda yang pertama kali menerima seruan tanpa banyak pertimbangan. Seluruh kehidupannya dicurahkan untuk perjuangan suci membela dakwah Nabi Muhammad SAW, sehingga ia lebih dicintai oleh Nabi dari pada sahabat yang lainnya. Demikian juga Nabi sangat menyayanginya sehingga Nabi menunjuknya sebagai imam shalat penganti Nabi saat Nabi sakit. Ketika Nabi berhirjah ke Madinah, ia menyertainya, dan selalu aktif dalam perjuangan selama di Madinah. Ketika Nabi memerlukan dana untuk membangan masjid di Madinah dan untuk ekspedisi ke Tabuk, Abu Bakar menyumbangkan seluruh harta kekayaannya untuk bekal pasukan islam. Ia turut hampir seluruh peperangan dan turut pula dalam pernjanjian Hudaibiah. Kedekatan Abu Bakar dengan Nabi dalam perjuangan islam ibarat Nabi dengan bayangannya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Selain Abu Bakar terlibat dalam semua peristiwa yang dialami rasulullah. Dia adalah orang yang tidak lari dan tetap ajeg ketika banyak pasukan melarikan diri pada saat perang Hunain. Abu Bakar dikenal sebagai salah seorang pemberani yang selalu gagah di medan perang. Dan dia tidak akan bergeser dari sisi rasulullah dan selalu membela dan membentenginya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dan banyak dari kalangan sahabat yang masuk islam melaluinya. Diantaranya adalah Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, dan Abdur Rahman bin Auf. Dia juga telah membeli dan membebaskan sejumlah budak yang mendapat siksaan yang keras dari tuannya antara lain Bilal bin Rabbah, Amir bin Fuhairah, dan yang lainnya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Rasulullah mengutusnya sebagai ketua rombongan haji pada tahun 9 hijriyah/630 M. Tatkala Rasulullah ditimpa sakit menjelang wafatnya, beliau bersabda,” suruhlah Abu Bakar untuk menjadi imam shalat.”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Setelah rasulullah meninggal, orang-orang Anshar merasa bahwa mereka membutuhkan pemimpin yang akan mengatur masalah-masalah dan urusan-urusan mereka di Madinah. Sebab jika tidak maka Madinah berada dalam ancaman. Dan mereka mengira kaum Muhajirin akan kembali ke Mekkah setelah wafatnya rasul, maka mereka segera berkumpul di Saqifah Bani Saidah dan melakukan musyawarah diantara mereka untuk memilih khalifah dan mereka sepakat memilih Sa’ad bin Ubadah. Kemudian mereka melantiknya. Namun kaum Muhajirin mengetahui apa yang dilakukan oleh kaum Anshar. Maka, Abu Bakar, Umar, dan Zubair datang menemui mereka. Dan kemudian Abu Bakar berpidato yang antara lain berbunyi, “ sesungguhnya orang-orang arab tidak mengakui kekuasaan ini kecuali untuk orang-orang Quraisy.” Umar juga menyetujui apa yang dikatakan oleh Abu Bakar. Diusulkan agar pucuk kekuasaan dilakukan secara bergilir. Pertama kali dipegang oleh seorang Muhajirin lalu digantikan oleh kaum Anshar. Demikian selanjutnya. Namun, usulan ini ditolak tegas. Kemudian sebagian kaum Anshar mengusulkan agar dikalangan Muhajirin ada seorang pemimpin dan dikalangan Anshar ada seorang pemimpin. Namun, pendapat ini ditolak. Setalah kaum Anshar tahu bahwa kaum Muhajirin akan tetap diam di Madinah dan tidak akan pernah meninggalkannya, maka mereka menerima dengan lapang dada bahwa kaum Muhajirin memang lebih berhak untuk mengendalikan kekuasaan ini. Semuanya sepakat. Maka, Umar maju dan membaiat Abu Bakar yang kemudian dibaiat oleh semua yang hadir di Saqifah. Pada hari kedua, semua penduduk membaiatnya secara umum. Kemudian Abu Bakar menyatakan pidatonya. Diantara yang dia katakan adalah, “Taatlah kalian kepadaku sepanjang aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya ditengah kalian. Jika aku bermaksiat, maka tidak wajib kalian taat kepadaku.”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Setelah diresmikan menjadi khalifah Abu Bakar menghadapi berbagai permasalahan antara lain :&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Munculnya nabi palsu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Timbulnya gerakan kaum munafik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Timbulnya gerakan penentang kewajiban zakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 21pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Masa pemerintahaannya sangatlah singkat, hanya berkisar 2 tahun 3 bulan. Namun, walaupun berjangka pendek masa pemerintahaannya penuh dengan perbuatan-perbuatan dan aksi-aksi yang agung. Antara lain : &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pemberantasan pasukan Usamah bin Zaid sesuai dengan pesan rasulullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perang melawan orang-orang murtad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perang Yamamah [11 H/632M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan Islam di wilayah timur[persia] dan barat[romawi].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Permulaan perang Yarmuk [13H/634M].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penghimpunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Al-Qur’an [12/633M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 39pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Umar Bin Khattab [13-24 H/634-644 M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Umar lahir pada 513 M pada sebuah keluarga suku Quraisy. Ia semula dipanggil dengan gelar Abu Hafs, dan setelah memeluk islam ia menerima gelar al-Faruq. Pada masa mudanya, Umar adalah seorang pegulat dan orator yang ulung. Ia merupakan salah satu sahabat yang mengenal baca tulis. Berdagang merupakan usahanya yang paling utama.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dia dikenal sebagai sosok yang keras hati dan kasar serta sosok pemberani. Selain itu, sebelum masuk islam, dia juga dikenal sebagai orang yang sangat memusuhi islam dan banyak menyiksa kaum mukminin.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Atas hasutan Abu Sufyan , ia bermaksud membunuh Nabi Muhammad dengan sebilah pedang yang terhunus ditangannya. Namun ketika dalam perjalanan ia mendengar berita dari &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;seseorang yang bernama Naim bin Abdullah&lt;span style="" lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; bahwa adik perempuannya telah masuk islam bersama suaminya. Tatkala sampai kerumah adiknya, dia mendengar sebuah tilawah dari dalam rumah. Ditempat itu ada Khabbab ibnul-Art sedang membaca surat Thaahaa. Maka, Umar pun masuk dan memukul Said bin Zaid. Melihat perbuatan Umar ini Fatimah yang sekaligus adik Umar bangkit membela suaminya. Namun, Umar menamparnya dengan sangat keras. Maka, mengalirlah darah dari pipi Fatimah. Melihat darah yang mengalir dari pipi adiknya ia pun terenyuhlah hatinya. Dia pun meminta pada Fatimah lembaran yang didalamnya terdapat ayat-ayat Allah. Namun, Fatimah menolaknya kecuali Umar harus mandi lebih dahulu. Umar pun segera mandi. Kemudian dia membaca isi lembaran itu seraya berkata “Alangkah indahnya kata-kata ini!!.” Berkatalah Khabbab “saya berharap engkau menjadi salah satu seorang yang diberi keistimewaan oleh Allah dengan doa Nabi-Nya. Karena sesungguhnya saya mendengar Rasulullah berdoa,”Ya Allah, kuatkanlah islam dengan salah satu dari dua Umar. Umar bin Hisyam [Abu Jahal] atau Umar ibnul-Khattab.” Maka berkatalah Umar,”Tunjukkan saya ke tempat Muhammaad.” Khabbab segera pergi bersamanya. Saat itu rasulullah sedang ditemani oleh beberapa sahabatnya. Saat bertemu Rasulullah, Umar masuk islam dan rasulullah sangat gembira dengan masuknya Umar. Abdullah bin Mas’ud berkata “Sesungguhnya masuk islamnya Umar adalah sebuah penaklukan, hijrahnya adalah sebuah kemenangan, dan pemerintahannya adalah rahmat. Sebelum masuknya Umar, kami tidak berani malakukan shalat di Ka’bah. Tatkala dia masuk islam, dia dengan keras melawan orang-orang Quraisy hingga kami bisa melakukan shalat di Ka’bah. Kami melakukan shalat dengannya. Rasulullah menamakannya dengan al-Farug karena tidak seorang Quraisy pun berani melakukan perlakuan jahat padanya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Tatkala Abu Bakar merasa bahwa kematiannya telah dekat dan sakitnya semakin parah, dia ingin untuk memberikan khilafahannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada seseorang sehingga diharapkan manusia tidak banyak terlibat konflik. Maka, jatuhlah pilihannya kepada Umar ibnul-Khattab. Dia meminta pertimbangan sahabat-sahabat senior. Mereka semua mendukung pilihan Abu Bakar. Maka, dia pun menulis wasiat untuk itu, lalu dia membaiat Umar beberapa hari setelah itu Abu Bakar meninggal pada bulan Jumadil Akhir tahun 13H/634M.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan-penaklukan di masa pemerintahannya antara lain : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 57pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kawasan sebelah barat [negri-negri syam]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perang Yarmuk [14H/635M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan damaskus dan kota lainnya di Syam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pembukaan Baitul Maqdis [15H/634M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan wilayah pantai Syam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan mesir [20H/640M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan Libya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 57pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kawasan timur [persia]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perang Namariq [13H/634M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perang Jisr [ Sya’ban 13H/634M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perang Buwaib [Ramadhan 13H.634M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perang Qadhisiyh Kubra [14H/635M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan ibukota persia dan akhir kekaisaran Persia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan Madaian [Shaffar 16H/637M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan Jalawla’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan Ashthahar [17H/638M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan Nahawand: penaklukan dari penaklukan yang sebenarnya [21H/641M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 93pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penaklukan keberbagai wilayah Persia oleh pasukan Islam [22-23H/642-643M]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Umar menjadi negarawan yang sukses dibuktikan dengan :&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perluasan wilayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membentuk jawatan-jawatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Mendirikan Baitul al-Mal dengan lembaga pajak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membuat mata uang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membentuk pasukan penjaga batas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Mengatur perjalanan pos&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;7)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membuat kalender Hijriyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;8)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membuat badan pengawas pasar, timbangan, susila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;9)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membentuk petugas kebersihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;10)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membuat sistem penggajian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;11)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Membuat lembaga, tempat, peraturan peradilan [Risalatul Qada’]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Wafatnya Umar akibat tusukan yang dialaminya pada saat sedang melakukan shalat. Tusukan itu dilakukan oleh Abu Lu’luah al-Majusi, seorang mantan budak persia. Khalifah Umar ditusuk dengan belati beracun. Sebelum meninggal dia memilih enam sahabatnya yang mendapat kabar gembira dari Rasulullah bahwa mereka akan masuk surga. Mereka adalah Utsman bin Affan, Ali, Thalhah, Zubair, Abdur Rahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Umar berwasiat kepada enam orang ini untuk memilih salah seorang diantara mereka untuk menjadi khalifah. Umar wafat pada bulan Dzulhijah 23H/643M dan memerintah selama sepuluh tahun lamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Analisis/Komentar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Begitu hebatnya masa khalifah dahulu yang seharusnya menjadi contoh panutan bagi kita terutama para pemimpin yang notabenenya diamanahi oleh Allah. Maka kalau kita ingin maju menjadi bangsa yang sukses jangan lupa belajar dari sejarah sebagai acuan/kaca perbandingan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dari beberapa penjelasan diatas dijelaskan bahwa hakikat seorang pemimpin adalah mensejahterakan rakyatnya bukan semata-mata mensejahterakan dirinya sendiri dan itulah kenyataan yang ada dihadapan kita yang mana kebanyakan orang ingin menjadi pemimpin itu bukan karena hati tapi karena profesi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Referensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Prof&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;. K. Ali, [1987].&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Sejarah Islam [tarikh pramodern],&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,Cet II.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Team Penyusun TextBook Sejarah Dan Kebudayaan Islam Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, [1982].&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Sejarah dan Kebudayaan Islam, Ujungpandang: Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama IAIN “ALAUDDIN.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Ahmad Al-Usairy, [2004]. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Sejarah Islam sejak zaman nabi adam hingga abad xx&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Jakarta: Akbar media eka sarana, Cet III.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Hand out mata kuliah Pemikiran dan Peradaban Islam oleh Drs. H. M. Sularno, M.Ag.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Prof. K. Ali, Sejarah Islam [tarikh pramodern] [ Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997], hlm 89.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Team Penyusun TextBook Sejarah Dan Kebudayaan Islam Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, Sejarah dan Kebudayaan Islam [Ujungpandang: Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama IAIN “ALAUDDIN”, 1982], hlm 50.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Op. Cit Prof. K. Ali, hlm 89-90.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Ahmad Al-Usairy, Sejarah Islam sejak zaman nabi adam hingga abad xx [ Jakarta: Akbar media eka sarana, 2004], hlm 143.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Ibid 143-144.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Lop.cit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Lop.cit 144-145.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Op. Cit Prof. K. Ali 92.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Op.cit, Ahmad al-Usairy 145-150.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Op. Cit Prof. K. Ali 101-102.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Op.cit, Ahmad al-Usairy 152.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Ibid 153.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Ibid 150.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4263465419509317165#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Hand out mata kuliah Pemikiran dan Peradaban Islam oleh Drs. H. M. Sularno, M.Ag.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-4263465419509317165?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/4263465419509317165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=4263465419509317165&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4263465419509317165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4263465419509317165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/06/pemikiran.html' title='pemikirandanperadabanislam'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-4551918031071093390</id><published>2009-05-24T23:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T06:29:06.690-07:00</updated><title type='text'>reksadana</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;1. PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Anda tentu belum lupa perihal bumbu penyedap masakan bermerek Ajinomoto yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan, karena ternyata dikategorikan tidak halal.Tentu saja, bagi penduduk negara kita yang mayoritas beragama Islam, halal versus haram selalu menjadi hal yang sangat sensitif dalam setiap sisi kehidupan bermasyarakat. Tak terkecuali dalam kehidupan berinvestasi, munculnya bank-bank dan lembaga keuangan dengan prinsip Islam memperlihatkan kepedulian dari investor muslim untuk menjalankan syariah Islam dalam berinvestasi, oleh karena itu muncullah reksadana syari’ah atau istilah kerennya disebut Islamic Investment Fund. Yang berfungsi sebagai jembatan berinvestasi dan menginginkan perolehan keuntungan yang bisa dipertanggungjawabkan secara Islami. Pada dasarnya, reksadana syariah sama dengan reksadana konvensional, yang bertujuan mengumpulkan dana dari masyarakat, yang selanjutnya dikelola oleh manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen-instrumen di pasar modal dan pasar uang. Instrumen itu seperti halnya saham, obligasi, deposito, sertifikat deposito, valuta asing dan surat utang jangka pendek (commercial paper). Reksadana Syariah ini termasuk dalam kategori reksadana terbuka (kontrak investasi kolektif).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Tapi &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="SV" &gt;yang membedakan reksadana syariah dan reksadana konvensional? Reksadana syariah memiliki kebijakan investasi yang berbasis pada prinsip-prinsip Islam. Instrumen investasi yang dipilih dalam portofolionya haruslah yang dikategorikan halal. Dikatakan halal, jika pihak yang menerbitkan instrumen investasi tersebut tidak melakukan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, tidak melakukan riba atau membungakan uang&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt; dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;2. SEJARAH REKSADANA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Rekasadana mulai dikenal itu sejak abad ke-19. Cikal bakal industri ini bisa dirunut pada tahun 1870, ketika Robert Fleming, seorang tenaga pembukuan pabrik tekstil dari skotlandia, dikirim ke Amerika untuk mengelola investasi milik bosnya. Di Amerika ia melihat peluang investasi baru. Ketika pulang ke negrinya, Robert Fleming menceritakan temuannya tersebut kebeberapa temannya. Ia berniat untuk memanfaatkan peluang tersebut, tetapi ia tidak mempunyai cukup modal. Dari situ terdorong dihatinya untuk mengumpulkan uang dari teman-temannya dan kemudian membentuk the Scottish American Investment Trust, perusahaan manajemen investasi pertama di Inggris, pada 1873. Perusahaan ini mirip dengan apa yang sekarang dikenal dengan reksadana tertutup [closed-end fund].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Reksadana bukanlah hal yang baru, jenis investasi ini sudah ada sejak tahun 1920an, mesti populasinya baru meningkat 25 tahun belakangan ini. Di America reksadana dikenal sebagai mutual fund. Di Inggris disebut Unit trust, sedangkan di Jepang disebut investment trust. Sebanyak 80 juta orang di AS atau 1 dari 3 orang disana diperkirakan berinvestasi direksadana, dengan total investasi mencapai US$ 6 triliun. Reksadana diperkenalkan pertama kali itu pada tahun 1995 oleh National Commercial Bank [NCB] di Saudi Arabia dengan nama Global Trade Equity dengan kapasitas sebesar US$ 150 juta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sedangkan di Indonesia sendiri, instrumen reksadana &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mulai dikenal pada tahun 1995, yakni dengan diluncurkannya PT BDNI Reksadana yang sifatnya adalah reksadana tertutup miring the Scottish American Investment Trust. Seiring dengan hadirnya UU Pasar Modal pada tahun 1996, mulailah reksadana tumbuh secara aktif. Reksadana yang tumbuh dan berkembang pesat adalah reksadana terbuka, misal jika tahun 1995 tumbuh 1 reksadana dengan dana yang dikelola sebesar Rp 356 miliar, maka pada tahun 1996 tercatat 25 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;reksadana. Dari jumlah ini, 24 reksadana diantaranya merupakan reksadana terbuka atau reksadana yang berupa KIK [kontrak investasi kolektif] &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan total dana yang dikelola sebesar Rp 5,02 miliar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Hadirnya Bank Muamalat, Asuransi Takaful &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan tumbuhnya lembaga keuangan syari’ah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menimbulkan sikap optimis meningkatnya gairah investasi yang berbasis pada investor muslim. Bapepam [badan pengawas pasar modal] mulai melakukan insiatif untuk mewadahi investor muslim, maka mulai tahun 1997 dihadirkan reksadana syari’ah dengan produknya yang bernama danareksa syari’ah. Kemudian pada tahun 2000 dihadirkan kembali produk baru dengan nama danareksa syari’ah berimbang. Sistem danareksa syari’ah ini belum menjadi bagian terpisah sistem reksadana yang ada selama ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;3. PENGERTIAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang pasar modal, yang dimaksud dengan reksadana disebut juga Investment fund atau mutual funds adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4551918031071093390#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; oleh manager investasi&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4551918031071093390#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dari definisi tersebut, terdapat tiga unsur penting dalam reksadana yaitu adanya kumpulan dana masyarakat atau pool of funds, investasi dalam bentuk portofolio efek dan manager investasi sebagai pengelola dana. Dana yang dikelola oleh manager investasi adalah dana milik investor. Dalam hal ini manager investasi sebagai pihak yang dipercayakan untuk mengelola dana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Reksadana itu berasal dari kata “reksa” yang berarti jaga atau pelihara dan kata “dana” berarti uang. Sehingga reksadana dapat diartikan sebagai kumpulan uang yang terpelihara. Reksadana pada umumnya diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek [saham, obligasi, valuta asing atau deposito] oleh manager investasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Sedangkan rekasadana syari’ah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengandung pengertian sebagai reksadana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syariat islam. Reksadana syari’ah, misalnya tidak menginvestasikan pada saham-saham atau obligasi dari perusahaan yang pengeloaan atau produknya bertentangan dengan syariat islam. Seperti pabrik makanan/minuman yang mengandung alkohol, daging babi, rokok dan tembakau, jasa keuangan konvensional, pertahanan dan persenjataan serta bisnis hiburan yang berbau maksiat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Fatwa DSN [dewan syari’ah nasional] MUI No. 20/DSN/MUI/IX/2000 mendefinisikan reksadana syariah sebagai reksadana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip-prinsip syari’ah islam, baik dalam bentuk akad antar pemodal sebagai pemilik harta [shahib al-mal/rabb al-mal] dengan manager investasi sebagai wakil shahib al-mal, maupun antara manajer investasi dengan wakil shahib al-mal dengan pengguna investasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa mekanisme operasioanl reksadana terbagi menjadi dua macan yaitu : satu, sistem wakalah yang terjadi antara pemodal dengan manajer investasi. Dua, sistem mudharabah yang terjadi antara manajer investasi dengan pengguna investasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;4. KETENTUAN DAN &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PRINSIP DALAM REKSADANA SYARI’AH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dasar hukum reksadana syari’ah adalah reksadana terbuka berbentuk kontrak investasi kolektif yang dituangkan dalam akta notaris, antara perusahaan investment management sebagai manajer investasi dan bank umum yang ditunjuk menyatakan kesanggupan menjadi sebagai bank kustodian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Bank kustodian adalah bank umum yang telah memperoleh persetujuan sebagai bank kustodian berdasarkan surat keputusan ketua BAPEPAM nomor KEP-71/PM/1991 tanggal 22 Agustus 1991, yang berwenang dan bertanggung jawab dalam menyimpan, menjaga, dan mengadministrasikan kekayaan, baik dalam pencataan serta pembayaran/penjualan kembali suatu reksadana berdasarkan kontrak yang dibuat dengan manajer investasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Tujuan dan kebijakan investasi reksadana syari’ah bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang dan memperoleh pendapatan yang berkelanjutan kepada pemodal yang hendak mengikuti syari’ah islam. Kekayaan reksadana syari’ah akan diinvestasikan minimum 25% hingga maksimum 75% dalam efek bersifat ekuitas; minimum 25% hingga maksimum 75% dalam efek bersifat utang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan instrumen pasar uang dengan mengikuti syari’ah islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Risiko utama investasi pada reksadana syari’ah adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -13.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan yang dipengaruhi oleh &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;turunnya harga dari efek [saham dan surat berharga lainnya] yang masuk dalam portofolio reksadana tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Risiko liquiditas dari suatu reksadana terbuka menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh manajer investasi jika sebgain besar pemegang unit melakukan penjualan kembali [redeption] atas unit-unit yang dipegangnya. Manajer investasi kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redeption tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Risiko Kredit/ wan prestasi dimana risiko ini timbul ketika perusahaan asuransi yang mnegasuransikan kekayaan reksadana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang diinginkan, seperti wanprestasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari pihak-pihak yang terkait dengan reksadana, pialang bank kustodian, agen pembayarab atau bencana alam yang dapat menurunkan NAB [Nilai Aktiva Bersih] reksadana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 31.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Manfaat dan keuntungan reksadana : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam efek, sehingga dapat memperkecil risiko.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Reksadana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal.menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pekerjaan yang mudah, namun memerlukan keahlian tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Efisiensi waktu, dengan melakukan investasi pada reksadana dimana dana tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikelola oleh m.anajer investasi proffesional maka pemodal tidak perlu memantau kinerja investasinya hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 13.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;6. Kendala pengembangan reksadana : &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Reksadana relatif dikenal pada kalangan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masyarakat tertentu terutama pada investor yang akan menanamkan modalnya dan mayarakat yang mempunyai kepentingan terhadap keberadaan reksadana syari’ah, seperti pelaku bisnis, praktisi dam akademisi di bidang ekonomi syari’ah. Sehingga reksadana syari’ah relatif kurang dikenal oleh masyarakat umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dualisme sistem pasar modal yang menawarkan reksadana konvensional, juga reksadana syari’ah, kurang memberikan dukungan bagi tumbuhnya reksadana syari’ah dari aspek ekonomi. Karena masyarakat lebih memilih reksadana yang lebih berpengalaman dalam sistem pasar modal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Untuk meningkatkan tumbuhnya reksadana perlu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dukungan pengisaha, pelaku reksadana syari’ah sekaligus akademisi guna mendukung sinergi bagi peningkatan perkembangan reksadana syari’ah diberbagai sektor ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 13.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;7. Strategi pengembangan reksadana syari’ah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Memperbanyak jenis reksadana syari’ah guna memperbanyak alternatif bagi masyarakat untuk menyimpan dananya direksadana syari’ah. Sekaligus ini sebagai upaya mendorong bagi tersosialisasinya “amar ma’ruf” dibidang bisnis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Selama ini perkembang reksadana syari’ah dipengaruhi oleh faktor permintaan pasar dibandingkan karena faktor ‘idealisme’. Oleh karena itu perlu usaha untuk mensosialisasikan idealisme reksadana syari’ah supaya masyarakat bisa memahami urgensi keberadaan reksadana syari’ah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Perlunya sinergi dari pemerintah, Bapepam, pengusaha, praktisi, akademisi dan ulama dalam mendorong terbangunnya sistem bisnis syari’ah terutama di pasar modal guna mengakomodir eksistensi reksadana syari’ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 13.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;8. Pembubaran dan likuidasi reksadana syariah dapat dibubarkan apa bila terjadi salah satu atau bebepara hal-hal sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Manajer investasi tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajiban serta ketentuan sebagaimana tercantum dalam peraturan Bapepam nomor IV. B. 1 tentang pedoman pengelolaan reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif atau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;sApabila 2 tahun sesudah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ditawarka kepada masyarakat, nilai aktiva bersih reksadana syariah dibawah Rp 25.000.000.000,-[dua puluh lima milyar rupiah] selama 60 tahun hari bursa berturut-turut, dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Bapepam, atau manajer investasi dan taua bank kostudian mengundurkan diri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan dalam waktu 60 hari tidak diperoleh penggantinya, setelah mendapatkan persetujuan Bapepam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Pembubaran reksadana syari’ah tidak akan mengakibatkan bubarnya reksadana lain yang dikelola oleh manajer investasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 13.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;9. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karakteristik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;reksadana syari’ah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Batasan investasi reksadana syari’ah tidak akan memebeli saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang jenis dan ruang lingkup kegiatan usahanya tidak sesuai dengan prinsip syari’ah islam, yaitu perusahaan yang memproduksi, memekai atau memberikan jasa-jasa yang tidak sesuai dengan syari’ah islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Keberadaan DPS dan DSN. Dewan Pengawas Syari’ah bertugas memberikan arahan kegiatan manajer investasi agar senantiasasesuai dengan syari’ah islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Tata cara investasi, investasi dalam reksadana syari’ah dilakukan dengan menghindari gharar [resiko yang tidak wajar] dan maysir [bersifat judi].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penyisihan pendapatan, pendapatan yang tidak sesuai syari’ah islam harus disisihkan dan akan dikeluarkan dari hasil investasi reksadana syariah dalam bentuk sadaqoh. Penyaluran shadaqoh ini akan diaudit dan dilaporkan dalam laporan keuangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Penyaluran zakat maal. Manajer investasi menawarkan jasa untuk memotong dan menyalurkan zakat maal para pemodal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 13.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;10. Kebijakan pembagian uang tunai reksadana syari’ah akan melakukan pembagian gasil investasi kepada pemegang unit penyertaan setidak-tidaknya 1 [satu] kali dalam setahun dengan tetap memperhatikan kondisi kinerja reksadana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 13.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;11. Perbedaan reksadana syari’ah dengan reksadana konvensional : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kelembagaan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam syari’ah islam belum dikenal lembaga badan hukum seperti sekarang. Tapi lembaga badan hukum ini sebenarnya mencerminkan kepemilikan saham dari perusahaan yang secara syari’ah diakui. Namun dalam hal reksadana syari’ah, keputusan tertinggi dalam hal ke-absahan produk adalah Dewan Pengawas Syari’ah yang beranggotakan beberapa alim ulama dan ahli ekonomi syari’ah yang direkomendasikan oleh Dewan Syari’ah Nasional dan MUI, dengan begitu proses didalam akan terus diikuti perkembangannya agar tidak keluar dari jalur syari’ah yang menjadi prinsip investasinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Hubungan investor dengan perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Akad antara investor dengan lembaga hendaknya dilakukan dengan sistem mudharabah. Secara teknis mudharabah adalah akad kerja sama antara dua pihak dimana pihak pertama menyediakan seluruh [100%] modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung pemilik modal selama kerugian tersebut bukan akibat kelalaian dipengelola. Seandainya kerugian disebabkan oleh pengelola maka ia harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Dalam hal transaksi jual beli, saham-saham dalam reksadana syari’ah dapat diperjualbelikan. Saham-saham dalam reksadana syari’ah merupakan harta yang di bolehkan untuk diperjualbelikan dalam syari’ah. Tidak adanya unsur penipuan dalam transaksi saham karena nilai saham jelas. Harga saham terbentuk karena adanya hukum supply dan demand. Semua &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;saham yang dikeluarkan reksadana tercatat dalam administrasi yang rapi dan penyebutan harga harus dilakukan dengan jelas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Kegiatan investasi reksadana &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam transaksi reksadana syari’ah dapat melakukan apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan syariah. Diantara investasi tidak hala yang tidak boleh dilakukan investasi adalah dalam bidang perjudian, pelacuran, pornografi, makanan dan minuman yang diharamkan, lembaga keuang ribawi dan lain-lain yang ditentukan oelh DPS. Dalam kaitannya dengan saham-saham yang diperjual belikan di bursa saham, BEJ sudah mengeluarkan daftar perusahaan yag tercantum dalam bursa yang sesuai dengan syari’ah islam atau saham-saham yang tercatat di Jakarta Islamic Index [JII]. Dimana saham-saham yang tercantum didalam indeks ini sudah ditentukan oleh Dewan Syari’ah Nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;5. KEGIATAN INVESTASI REKSADANA SYARI’AH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam melakukan kegiatan investasi. Reksadana syari’ah dapat melakukan apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan syari’ah. Diantara investasi tidak halal yang tidak boleh dilakukan adalah dalam bidang perjudian, pelacuran, pornografi, makanan dan minuman yang haram, lembaga keuangan ribawi dll yang lain ditentukan oleh DPS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Akad yang dilakukan oleh reksadana syariah dengan emiten dapat dilakukan melalui : mudharabah [Qiradh] musyarakah, reksadana syari’ah yang dalam hal ini bertindak selaku mudharib dalam kaitannya dengan investor dapat melakukan akad mudharabah [Qiradh] musyarakah. Dr Wahbah Az Zuhaily menjelaskan : “Mazhab hanafi mengatakan : mudharib tidak boleh mengadakan mudharabah dengan orang lain kecuali pemilik harta memberikan mandat. Sedangkan mazhab selain hanafi seperti para ulama maliki mengatakan : ‘Amil [mudarib] akan menganggung resiko apabila odal qiradh yang diterimanya dari pemberi modal diserahkan lagi kepada pihak ketiga untuk dikembangkan dengan akad qiradh juga, apabila pemilik modal tidak mengizinkannya. [Al Fiqhul Islamy wa Adillatuh juz IV hal: 858 &amp;amp; 860 ]. “jika pemilik harta [modal] menyetujui/mengizinkan kepada amil [mudarib] untuk memberikan harta [modal]nya kepada orang lain dengan akad mudharabah, hukumnya noleh, demikian desebutkan oleh Ahmad bin Hambal. Dan kami tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengetahui pendapat lain dalam masalah tersebut “ [Al-Mughni juz V, hal : 858 &amp;amp; 860]. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Berkata Al Mawardi : ketahuilah, Bahwa Amil Qiradh dilarang untuk melakkukan muqaradhah dengan orang lain dengan harta modal qiradh tersebut selama tidak ada izin dari pemilik modal secara jelas [Al-Mudharabah lil Mawardi, hal 194-199].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Jual beli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Reksadana syariah berlaku mudharib juga dibolehkan melakukan jual beli saham, berkata ibnu Qudamah: “jika seorang dari orang berkongsi membeli sebagian [saham] temannya dalam perkongsian, hukumnya boleh, karena si membeli hak milik orang lain. [Al-Mughni juz V hal: 56].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Mekanisme transaksi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;a. Dalam melakukan transaksi reksadana syari’ah tidak diperbolehkan melakukan tindakan spekulasi, yang didalamnya mengandung gharar seperti najsy [penawaran palsu], ikhtikar dan tindakan spekulasi lainnya. “Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ibnu Umar yang mnegatakan bahwa Nabi SAW melarang Najsy [menawar sesuatu bukan untuk membeli tapi untuk menaikkan harga]. [ Subulussalam juz III hal 18].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;b. produk-produk transaksi reksadana pada umumnya seperti spot, forward, swap, option da produk=produk lain yang biasa dilakukan reksadana hendaknya menjadi bahan penelitian dan pengkajian dari reksadana syari’ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;c. untuk membahas persoalan-persoalan yang memerlukan penelitian dan pengkajian, seperti penyelesaian perusahaan-perusahaan investasi , pemurnioan pendapatan, formula pembagian keuntungan dan sebagainya, hendaknya dibentuk Dewan Pengawas Syari’ah yang ditunjuk MUI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;6.PENUTUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dalam penjelasan diatas tampak jelas bahwa islam itu universal berlaku dimanapun dan kapanpun serta mengakomodasi segala kebutuhan muslim sekaligua memberikan arahan dan rambu-rambu dalam segenap aspek terutama muamalah. Dalam kaitannya dengan reksadana pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;prinsipnya syari’ah buka saja memberikan peluan tetapi bahkan menawarkan beberapa jenis instrumen yang dapat dikembangankan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan perlu diingat dalam pelaksanaan dan pengembangan ini harus senantiasa tidak melanggar kaidah-kaidah syari”ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;REFERENSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Heri Sudarsono,[2005]. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah deskriptif dan ilustrasi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Yogyakarta, Penerbit Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII, cet III.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Dahlan Siamat,[2004]. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Manajemen Lembaga Keuangan edisi ke empat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Jakarta ,penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, cet IV.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;www.google.com/investasi halal melaui reksadana syari’ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;© 2009 PT. PNM Investment Management. All rights reserved.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Makalah reksadana syari’ah oleh Rizal dkk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4551918031071093390#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Portofolio efek adalah kumpulan efek yang dimiliki oleh pihak. Efek adalah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham,obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif atas Efek. Lihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;© 2009 PT. PNM Investment Management. All rights reserved. Diambil tgl 12/mei/2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1553736825979994692&amp;amp;postID=4551918031071093390#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;Manager investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-4551918031071093390?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/4551918031071093390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=4551918031071093390&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4551918031071093390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4551918031071093390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/ah.html' title='reksadana'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-1819864834034361100</id><published>2009-05-15T01:40:00.001-07:00</published><updated>2009-05-15T01:45:39.362-07:00</updated><title type='text'>keterkaitan antara pembagian kerja, departementalisasi dan koordinasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam ilmu manajemen terdapat banyak sekali definisi manajemen yang antara lain: 1] kekuatan yang menjalankan sebuah perusahaan, dan yang bertanggung jawab atas sukses atau kegagalannya&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. 2] menurut Koontz dan O’Donnel dalam bukunya “Principles of Management” a.1.berbunyi sbb : “Management is getting thing done through the efforts of the other people”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jadi manajemen harus melalui orang-orang. Kalau ada suatu macam pekerjaan yang dilakukan tanpa melalui orang lain, jadi langsung kepada materi kerja, maka pekerjaan itu bukan manajemen&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. 3] manajemen adalah seni dan ilmu pencapaian tujuan-tujuan perusahaan dengan cara yang paling efisien&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dari tiga macam definisi manajemen diatas dan beberapa sumber bahwa manajemen adalah perencanaan[planning], pengorganisasian[organizing], pengarahan dan pengimplementasian[directing and leading], dan pengawasan dan pengendalian[pengendalian]. Dalam hal ini yang akan kita bahas ialah keterkaitan antara pembagian kerja, departementalisasi dan koordinasi yang mana ketiganya merupakan unsur-unsur kunci struktur organisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;a. Pembagian Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, antara lain yaitu : &lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Organisasi sebagai alat dari pada manajemen yaitu organisasi sebagai wadah, sebagai tempat manajemen, sehingga memberikan bentuk bagi manajemen yang memungkinkan manajemen dapat bergerak atau dapat dikatakan, bahwa organisai sebagai alat adalah organisasi dalam arti statis, tetap tak bergerak. Dan bentuk manajemen ini tergantung dari wadahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Organisasi sebagai fungsi manajemen adalah organisasi dalam arti dinamis [bergerak], yaitu organisasi yang memberi kemungkinan tempat manajemen dapat bergerak dalam batasan-batasan tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti, bahwa organisasi itu bergerak mengadakan pembagian pekerjaan. Misalnya , pimpinan harus ditempatkan di bagian yang strategis, karena sering menerima tamu-tamu, juga mengenai penempatan barang-barang harus pada tempat yang dipandang aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam organisasi manapun pastilah ada pembagian kerja, karena yang namanya organisasi kalau Cuma satu orang namanya bukan organisasi untuk itu memerlukan dua orang atau lebih, jadi dalam rangka membentuk organisasi yang baik, perlu diketahui dan diperhatikan asas-asas yang terdapat dalam organisasi, yaitu :&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Asas kesatuan komando [unity of comand]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dalam suatu organisasi ada suatu asas dimana tiap-yiap petugas atau pegawai hanya mempunyai peminpin tunggal [seorang]. Jangan sampai seorang petugas mempunyai dua atau lebih pemimpin, sehingga petugas tadi menjadi bingung dan pekerjaannya menjadi tak beres. Lain halnya jika dua pemimpin itu terdiri dari seorang pemimpin dengan wakilnya. Karena wakil baru bertindak kalau pemimpin tak ada ditempat. Jadi hendaklah petugas itu hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menerima perintah dan menyampaikan hasil karyanya kepada pemimpin yang satu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Span of control dimaksudkan sampai seberapa jauh seorang pemimpin dapat mengawasi bawahannya secara tepat. Mungkin seseorang hanya mampu mengawasi 5 orang saja, mungkin 10 orang dan mungkin juga 15 orang. Dari situ terlihat bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang terbatas. Berdasarkan pengalaman/penyelidikan di AS yang paling efektif kalau seseorang mengawasi sebanyak-banyaknya 8 orang. Perbedaan kemampuan itu berdasarkan beberapa faktor, yakni:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 111pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Perbedaan pengalaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 111pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Perbedaan pendidikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 111pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Perbedaan kecakapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 111pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Perbedaan usia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Pembagian kerja secara homogen yakni macam-macam tugas dalam organisasi harus dibagi-bagi sedemikian rupa dan ditugaskan pada orang-orang tertentu, tetapi tetap merupakan satu kesatuan yang homogen, jadi jangan berjalan sendiri-sendiri dengan semaunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Delegasi wewenang yang diikuti dengan tanggung jawab yakni untuk berhasilnya suatu organisasi tergantung pada sampai di manakah pimpinan dapat mendelegasikan wewenang. Delegasi wewenang ini sudah barang tentu harus diikuti dengan delegasi tanggung jawab. Sebab tidak mungkin seseorang harus bertanggung jawab tanpa wewenang, dan sebaliknya jika seseorang memiliki wewenang tanpa disertai &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tanggung jawab dapat menimbulkan tindakan sewenang-wenang. Adapun yang menjadi dasar mengapa seorang mau mendelegasikan wewenang kepada orang lain ialah adanya kepercayaan pada orang tersebut [yang didelegasikan].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.5pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya pembagian kerja ialah&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Spesialisasi pekerjaan atau dikenal juga dengan istilah pembagian kerja berkaitan dengan pembagian atau pemecahan tugas-tugas menjadi pekerjaan yang terpisah. Hakikat spesialisasi pekerjaan adalah sebuah pekerjaan tidak dilakukan oleh satu orang sekaligus akan tetapi satu pekerjaan tersebut dibagi ke dalam sejumlah langkah dan tiap langkah dikerjakan oleh individu yang berlainan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;b. Departementalisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Departementalisasi merupakan unsur kunci kedua dalam merancang struktur organisasi setelah spesialisasi pekerjaan atau lebih dikenal dengan pembagian pekerjaan. Dan struktur organisasi itu terdiri dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;struktur sederhana, struktur fungsional, struktur devisional, struktur matriks, struktur hibrid, struktur berbasis tim dan struktur jaringan, disini yang akan kita bahas ialah struktur matriks yang mana inti darinya adalah departementalisasi fungsional dan produk. Struktur matriks merupakan struktur yang staf personal dan fungsionalnya dirancang baik berdasarkan bidang fungsional maupun berdasarkan produk atau proyek. Struktur tersebut menyediakan jalur kewenangan, pertanggungjawaban kinerja, pengendalian dan evaluasi yang ganda. Biasanya struktur tersebut digunakan perusahaan-perusahaan besar yang berusaha meningkatkan kepemimpinan berbagai macam produk atau proyek yang bersifat strategis misalnya perusahaan perangkat lunak, otomotif, agen periklanan, perusahaan ruang angkasa, perusahaan kontruksi, laboratoriun riset dan pengembangan, universitas, perusahaan konsultan, rumah sakit, perusahaan hiburan dan sebagainya. Organisasi yang termasuk dalam kelompok ini antara lain, Boeing, Caterpillar, Citicorp, DaimlerChrysler, Dow Cmical, Disney, Matsushita, Microsoft, Prudential Insurance, SAP, Texas Instruments dan sebagainya.&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dalam struktur matriks terdapat keunggulan dan kelemahan antara lain:&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Keunggulan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Cara yang efisien menyatukan ketrampilan khusus yang terbesar dibanyak tempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Memberikan fleksibelitas penghematan biaya yang cukup besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Mengakomodasi berbagai aktivitas bisnis berorientasi proyek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kelemahan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Tidak semua orang dapat menyesuaikan diri dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kepemimpinan ganda, membuat karyawan binggung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Moral karyawan dapat terpengaruh jelek, kalau karyawan diatur, setiao proyek selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Menuntut koordinasi horizontal dan vertikal yang besar sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya departementalisasi adalah&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pengelompokkan pekerjaan sehingga tugas yang sama dapat dikoordinasikan. Salah satu cara dalam melakukan pengelompokkan pekerjaan ini adalah menurut fungsi yang dijalankan, produk yang dihasilkan, dan geografi serta proses.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;c. Koordinasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam struktur organisasi setelah adanya pembagian kerja dan depatementalisasi maka ada tahap akhir yang disebut koordinasi yang berarti penyatuan usaha dengan mana kegiatan-kegiatan dari semua pihak pada suatu perusahaan dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan bersama dan untuk mengikuti kebijaksanaan-kebijaksanaan umum. Makin tinggi tingkat spesialisasi, terutama dalam perusahaan-perusahaan besar, makin besar pula kebutuhan ko-ordinasi.&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan berikut ini adalah teknik-teknik koordinasi antara lain :&lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Penunjukan manajer yang mempunyai kekuasaan penuh, seperti direktur manajemen, manajer umum, yang dapat menjamn bahwa kebijaksanaan umum diikuti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui pertemuan-pertemuan kemajuan secara teratur dari para pejabat pimpinan tingkat puncak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui manajemen puncak yang mempunyai kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dirumuskan dengan jelas dan mengkomunikasikannya kepada semua departemen yang berhubungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui pengawasan anggaran, seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui penunjukan kepala bagian perencanaan, yang tugasnya adalah mengkoordinasikan persediaan bahan-bahan mentah, produksi, pemeliharaan dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;f)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui penunjukan kepala-kepala bagian fungsional, seperti kepala bagian personalia, kepala bagian keuangan, kepala bagian penyelidikan kerja dan seterusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;g)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Secara tidak langsung, melalui latihan antar departemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;h)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui suatu organisasi yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;i)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui pendorongan semangat kerja yang baik dalam perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;j)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Melalui perbandingan-perbandingan kunci terhadap mana hasil-hasil dibandingkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya sebuah organisasi yang tidak terstruktur maka akan berantakan, karena struktur itu merupakan cara berbagai kegiatan perusahaan diorganisasi dan kerangka hubungan formal dalam organisasi yang tersusun dengan tujuan untuk membantu dalam mengatur dan mengarahkan aktifitas dalam organisasi yang mengandung unsur pembagian kerja, departementalisasi dan koordinasi dan secara tidak lain ketiga unsur itu mempunyai keterkaitan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Referensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Dr. Winardi, S. E, [1983]. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Asas-Asas Menejemen&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Bandung: Penerbit Alumni, cet VII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Drs. Soekarno K, [1968]. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Dasar-Dasar Manajemen&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Jakarta: Penerbit Miswar, cet VII.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Drs. Moekijat, [1989]. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Dasar-Dasar Administrasi Dan Manajemen Perusahaan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Bandung: Penerbit Mandar, cet I.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.net.com/"&gt;www.net.com&lt;/a&gt; [psikologi manajemen organisasi,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: black;" lang="EN"&gt; Posted March 13th, 2009 by vivienn&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;] diambil tgl 12/mei/2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.msuyanto.com/"&gt;www.msuyanto.com&lt;/a&gt; diambil tgl 12/mei/2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;Dr. Winardi, S.E, Asas-Asas Menejemen [Bandung: Penerbit Alumni, 1983], hlm 4.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;Drs. Soekarno K, Dasar-Dasar Manajemen [Jakarta: Penerbit Miswar, 1968], hlm 18.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;Drs. Moekijat, Dasar-Dasar Administrasi Dan Manajemen Perusahaan [Bandung: Penerbit Mandar, 1989], hlm 3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;Drs. Soekarno, op.cit hlm75-76.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;Ibid hlm 78-79.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.net.com/"&gt;www.net.com&lt;/a&gt; [psikologi manajemen organisasi,&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 7pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 7pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="EN"&gt;Posted March 13th, 2009 by vivienn&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 7pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;] diambil tgl 12/mei/2009.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.msuyanto.com/"&gt;www.msuyanto.com&lt;/a&gt; diambil tgl 12/mei/2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.msuyanto.com/"&gt;www.msuyanto.com&lt;/a&gt; diambil tgl 12/mei/2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.net.com/"&gt;www.net.com&lt;/a&gt; [psikologi manajemen organisasi,&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 7pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 7pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="EN"&gt;Posted March 13th, 2009 by vivienn&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 7pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: black;" lang="IN"&gt;] diambil tgl 12/mei/2009.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;Drs Moekijat. Op.cit. hlm 37. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="rtl" style="text-align: left;" align="right"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;Lop.cit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-1819864834034361100?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/1819864834034361100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=1819864834034361100&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/1819864834034361100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/1819864834034361100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/keterkaitan-antara-pembagian-kerja.html' title='keterkaitan antara pembagian kerja, departementalisasi dan koordinasi'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-6626308195941455360</id><published>2009-05-14T02:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T02:53:27.116-07:00</updated><title type='text'>makro</title><content type='html'>1. Apa yang dimaksud dengan konsep permintaan uang? &lt;br /&gt;Adalah permintaan saldo uang riil [real money balances] karena masyarakat memegang uang berdasarkan apa yang ingin dibeli&lt;br /&gt;2. Apa yang dimaksud dengan konsep penawaran uang?&lt;br /&gt; Adalah kuantitas uang nominal yang dikontrol oleh bank sentral yang mana ditentukan oleh cadangan emas yang dimiliki atau kekayaan lain. Atau jumlah keseluruhan uang yang diedarkan bank pada waktu tertentu pada sebuah ekonomi.&lt;br /&gt;3. Bagaimana konsep keseimbangan pada pasar  uang? Jelaskan secara matematik! &lt;br /&gt;Yaitu kombinasi antara suku bunga dan tingkat pendapatan dimana permintaan saldo riil sama dengan penawaran&lt;br /&gt;Secara matematik =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apa yang dimaksud dengan LM? Adalah kurva ekulibrilium pasar uang, yang menunjukkan semua kombinasi suku bunga dengan tingkat pendapatan dimana pasar uang berada dalam ekulibrium&lt;br /&gt;5. Bagaimana menurunkan kurva LM secara matematik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bagaimana menurunkan kurva LM secara grafik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Apa yang menyebabkan pergeseran kurva LM?&lt;br /&gt;Yang menyebabkan pergeseran ialah perubahan penawaran uang riil.&lt;br /&gt;8. Jelaskan konsep keseimbangan yang terjadi pada pasar barang dan uang secara simultan?&lt;br /&gt;Adalah suku bunga [i] dan tingkat pendapatan [Y] harus sedemikian rupa hingga pasar uang dan pasar barang berada dalam ekuilibrium&lt;br /&gt;9. Apa yang dimaksud kebijakan moneter dan bagaimana pengaruhnya terhadap pergeseran kurva LM?&lt;br /&gt;Yaitu kebijakan untuk memepengaruhi proses penciptaan uang beredar tersebut. Pemerintah bisa melakukan hal ini dengan mempengaruhi secara tidak langsung nilai money multiplier dan secara langsung besarnya uang inti.&lt;br /&gt;Pengaruhnya adalah perubahan penawaran uang akan mempengaruhi pegeseran kurva LM dikarenakan perubahan penawaran uang akan mempengaruhi perubahan penawaran suku bunga.&lt;br /&gt;10. Apa yang dimaksud dengan kebijakan fiskal dan bagaimana pengaruhnya terhadap pergeseran kurva IS?&lt;br /&gt;Yaitu kebijaksanaan makro yang dilaksanakan lewat APBN maka dari itu kebijaksanaan fiskal dicerminkan oleh stuktur pos-pos dalam APBN.&lt;br /&gt;Pengaruhnya adalah dengan peningkatan pengeluaran pemerintah [kebijakan fiskal] maka garis kurva IS akan bergeser ke kanan atas dan sebaliknya apabila menurunkan pengeluarannya maka garis kurva IS akan bergeser ke kiri bawah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-6626308195941455360?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/6626308195941455360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=6626308195941455360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/6626308195941455360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/6626308195941455360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/makro.html' title='makro'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-2267139886439004001</id><published>2009-05-07T21:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T21:46:21.196-07:00</updated><title type='text'>Dasar filosofi LKS, Karakteristik LKS dan Landasan hukum LKS di indonesia</title><content type='html'>Nama : Awan Panggih Nugroho&lt;br /&gt;NIM : 08423015&lt;br /&gt;dasar filosofis LKS Dasar filosofi LKS, Karakteristik LKS dan Landasan hukum LKS di indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sumber tekstual : al Qur'an , sunnah, sumber rasional [ijma' dan qiyas], sumber tambahan [istihsan, istislah dll]&lt;br /&gt;2. Prinsip tolong menolong [ta'awun] dan saling menguatkan [takaful], karena syariah memberikan rambu-rambu bisnis mana yang benar dan yang salah sekaligus menjadi landasan etik dalam melakukan aktivitas bisnis yang berkeadilan, transparan, dan saling menguntungkan, dengan kata lain syariah bersifat dinamis.&lt;br /&gt;3. Dalam operasionalnya, Lembaga Keuangan Syariah berada dalam koridor-koridor&lt;br /&gt;prinsip-prinsip:&lt;br /&gt;a. Keadilan, yakni berbagi keuntungan atas dasar penjualan riil sesuai kontribusi&lt;br /&gt;dan resiko masing-masing pihak;&lt;br /&gt;b. Kemitraan, yang berarti posisi nasabah investor (penyimpan dana), dan pengguna&lt;br /&gt;dana, serta lembaga keuangan itu sendiri, sejajar sebagai mitra usaha yang saling&lt;br /&gt;bersinergi untuk memperoleh keuntungan; &lt;br /&gt;c. Transparansi, lembaga keuangan Syariah akan memberikan laporan keuangan secara&lt;br /&gt;terbuka dan berkesinambungan agar nasabah investor dapat mengetahui kondisi&lt;br /&gt;dananya;&lt;br /&gt;d. Universal, yang artinya tidak membedakan suku, agama, ras, dan golongan dalam&lt;br /&gt;masyarakat sesuai dengan prinsip Islam sebagai â€œrahmatan lil alaminâ€.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik LKS&lt;br /&gt;Prinsip ini sangat berbeda dengan prinsip yang dianut oleh lembaga keuangan non-syariah dan sekaligus menjadi dasar karakteristik LKS Adapun sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Larangan menerapkan bunga pada semua bentuk dan jenis transaksi;&lt;br /&gt;2. Menjalankan aktivitas bisnis dan perdagangan berdasarkan pada prinsip syari'ah dan  pada kewajiban dan keuntungan yang halal;&lt;br /&gt;3. Larangan menjalankan monopoli&lt;br /&gt;4. Bekerja sama dalam membangun masyarakat, melalui aktivitas bisnis dan perdagangan yang tidak dilarang oleh Islam.&lt;br /&gt;5. Mengunakan konsep dalam transaksi muamalah dalam LKS : prinsip wadi'ah[simpanan], prinsip syarikah[bagi hasil] dll.&lt;br /&gt;Landasan hukum LKS di Indonesia&lt;br /&gt;1. Fatwa- fatwa syariah dari lembaga ulama [MUI] berkaitan dengan praktek dan produk di lembaga-lembaga keuangan syariah&lt;br /&gt;2. Fatwa-fatwa hukum syariah yang valid dan akurat agar seluruh produk memiliki landasan yang kuat secara syariah untuk itu di bentuk Dewan Syariah Nasional [DSN] yang lahir pada tahun 1999 sebagai sebagai bagian dari MUI, dan mengeluarkan sedikitnya 47 fatwa tentang ekonomi syariah antara lain tentang fatwa giro, tabungan dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-2267139886439004001?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/2267139886439004001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=2267139886439004001&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2267139886439004001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2267139886439004001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/dasar-filosofi-lks-karakteristik-lks.html' title='Dasar filosofi LKS, Karakteristik LKS dan Landasan hukum LKS di indonesia'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-4617109270665511948</id><published>2009-05-07T21:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T21:45:21.083-07:00</updated><title type='text'>E-COMMERCE</title><content type='html'>NAMA: AWAN PANGGIH NUGROHO&lt;br /&gt;NIM: 08423015&lt;br /&gt;E-Commerce &lt;br /&gt;A. Definisi E-Commerce.&lt;br /&gt;E-commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapat melakukan Transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“. E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) .&lt;br /&gt;Adapun pendapat mengenai pengertian E-Commerce bahwa E-commerce mengacu pada internet untuk belanja online dan jangkauan lebih sempit. dimana e-commerce adalah subperangkat dari E-Bisnis. cara pembayarannya: melalui transfer uang secara digital seperti melalui account paypal atau kartu credit Sedangkan, E-Bisnis mengacu pada internet tapi jangkauan lebih luas. area bisnisnya terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan klien atau nasabah melalui e-mail tapi pemasaran atau penjualan di lakukan dengan internet. dengan begitu dapat memberikan keuntungan berupa keamanan fleksibililtas dan efisiensi. cara pembayarannya yaitu dengan melaui pembayaran digital secara E-Gold dan sudah di akui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online.&lt;br /&gt;Pada umumnya pengunjung Website dapat melihat barang atau produk yang dijual secara online (24 jam sehari) serta dapat melakukan correspondence dengan pihak penjual atau pemilik website yang dilakukan melalui email.&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan browser yang mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti Microsoft Internet Explorer dan Netscape Navigator. Microsoft dan Netscape, bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com.&lt;br /&gt;Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Presentasi electronis (Pembuatan Website) untuk produk dan layanan.&lt;br /&gt;2. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.&lt;br /&gt;3. Secar otomatis account pelanggan dapat secara aman (baik nomor rekening maupun nomor kartu kredit).&lt;br /&gt;4. Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan transaksi.&lt;br /&gt;Adapun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui E-Commerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.&lt;br /&gt;2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.&lt;br /&gt;3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.&lt;br /&gt;4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Contoh E-Commerce.&lt;br /&gt;Banyak sekali yang dapat kita lakukan melalui E-Commerce yaitu :&lt;br /&gt;1. Pembelian buku melalui online.&lt;br /&gt;2. Pembelian elektronik melalui online.&lt;br /&gt;3. Pembelian kendaraan melalui online.&lt;br /&gt;4. Pembelian pakaian melalui online, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dampak Positif dan Negatif E-Commerce.&lt;br /&gt;Didalam dunia E-Commerce pasti terdapat dampak positif dan negativenya.&lt;br /&gt;Dampak positifnya, yaitu :&lt;br /&gt;1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.&lt;br /&gt;2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).&lt;br /&gt;3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).&lt;br /&gt;4. Melebarkan jangkauan (global reach).&lt;br /&gt;5. Meningkatkan customer loyality.&lt;br /&gt;6. Meningkatkan supplier management.&lt;br /&gt;7. Memperpendek waktu produksi.&lt;br /&gt;8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).&lt;br /&gt;Dampak negativenya, yaitu :&lt;br /&gt;1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.&lt;br /&gt;2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.&lt;br /&gt;3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.&lt;br /&gt;4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.&lt;br /&gt;5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt; Kalau kita mau menyalahkan E-commerce tidak bisa karena itu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang sekarang semakin canggih yang mana orang lebih suka  menggunakan barang otomasi dari pada manual karena asumsi orang  "bahwa jika ada cara yang gampang kenapa tidak" itulah fitrah manusia yang maunya enak melulu, tapi  bukan dalam hal ini orang lebih menyukai yang instant tapi memang tuntutan zaman itu yang semakin maju dari tahun ke tahun yang secara tidak lain kita dilibatkan didalamnya. Selain itu agama  Islam juga agama yang mudah tapi jangan diangap mudah, seperti jika kita mau beli batik misalnya dari pada kita beli jauh-jauh  di jogja lebih baik kita beli lewat transaksi secara online kalau itu lebih dekat dll, selain dapat meminimalkan biaya operasional itu juga termasuk anjuran islam untuk hemat dan seefisien mungkin dalam melakukan segala perbuatan entah yang berkaitan dengan materi, kesempatan dll. Tapi walau begitu E-Commerce itu juga bukan satu-satunya transaksi yang tidak luput dari kekurangan dan kelebihan tetapi dengan itu harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen karena,  pembeli adalah raja yang mana hakikat raja ialah orang yang selalu diprioritaskan.&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr_Wb Makalah e-commerce [httpt4riee.blogspot.com200804makalah-e-commerce.html] dikutip tgl 17/03/09.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-4617109270665511948?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/4617109270665511948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=4617109270665511948&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4617109270665511948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4617109270665511948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/e-commerce.html' title='E-COMMERCE'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-2906326623637380415</id><published>2009-05-07T21:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T21:44:15.381-07:00</updated><title type='text'>fisiokrat</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Lain dengan pandangan kaum merkantilis yang menganggap bahwa sumber utama kemakmuran suatu negara adalah dari surplus yang diperoleh dari perdagangan luar negri yang mana lebih mendominasi ekspor dari pada impor,  sedangkan  Kaum fisiokrat berpendapat lain menganggap bahwa sumber kekayaan yang senyata-nyata adalah sumber daya alam oleh karena itu mereka  menganggap,  bahwa sistem perekonomian seperti sistem alam yang penuh keharmonisan. Yang artinya bahwa biarkan manusia diberikan kebebasannya mengelolah alam demi memenuhi kebutuhannya masing-masing  dan akan selaras dengan kebutuhan masyarakat banyak.  Artinya bahwa pemerintah tidak boleh ikut campur dan biarkan alam yang mengatur. Inilah yang menjadi cikal bakal doktrin laissez faire-laissez passer” [bahasa prancis]  / let do, let pass = biarkan semua terjadi, biarkan semua berlalu.  Yang mana perekonomian secara mutlak di berikan kepada individu untuk mengolah tanpa adanya intervensi atau campur tangan pemerintah, maka semua tindakan manusia akan berjalan secara harmonis, otomatis dan bersifat self regulating.  Dan pada makalah ini akan dibahas tentang latar belakang munculnya mazhab fisiokrat, tokoh-tokohnya dan Implikasi pemikiranya terhadap perkembangan  perekonomian. &lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;a. Latar belakang muncul&lt;br /&gt;Awal mula munculnya fisiokrat ialah karena keirihatian pemerintah Colbert di perancis terhadap kemewahan para pedagang belanda [yang waktu itu masih menjadi salah satu penganut paham merkantilis di negara-negara eropa pada abad ke-XVI, antara lain portugis, spanyol, inggris dan prancis]   karena hasil dari perdagangan luar negri, berakibat perekonomian prancis yang bersifat pertanian diubah menjadi perekonomian bersifat perdagangan dan industri. Keadaan tersebut telah merusak kota-kota di provinsi prancis, sebab tindakan mereka mengabaikan pertanian yang merupakan dasar dari sifat negara prancis yang masih bersifat negara agraris. &lt;br /&gt;Nama physiokrat ini diberikan oleh oleh Dupont de Nemours pada tahun 1761 yang diambil dari bahasa yunani  " physiocratie " yang artinya kekuatan alam. Kaum physiokrat juga disebut sebagai peletak dasar dari ilmu ekonomi karena mereka mencoba mengemukakan hubungan antara unsur-unsur  dalam perekonomian, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa perekonomian seperti  sistem alam yang mana semua itu sudah diatur oleh alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tokoh-tokoh pemikiran ekonomi fisiokrat&lt;br /&gt;Diantara tokoh-tokoh pemikiran fisiokrat adalah Francois Quesney, Dupont do Nomours, dan pengikut-pengikutnya di prancis antara lain Mirabeau, Le Mercier de la Riviera, Baudeau, Turgot, Le Trosne; di jerman ialah Karl Friedrich von Baden Dutlach. &lt;br /&gt;1] Francois Quesney [1694-1774]&lt;br /&gt;Ia adalah seorang dokter pribadi Raja Louis XV,   yang ahli dalam ilmu bedah,  selain mempelajari ilmu kedokteran dia juga mempelajari  ilmu ekonomi.  Awal dari francois mencurahkan perhatiannya pada masalah ekonomi yaitu  dengan pengankatannya sebagai anggota  pada suatu hari  dalam acara " Academie des Sciences " , sebuah lembaga ilmiah yang memiliki wibawa sangat tinggi pada masa itu diprancis. &lt;br /&gt;Pada tahun 1758 Quesney menulis buku tentang Table Economique, dengan latar belakang seorang dokter Quesney mengambarkan perekonomian suatu negara  seperti  anatomi tubuh manusia, yg artinya antara satu dengan satu lainnya saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan yg harmonis dan semua berjalan dengan hukum-hukumnya sendiri. &lt;br /&gt;Quesnay membagi masyarakat kedalam 4 golongan: [1] kelas masyarakat produktif, yaitu yang aktif mengolah tanah seperti pertanian dan pertambangan; [2] kelas tuan tanah; [3] kelas yang tidak produktif atau steril, terdiri dari saudagar dan pengrajin; dan [4] kelas masyarakat buruh/labor yang menerima upah dan gaji dari tenaganya. Menurut Quesney, hukum ekonomi yang bersesuaian dengan hukum alam ialah, menjadikan tanah sebagai sumber satu-satunya sumber kemakmuran masyarakat dan dari keempat golongan masyarakat diatas yang relevan dengan teori hukum alam Quesney adalah kaum petani karena ialah yang paling produktif diantara yang lain, Quesney menganjurkan agar kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah harus ditujukan terutama untuk meningkatkan taraf hidup petani. Bukan sebaliknya , memberi hak-hak khusus kepada tuan tanah dan para saudagar seperti selama ini yang masih dinikmati dibawah pemerintahan yang mengagungkan merkantilis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2] Dupont de Nomours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Implikasi pemikiran fisiokrat terhadap perkembangan perekonomian&lt;br /&gt;1. Kepada kelas pemilik tanah oleh kaum physiokrat  diberikan fungsi ekonomi yang memberikan kemakmuran kepada rakyat prancis karena negara yang bersifat agraris. fungsi tersebut dapat dilaksanakan bila harga-harga dari hasil pertanian harus ditinggikan, dengan demikian kontribusi kaum physiokrat untuk memakmurkan rakyat prancis dengan usaha meninggikan harga-harga hasil pertanian. &lt;br /&gt;2. Berdasarkan penelitian  Pada pemerintahan  raja prancis karena memerlukan banyak uang sehingga  banyak penarikan  pajak dan cukai yang dipungut guna mempertahankan ketertiban negara dan mengurus pemerintahan serta pendidikan, yang mana sangat menghambat hidup perekonomian di prancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;Deliarnov. " Perkembangan Pemikiran Ekonomi Ed. Revisi 5  ". Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007.&lt;br /&gt;M. H.Soetrisno, SE. " Pengantar Ilmu Ekonomi dilengkapi dengan sejarah pemikiran ekonomi " . Yogyakarta:  Yayasan Institut Pendidikan Indonesia, 1980.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-2906326623637380415?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/2906326623637380415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=2906326623637380415&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2906326623637380415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2906326623637380415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/fisiokrat.html' title='fisiokrat'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-3542829093132839879</id><published>2009-05-07T21:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T21:43:15.097-07:00</updated><title type='text'>konsep akhlak dalam islam konsep, hakikat dan ruang lingkup</title><content type='html'>1. Jelaskan apa pengertian dari ekonomi makro dan apa sajakah yang dipelajari?&lt;br /&gt; Ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan dan yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah hubungan kausal antara variabel-variabel agregatif [keseluruhan], diantara variabel-variabel yang dimaksudkan adalah tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional [pemerintah maupun swasta], tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar [inflasi], tingkat bunga, kesempatan kerja, neraca pembayaran [export dan import], dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Dalam menganalisis ekonomi makro terdapat 3 model yang digunakan : 1. model jangka sangat panjang [very long term] 2. model jangka panjang [long term] 3. model jangka pendek [short trem], jelaskan masing-masing model dengan menggunakan pendekatan secara grafik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka sangat panjang adalah subjek teori pertumbuhan yang mana kapasitas produksi perekonomian sebagian besar dapat dianggap tetap karena itu, output ditentukan oleh penawaran agregat, dan harga tergantung baik pada penawaran agregat maupun permintaan agregat dan yang terpenting dalam jangka ini adalah bagaimana perekonomian tumbuh cepat secara rata-rata selain itu pertumbuhan ekonomi jangka ini  dan slope dari kurvanya adalah vertical dan menentukan posisi jangka panjang dalam kurva penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka panjang adalah tingkat output ditentukan semata-mata oleh sisi penawaran, secara esensial output ditentukan kapasitas produksi perekonomian dan harga ditentukan oleh tingkat permintaan relative terhadap output yang dapat dihasilkan perekonomian dan dalam jangka panjang, kurva penawaran agregat adalah vertical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka pendek adalah bahwa output ditentukan semata oleh permintaan agregat dan harga tidak terpengaruh oleh perubahan output dan dalam jangka pendek, kurva penawaran agregat adalah datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi?&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan pendapatan nasional secara berarti [dengan meningkatnya pendapatan perkapita] dalam suatu periode perhitungan tertentu.&lt;br /&gt;4. Bedakan konsep potential output dengan actual output?&lt;br /&gt;Potential output adalah dimana kondisi output full employment untuk semua factor-faktor produksi.&lt;br /&gt;Actual output : the amount of power a pneumatic power sistem actually delivers.&lt;br /&gt;5. Jelaskan perbedaan antara gross domestic product [GDP] dan gross national product [GNP] dan national income?&lt;br /&gt;GDP [gross domestic product] / produk domestic bruto adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari warga Negara yang bersangkutan ditambah warga Negara asing yang bekerja di Negara yang bersangkutan atau pendapatan nasional yang dihitung secara  produksi.&lt;br /&gt;GNP [gross national product] / produk nasional bruto adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode tertentu [satu tahun]  yang diukur dengan satuan uang yang mana perhitungannya menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara tersebut ditambah dengan penduduk Negara tersebut yang berada diluar negri [misal, untuk kasus Indonesia, apa yang dihasilkan oleh penduduk Indonesia yang berada dalam wilayah Indonesia ditambah apa yang dihasilkan oleh warga Negara Indonesia yang bekerja diluar negri] atau pendapatan nasional yang dihitung dengan  cara pengeluaran.&lt;br /&gt;National income adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga [RTK] di suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi selama satu tahun atau pendapatan nasional yang dihitung secara  pendapatan.&lt;br /&gt;6. Jelaskan komponen pendapatan nasional yang terdiri dari : 1. Konsumsi [C], 2. Investasi [i], 3. Pengeluaran pemerintah [g], 4. Export – import [x-i]?&lt;br /&gt;Konsumsi [C] : bahwa komponen terbesar dari permintaan adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mana termasuk pengeluaran untuk segala hal mulai dari makanan hingga kursus golf tetapi juga terdiri atas investasi dan pengeluaran konsumsi untuk barang-barang tahan lama [durable goods], seperti mobil misalnya pengeluaran yang dapat dikatakan sebagai investasi dari pada konsumsi.&lt;br /&gt;Investasi [i] : adalah pertambahan stok modal fisik yang mana meliputi konstruksi perumahan, pembelian mesin-mesin, pembangunan pabrik-pabrik dan kantor, dan tambahan inventori barang perusahaan.&lt;br /&gt;Pengeluaran pemerintah [g] : dalam hal ini pengeluara pemerintah mengacu pada barang dan jasa sebagai belanja barang dan jasa seperti pengeluaran pertahanan nasional, biaya pemeliharaan jalan oleh pemerintah negara bagian dan local, dan gaji pegawai pemerintah sebagai tambahan pemerintah melakukan pembayaran transfer [transfer payments] yaitu pembayaran yang dibuat kepada masyarakat tanpa masyarakat memberikan jasa dalam pertukaran. Contoh umum dari transfer payments adalah dana perlindungan social dan subsidi untuk pengangguran.&lt;br /&gt;Export-import [x-i] : perbedaan export import disebut export netto adalah komponen dari total permintaan barang domestic.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-3542829093132839879?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/3542829093132839879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=3542829093132839879&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/3542829093132839879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/3542829093132839879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/konsep-akhlak-dalam-islam-konsep.html' title='konsep akhlak dalam islam konsep, hakikat dan ruang lingkup'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-9009910190381339138</id><published>2009-05-07T21:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T21:42:03.502-07:00</updated><title type='text'>macro economic</title><content type='html'>1. Jelaskan apa pengertian dari ekonomi makro dan apa sajakah yang dipelajari?&lt;br /&gt; Ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan dan yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah hubungan kausal antara variabel-variabel agregatif [keseluruhan], diantara variabel-variabel yang dimaksudkan adalah tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional [pemerintah maupun swasta], tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar [inflasi], tingkat bunga, kesempatan kerja, neraca pembayaran [export dan import], dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Dalam menganalisis ekonomi makro terdapat 3 model yang digunakan : 1. model jangka sangat panjang [very long term] 2. model jangka panjang [long term] 3. model jangka pendek [short trem], jelaskan masing-masing model dengan menggunakan pendekatan secara grafik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka sangat panjang adalah subjek teori pertumbuhan yang mana kapasitas produksi perekonomian sebagian besar dapat dianggap tetap karena itu, output ditentukan oleh penawaran agregat, dan harga tergantung baik pada penawaran agregat maupun permintaan agregat dan yang terpenting dalam jangka ini adalah bagaimana perekonomian tumbuh cepat secara rata-rata selain itu pertumbuhan ekonomi jangka ini  dan slope dari kurvanya adalah vertical dan menentukan posisi jangka panjang dalam kurva penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka panjang adalah tingkat output ditentukan semata-mata oleh sisi penawaran, secara esensial output ditentukan kapasitas produksi perekonomian dan harga ditentukan oleh tingkat permintaan relative terhadap output yang dapat dihasilkan perekonomian dan dalam jangka panjang, kurva penawaran agregat adalah vertical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka pendek adalah bahwa output ditentukan semata oleh permintaan agregat dan harga tidak terpengaruh oleh perubahan output dan dalam jangka pendek, kurva penawaran agregat adalah datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi?&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan pendapatan nasional secara berarti [dengan meningkatnya pendapatan perkapita] dalam suatu periode perhitungan tertentu.&lt;br /&gt;4. Bedakan konsep potential output dengan actual output?&lt;br /&gt;Potential output adalah dimana kondisi output full employment untuk semua factor-faktor produksi.&lt;br /&gt;Actual output : the amount of power a pneumatic power sistem actually delivers.&lt;br /&gt;5. Jelaskan perbedaan antara gross domestic product [GDP] dan gross national product [GNP] dan national income?&lt;br /&gt;GDP [gross domestic product] / produk domestic bruto adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari warga Negara yang bersangkutan ditambah warga Negara asing yang bekerja di Negara yang bersangkutan atau pendapatan nasional yang dihitung secara  produksi.&lt;br /&gt;GNP [gross national product] / produk nasional bruto adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode tertentu [satu tahun]  yang diukur dengan satuan uang yang mana perhitungannya menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara tersebut ditambah dengan penduduk Negara tersebut yang berada diluar negri [misal, untuk kasus Indonesia, apa yang dihasilkan oleh penduduk Indonesia yang berada dalam wilayah Indonesia ditambah apa yang dihasilkan oleh warga Negara Indonesia yang bekerja diluar negri] atau pendapatan nasional yang dihitung dengan  cara pengeluaran.&lt;br /&gt;National income adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga [RTK] di suatu Negara dari penyerahan factor-faktor produksi selama satu tahun atau pendapatan nasional yang dihitung secara  pendapatan.&lt;br /&gt;6. Jelaskan komponen pendapatan nasional yang terdiri dari : 1. Konsumsi [C], 2. Investasi [i], 3. Pengeluaran pemerintah [g], 4. Export – import [x-i]?&lt;br /&gt;Konsumsi [C] : bahwa komponen terbesar dari permintaan adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mana termasuk pengeluaran untuk segala hal mulai dari makanan hingga kursus golf tetapi juga terdiri atas investasi dan pengeluaran konsumsi untuk barang-barang tahan lama [durable goods], seperti mobil misalnya pengeluaran yang dapat dikatakan sebagai investasi dari pada konsumsi.&lt;br /&gt;Investasi [i] : adalah pertambahan stok modal fisik yang mana meliputi konstruksi perumahan, pembelian mesin-mesin, pembangunan pabrik-pabrik dan kantor, dan tambahan inventori barang perusahaan.&lt;br /&gt;Pengeluaran pemerintah [g] : dalam hal ini pengeluara pemerintah mengacu pada barang dan jasa sebagai belanja barang dan jasa seperti pengeluaran pertahanan nasional, biaya pemeliharaan jalan oleh pemerintah negara bagian dan local, dan gaji pegawai pemerintah sebagai tambahan pemerintah melakukan pembayaran transfer [transfer payments] yaitu pembayaran yang dibuat kepada masyarakat tanpa masyarakat memberikan jasa dalam pertukaran. Contoh umum dari transfer payments adalah dana perlindungan social dan subsidi untuk pengangguran.&lt;br /&gt;Export-import [x-i] : perbedaan export import disebut export netto adalah komponen dari total permintaan barang domestic.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-9009910190381339138?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/9009910190381339138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=9009910190381339138&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/9009910190381339138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/9009910190381339138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2009/05/macro-economic.html' title='macro economic'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-6554258927169637014</id><published>2008-12-24T05:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:58:26.056-08:00</updated><title type='text'>pengenalan eksklusif ekonomi islam</title><content type='html'>PEMIKIRAN DAN&lt;br /&gt;SISTEM EKONOMI  ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pengampu : Nurkholish, S.Ag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas Resume Buku Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Subhan Muhajir                                   08423014&lt;br /&gt;Syarifah Amalia                                  08423023&lt;br /&gt;Yuyun Mahmudah                              08423021&lt;br /&gt;4.      Ahmad subhan                                    08423030&lt;br /&gt;5.      Awan Panggih nugroho                      08423015 &lt;br /&gt;                                        &lt;br /&gt;                                      &lt;br /&gt;                                &lt;br /&gt;PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM&lt;br /&gt;FAKULATAS ILMU AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;YOGYAKARTA&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  PENGENALAN EKSKLUSIF EKONOMI ISLAM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEKANISME PASAR. ISLAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    SISTEM PASAR DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep islam menegaskan bahwa pasar harus berdiri diatas prinsip persaingan bebas (perfect compition).Namun demikian bukan berarti kebebasan tersebut berlaku mutlak,akan tetapi kebebasan yang dibungkus oleh frame aturan syariah.Untuk itu pembahasan mengenai struktur pasar dalam konsep islam akan dimulai dengan pemahaman akan persaingan bebas.berikut komponen peran-peran pasar.&lt;br /&gt;~Peran pasar dalam distribusi barang dan jasa: Pasar terbuka akan mengarahkan kepada distribusi barang dan jasa secara optimal kepada seluruh konsumen,selama daya beli (purchasing power) antara para konsumen dipasar tidak terpaut berjauhan satu dengan lainnya.Dengan begitu sistem islam mengarahkan kepada distribusi kekayaan yang adil dan ihsan,sehingga sebuah komunitas muslim tidak terkotak kotak dengan jenjang level kekayaan yang terpaut berjauhan antara satu jenjang dengan yang lainnya.komunitss islam harus dibentuk dalam kesatuan “madani” yang menjujung persaudaraan antar sesama muslim.Hal inilah kemudian yang menegaskan hikmah disyariatkan instrumenkan zakat dan batasan-batasan syariah dalam mencari rezeki.                               &lt;br /&gt;~Peran pasar dalam menentukan upah:Penentuan upah diatur dalam kaidah-kaidah khusus yang ditentukasn pada tahapan sebelumnya berlakunnya penawaran riil atas kerja profesional tersebut dipasar.Ketentuan tersebut mensinyalir agar upah tidak berada dibawah kemampuan daya beli kebutuhan dasar atas pakaian,tempat tinggal dan makanan yang berlaku dipasar (maqasid syari`ah dangan ketentuan umum;sesuai tradisi yang berlaku).Bukan hanya itu,islam bahkan merekmondasikan bahwa upah seorang buruh harus bisa menutupi kebutuhan untuk mempunyai keluarga dan pembantu untuk mengurusi kebutuhan rumah tangganya.Diriwayatkan dari rosulullah bersabda,Artinya”Barang siapa yang diantara kita bekerja maka bekerjalah untuk mendapatkan seorasng istri, maka apabila belum mempunyai seorang pembantu,maka bekerjalah untuk mendapatkan seorang pembantu,dan apabila belum mendapatkan rumah,maka bekerjalah untuk mendapatkan rumah.”Dalam riwayat lain artinya”barang siapa….apabila belum mempunyai rumah,maka bekerjalah untuk mendapatkan rumah apabila belum menikah maka menikahlah dan apabila belum mempunyai pembantu maka bekerjalah untuk mendapatkan pembantu,dan apabila belum mendapatkan kendaraan maka bekerjalah untuk mendapatkan kendaraan.(HR.Abu Daud)&lt;br /&gt;~Peran pasar dalam menentukan keuntungan;Produktifitas modal dalam menghasilkan tingkat pengembalian tidak ditentukan secara pasti dalam nilai persentasi tertentu,akan tetapi ditentukan dari persentasi nilai keuntungan yang didapat dari produktifitas modal tersebut(bagi hasil).Dengan demikian keuntungan yang dibolehkan dalam ekonomi berbasis ajaran islam datang dari investasi permodalan dalam proses produksi.&lt;br /&gt;Dengan konsep tersebut,islam telah mewujudkan keseimbangan antara faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi.Karena dalam proses ribawi,proses produksi lebih bnyak berpihak kepada kepentingan investor yang masuk dalam proses.dimana investor dijamin bisa mengambil&lt;br /&gt;Keuntungan tanpa harus berhadapan dengan kemungkinan kerugian .  &lt;br /&gt;~Peran pasar dalam menentukan tingkat pengembalian lahan; Dalam mekanisme pasar islami,tingkat pengembalian akan selalu berbanding terbalik dengan ongkos yang diperlukan untuk pengolahan.besaran untuk tingkat pengembalian lahan ini disesuaikan menurut tingkat kualitas tanah dan produktifitasnya.Apabila lahan tersebut berkualitas tinggi,tidak banyak membutuhkan ongkos produksi,maka tentunya hasilnya akan besar dn tingkat pengembaliannya akan tinggi dan begitu juga sebaliknnya. Jika kualitas lahan rendah maka tentu si pengelola akan banyak membutuhkan ongkos produksi,secara otomatis akan menurunkan nilai tingkat pengembalian lahannya,karena dengan semakin tingginya ongkos produksi ,tentu akan berpengaruh kepada semakin tingginya harga,dan dengan semakin tingginya harga akan menurunkan permintaan hasil produksi.sedang sebaliknya jika ongkos produksi kecil, harga akan turun dan permintaan naik.&lt;br /&gt;Kondisi seperti diatas harus dijaga dan diseimbangkan oleh pihak-pihak yang mempunyai otoritas(pemerintah).Rusaknya sistem pasar untuk mekanisme dan peran ini,biasanya diawali dengan masuknya informasi yang tidak relevan dengan kenyatan atas suatu produk tertentu.Asimetrik informasikan dimanfatkan untuk menjadi faktor pengungkit dari tingkat pengembalian.Para pelaku pasar kerap menyisiati bagamana tingkat pengembalian tinggi walaupun pada kondisi dimana sebuah produk dihasilkan dari lahan yang kurang berkualitas,dan dengan ongkos produksi yang kecil.Distorsi semacam ini kemudian pasa akhirnya juga berkibat pada hilangnya kepercayaan masyarakat kepada mekanisme pasar.&lt;br /&gt;Dalam pembahasan diatas,sangat jelas bahwa ekonomi islam mengayomi kebebasan pasar untuk berfungsi sebagai penentu nilai produk –produk perekonomian.Akan tetapi harus digarisbawahi bahwa kebebasan ini tidak berlaku mutlak.Kebebasan pasar harus pula menyesuaikan dangan prinsip-prinsip yang digariskan ajaran Islam dalam kerja produktif dan keragamannya yang dapat berlaku dikomunitas Islami.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Moral sebagai faktor endogen dalam persaingan dipasar&lt;br /&gt;Agar persaingan berperan secara normal (Alamiah) dan terjamin keberlangsungannya,di mana struktur dan mekanisme dapt terhindar dari prilaku-prilaku negatif para pelaku pasar maka ajaran islam menawarkan satu paket aturan moral berbasis hukum syari’ah yang melindungi setiap kepentingan pelaku pasar.Aturan tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Spirtualisme transaksi perdagangan&lt;br /&gt;Islam mengenal adanya nilai-nilai spiritualisme pada setiap materi yang dimiliki,yang menjadi sentral dari konsep moralnya adalah semua barang milik Allah SWT. Dan bagaimana melakukan transaksi perdagangan yang sesuai dengan aturan main syari’ah.&lt;br /&gt;Islam memberikan ajaran kapan seorang muslim dapat melakukan transaksi, bagaimana mekanisme transaksi dan komoditas barang maupun jasa apa saja yang dapat diperjualbelikan di pasar muslim. Islam mngatur bagaimana seorang pedagang dapat mengharmonisasikan aktifitas perdagangan dengan kewajiban beribadah. Dimana secara umum ajaran Islam tidak memperkenankan jika aktifitas bisnis dan perdagangan dapat melupakan kita kepada kehadirat Allah SWT.(dzikrullah). Kemudian secara khusus islam tidak memperkenankan akifitas pasar berlaku pada saat masuk waktu shalat jumat.Bagaimana mekanismenya,yang menjadi acuannya adalah konsep yang tidak saling mendzalimi dan kesepakatan secara “atr-taradhin” (suka sama suka) Sedang untuk objek yang dapat diperjualbelikan,yang menjadi acuannya adalah slama tidak berbahaya bagi dirinya maupun orang lain (harmfulness dan Impurity),maka pelaku pasar dapat memperjualbelikannya,Ajaran Islam mempunyai ketegasan tinggi berkaitan dengan hal ini. Karna hal inilah yang menjadi landasan moral distingtif dengan konsep-konsep ekomnomi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu,dalam ajaran islam banyak sekali dijumpai stimultan ataupun insentif (reward atau pahla akhirat) bagi para pelaku pasar,yang dapat menerapkan bisnisnya secara halal.Tentu hal in I dilengkapi dengan perangkat tata laku dagang yang berporos kepada akhlak kejujuran,amanat,dan toleransi untuk tidak melakukan praktik-praktik negatif yang berdampak kepada distorsi mekanisme pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek hukum dalam mekanisme transaksi perdagangan&lt;br /&gt;Konsep halal dan haram sangatlah jelas dalam mekanisme bisnis dan transaksi di pasar.Secara umum aturan halal dan haram kontrak komersial atau bisnis dalam firman Allah SWT:”Hai orang-orang yang beriman!Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu ….”(QS. An-nisaa` (4)ayat 29)&lt;br /&gt;Mekanisme suka sama suka adalah panduan dan garis Al-Qur’an dalam melakukan kontrol terhadap perniagaan yang dilakukan. Teknik ,sistem,dan aturan main tentang tercapainya tujuan ayat tersebut menjadi ruang ijtihad bagi pakar muslim dalam menterjemahkan konsep dan implemantasinya pada konteks pasar modern saat ini.&lt;br /&gt;Para ulama kemudian menyimpulkan satu konsep fiqhiyah yang menegaskan pelarangan bagi para pelaku pasar untuk mempraktikan sejumlah transaksi berikut:&lt;br /&gt;Transaksi riba, ghjarar,dan maysir: Dalam perspektif para sarjana musliam kontenporer infrastruktur perekonomian harus berdiri di atas perekonomian tanpa bunga. Oleh sebab itu,transaksi yang dijalankan dalam kerja dan bisnis mengacu kepada konsep muamalah yang sudah dikonvergensi dengan sistem ekonomi dan keuangan modern.Substansi dari pelarangan riba adalah untuk mengantisipasi adanya tindakan-tindakan eksploitatif terhadap mereka yang lebih lemah/kecil dalam mekanisme kerja dan bisnis.&lt;br /&gt;Transaklsi An-Najsy:  yaitu adanya kesepakatan antara penjual dengan pihak ketiga untuk melakukan penawaran palsu sehingga dapat mempengaruhi prilaku calon pembeli.&lt;br /&gt;Transaksi Al-Ghaban: yaitu suatu transaksi jual beli yang dilakukan di bawah atau diatas harga yang sebenarnya.Dalam transaksi jenis ini sangat terbuka lebar terjadinya asimetris information antar pelaku pasar. Syari’ah menjamin adannya keterbukaan dalam hal informsi yang menyangkut kinerja perusahan,sehingga penentuan harga melalui mekanisme pasar haruslah berdasarkan prediksi kondisi keuangan riil dari perusahaan tersebut.    &lt;br /&gt;Transaksi Al Ma’dum: yaitu jenis penjualan barang dan jasa yang tidak atau belum dimilki langsung oleh si penjual.&lt;br /&gt;            Walaupun demikian prinsip syari’ah dalam muamalah (bisnis dan transaksi)dapat menerima adannya inovasi.hal tersebut dikuatkan dengan banyak hadist nabi yang menberikan keleluasaan kepada manusia untuk melakukan transaksi dan berbisnis bahwa:Artinya”kaum muslimin terkait dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram”&lt;br /&gt;Larangan-larangan yang disebutkan dalam hadist nabi merupakan suatu batas koridor yang secara substansi harus dicarikan makna dan nilai yang terkandung di dalamnnya secara filosofis.sehingga pemaknaan hadist tersebut tidak dilakukan melalui pendekatan bentuk dan model yang terjadi saat itu,tetapi lebih dicarikan sebab dan substansi pelarangannya. Hal ini penting sehingga prinsip syari’ah dalam mengatur kontrak komersial tidak kehilangan substansi dan nilai filsafatnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Pengawasan pasar  &lt;br /&gt;Para intlektual muslim menyatakaan bahwa sistem pengawasan pasar berlaku dalam sistem ganda dan berjenjang yaitu:pengawasan pasar atas dirinnya sendiri (internal)dan pengwasan yang dilakukan oleh pihak lain (eksternal).Penjelasaan dari msing-masing pengawasan pasar itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;pengawasaan internal : pengawasaan ini berlaku personal pada setiap diri pribadi muslim.Sistem pengawasaan ini akan bergantung sepenuhnya kepada adannya pendidikan islami,dengan melandaskan nilai kepada rasa takut kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;pengawasan eksternal : pada saat keimanan dan ketakwaan tidak bisa lagi dijadikan jaminan,dan pada saat dimana aspek-aspek religi tidak bergairah,kemudian peku pasar mengarahkan aktifitas ekonominya kepada cara-cara yng negatif,maka pada saat ini ajaran islam menolelir untuk “memukul tangan”mereka dan melaramgnya dari perbutan yang rusak dan merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu,ajaran Islam mengenalkan sistem Hisbah yang berlaku sebagai institusi pengawas pasar.yang berfungsi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Ø  Mengorganisir pasar,Agar dapat mefungsikan diri sebagai solusi permasalahan ekonomi umat melalui mekanisme sistem kompetisi terbuka dan sempurna sesuai dengan aturan syari’ah Islamiyah&lt;br /&gt;Ø  Menjamin instrumen harga barang dan jasa ditentukan sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan.&lt;br /&gt;Ø  Melakukan pengawasaan produk-produk.yang masuk dipasar berikut dengan perangkat instrumen yng dikembangkan untuk transaksinya&lt;br /&gt;Ø  Mengupayakan agar informasi di pasar dapat terdistribusikan secara baik kepada parapenjual maupun pembeli&lt;br /&gt;Ø  Menjamin tidak adannya praktik-praktik monopolistik para pelaku pasar&lt;br /&gt;Ø  Mengupayakan agar praktik-praktik mediator tidak berlaku di pasar&lt;br /&gt;Ø  Mengupayakan prilaku moral Islami seperti kejujuran,amanah,tolernsi dan lain sebagainnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KEBIJAKAN FISKAL DALAM EKONOMI ISLAM&lt;br /&gt;Dalam ekonomi konfensionl kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai langkah pemarintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam pembalanjaan (dalam konsep makro disebut dengan government expenditure) .tujuan kebijakan fiskal dalam ekonomi sekuler adalah tercapainya kesejahteraan,yang didefenisikan sebagai adanya benefit maksimal bagi individu dalam kehidupan tanpa memandang kebutuhan spirituil manusia.Fiskal terutama ditujukan terutama untuk mencapai alokasi sumber daya secara efesien,stabilisasi ekonomi,prtumbuhan,dan distribusi pendapatan serta kepemilikan.&lt;br /&gt;Kebijakan fiskal dan keuangaan mendapat perhatian serius dalam tata perekonomian Islam sejak awal. Dalam negara Islam,kebijakan fiskal merupakan suatu perangkat untuk mencapai tujuan syari’ah yang di jelaskan  Imam Al-Ghazali termasuk meningkatkan kesejahteraan dengan tetap menjaga keimanan,kehidupan Intelektualitas,kekayaan,dan kepemilikan.&lt;br /&gt;Dalan ekonomi Islam kebijakan fiskal bertujuan untuk mengembangkan suatu masyarakat yang didasarkan atas distribusi kekayaan berimbang dengan menempatkan nilai-nilai matrial dan spiritual pada tingkat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Posisi Kebijakan Fiskal&lt;br /&gt;Bisa dikatakan,kebijakan fiskal memegang peranan penting dalam sistem ekonomi Islam bila dibandingkan kebijakan moneter. Adanya larangan tentang riba serta kewajiban tentang pengeluaran zakat menyiratkan tentang pentingnya kedudukan kebijakan fiskal dibandingkan dngan kebijakan moneter.larangan bunga yang diberlakukan pada tahun keempat Hijriah telah mengakibatkan sistem ekonomi Islam yang dilakukan oleh nabi terutama bersandar kepada kebijakan fiskalnya saja.Sementara itu, negara Islam yang dibangun oleh nabi tidak mewarisi harta sebagaimana layaknya dalam pendirian suatu negara. Oleh karena itu, kita akan mampu melihat bagaimana kebijakan fiskal sangat memegang peranan penting dalam membangun negara Islam tersebut.&lt;br /&gt;Aspek politik dari kebijakan fiskal dilakukan oleh khilafah adalah dalam mengurusi dan melayani umat. Kemudian dilihat dari bagaimana Islam memcahkan problematika ekonomi, maka berdasarkan kajian fakta permasalahan ekonomi secara mendalam terungkap bahwa hakikat permasalahan ekonomi terletak pada bagaimana distribusi harta dan jasa ditengah-tengah masyarakat sehingga titik berat pemecahan permasalahan ekonomi adalah bagaimana menciptakan suatu mekanisme distribusi ekonomi yang adil.Allah SWT.mengingatkan kita tentang betapa sangat urgentnya maslah distribusi harta ini dalam firmannya:&lt;br /&gt;            “…..Supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kamu….” (QS.al-Hasyr:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     ZISWA Sebagai Komponen Kebijakan Fiskal Islami &lt;br /&gt;Dalam islam kita kenal adanya konsep zakat,infak,sedekah,wakaf dan lain-lain (ZISWA).Zakat merupakan kewajiban untuk mengeluarkan sebagian pendapatan atau harta seseorang yang telah memenuhi syarat syari’ah Islam guna diberikan kepada berbagai unsur masyarakat yang telah ditetapkan dalam syari’ah Islam.Sementara Infak,Sedekah,Wakaf merupakan pengeluaran `sukarela`yang juga sangat dianjurkan dalam Islam.Dengan demikian ZISWA  merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam kebijakan fiskal. Sebagai salah satu kebijakan fiskal,ZISWA, merupakan salah satu sendi utama dari sistem ekonomi Islam yang kalau mampu dilaksanakan dengan baik akan memberikan dampak ekonomi yang lur bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat&lt;br /&gt;Kata Zakat berarti menumbuhkan, memurnikan (mensucikan),memperbaiki yang berarti penbersihan diri yang didapatkan setelah pelaksanan kewajiban membayar zakat. Dua fungsi yang penting .&lt;br /&gt;Pertama :Zakat akan mensucikan jiwa orang yang membayarnya dari sifat serakah dan sebaliknya,mendorong untuk berderma dan membelanjakan harta untuk hal-hal yang baik.Yang Kedua : Zakat menjadikan masyarakat tumbuh dengan baik (sehat).Zakat mencegah segala pengaruh yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi.Sebaliknya mendorong tercapainya kemajuan ekonomi.Dengan menjadikan zakat sebagai kewajban bagi setiap muslim yang berharta untuk membayar zakat atas harta kekayaannya. Akan memberikan dorongan sangat kuat kepada b&lt;br /&gt;anyak orang untuk melakukan investasi modalnya sehingga menumbuhkan dan meningkatkan kekayaan total seluruh masyarakat.&lt;br /&gt;Potensi zakat ini tentu akan bertambah besar bila dimasukan pula zakat pertanian,perkebunan,kehutanan,harta terpendam,barang tambang,kekayaan laut,pertenakan, harta emas, harta simpanan, perdagangan, saham, obligasi, investasi industri, dan zakat fitrah serta infak, sedekah, kafarat, wakaf, DLL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakaf&lt;br /&gt;Wakaf merupakan satu insteumen dalam Islam yang melum diberdayakan secara optimal di Indonesia .padahal sejumlah negara lain seperti Mesir dan Bangladesh, Wakaf telah dikembangkan sedemikian rupa,sehaingga menjadi sumber pendanaan yang tiada habis-habisnya bagi pengembangan ekonomi umat. Dalam kondisi ekonomi keterpurukan ekonomi seperti yang telah dialami Indonesia saat ini.alangkah baiknya bila kita mempertimbangkan pngembangan instrumen wakaf ini.&lt;br /&gt;Dalam hukum Islam, wakaf berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama (zatnya) kepada seseorang atau nadzir (penjaga wakaf) baik berupa perorangan maupun lembaga,dengan ketentuan bahwa hasilnya digunakan sesuai dengan syariat Islam&lt;br /&gt;Diantara instrumen ZISWA, untuk kasus di Indonesia wakaflah yang paling terbeakang kemajuannya. Padahal sesungguhnya wakaf telah dikenal oeh umat Islam dan dilaksanakan oleh umat Islam sejak agama Islam masuk ke Indonesia, maklum karena lahan yang digunakan untuk sekolah Islam atau masjid pada umumnya berasal dari wakaf.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Kebijakan Pendapatan ekonomi Islam&lt;br /&gt;Islam telah menentukan sektor-sektor penerimaan pemerintah, melalui zakat,ghanimah, fai, jizyah, shadaqah, kharaj, dan lain-lain. Jika diklarisifikasikan maka pendapatan tersebut ada yang bersifat rutin seperti : zakat,jizyah, kharaj, shadaqah, serta pajak jika diperlukan, dan ada yang bersifat temporer seperti : ghanimah, fai, dan harta yang tidak ada pewarisnya.&lt;br /&gt;Khaf (1999) berpendapat sedikitnya ada tiga prosedur yang harus dilakukan pemerintah Islam modern dalam kebijakan pendapatan fiskalnya dengan asumsi pemerintah tesebut sepakat dengan adanya kebijakan pungutan pajak.&lt;br /&gt;1.  Kaidah Syariyah yang Berkaitan dengan Kebijakan Pungutan Pajak&lt;br /&gt;Ajaran Islam dengan rinci telah menentukan, syarat, kategori harta yang harus dikeluarkan zakatnya, lengkap dengan besaran tarifnya. Maka dengan ketentuan yang jelas tersebut tidak ada hak bagi pemerintah unytuk mengubah tarif yang telah ditentukan.Akan tetapi pemerintah dapat mengadakan perubahan dalam struktur harta yang wajib di zakati dengan berpegang teguh pada nash-nash umum yang ada, dan pemahaman terhadap realita madern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                  Kaidah-Kaidah syariyah yang Berkaitan dengan  Hasil    Pendapatan  yang Berasal dari Aset Pemerintah&lt;br /&gt;Menurut kaidah syar’iyah pendapatan dari aset pemerintah dapat dibagi ke dalam dua kategori: (a) pendapatan dari aset pemarintah yang umum, yaitu berupa investasi aset pemerintah yang dikelola baik oleh pemerintah sendiri atau masyarakat.Ketika aset tersbut dikelola oleh individu masyarakat maka pmerintah berhak menentukan bagian pemerintah dari hasil yang dihasilkan oleh aset tersebut dengan berpedoman dengan kaidah maslahah dan keadilan.(b) pendaatan dari aset yang masyarakat ikut memanfaatkannya adalah berdasarkan kaidah syar’iyah yang menyatakan bahwa manusia berserikat dalam memiliki air, api, garam, dan yang semisalnya. Kaidah ini dalam konteks pemerintahan modern adalah sarana-sarana umum yang sangat dibutuhkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah syar’iyah yang Berkaitan dengan Kebijakan Pajak&lt;br /&gt;Prinsip ajaran Islam tidak memberikan arahan dibolehkanyya pemerintah mengambil sebagian harta milik orang kaya secara paksa (undang-undang dalam konteks ekonomi madern).sesulit apapun kehidupan Rasulullah SAW.di Madinah beliau tidak pernah menentukan kebijakan pungutan pajak.Dalam konteks ekonomi modern pajak merupakan satu-satunya sektor pendapatan terpenting dan terbesar dengan alasan pendapatan tersebut dialokasikan pada publiks goods dan mempunyai tujuan sebagai alat redistribusi, penstabilan dan pendorong pertumbuhan ekonomi. Seandainya pungutan pajak itu diperbolehkan dalam islam maka kaidahnya harus berdasarkan a’dalah dan kaidah dharurah yaitu pungutan tersebut hanya bagi orang yang mampu atau kaya dan untuk pembiyayan yang sangat diperlukan dan pemerintah tidak mempunyai atau memiliki sektor pemasukan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Kebijakan Belanja Ekonomi Islam&lt;br /&gt;Efesiensi dan efektifits merupakan landasan pokok dalam kebijakan pengeluaran pemerintah,yang dalam ajaran Islam dipandu oleh kaidah-kaidah syar’iyah dan penentuan skala prioritas.Para ulama terdahulu telah memberikan kaidah-kaidah umum yang di dasarkan pada Al-Qur’an dan Al-Hadist dalam memandu kebijakan pemerintah. Diantara kaidah (Chapra:1995,288-289)&lt;br /&gt;1)      Kebijakan atau belanja pemerintah harus senantiasa mengikuti kaidah maslahah&lt;br /&gt;2)      Menghindari masyaqqah kesulitan dan mudharat harus didahulukan ketimang melakukan pembenahan.&lt;br /&gt;3)      Mudarat individu dapat dijadikan alasan demi menghindari mudarat skala umum.&lt;br /&gt;4)      Pengorbanan individu dapat dilakukan dan kepentingan individu dapat dikorbankan demi menghindari kerugian dan pengorbanan secara umum&lt;br /&gt;5)      Kaidah al-giurmu bil gunni yaitu kaidah yang menyatakan bahwa yang mendapatkan manfaat harus siap menanggung beban (yang ingin untung harus siap menanggung kerugian)&lt;br /&gt;6)      Kaidah Ma la yatimmu al waajibu illa bihi fahua wajib yaitu kaidah yang menyatakan bahwa sesuatu hal yang wajib ditegakan dan tanpa ditunjang oleh faktor penunjang lainnya tidak dapat dibangun&lt;br /&gt;Kaidah-kaidah itu dapat membantu dalam mewujudkan efektifitas dan efesiensi pembelanjaan pemerintahan dalam Islam, Sehingga tujuan-tujuan dari pembelanjaan-pembelanjaan pemerintah dapat trcapai.diantara ytujuan-tujuan pembelanjaan dalam pemerintahan Islam:&lt;br /&gt;a)      Pengeluaran demi memenuhi kebutuhan hajat masyarakat&lt;br /&gt;b)      Pengeluaran sebagai alat redistribusi kekayaan.&lt;br /&gt;c)      Pengeluaran yang mengarah pada smakin bertambahnya permintaan efektif&lt;br /&gt;d)      Pengeluaran yang berkaitan dengan investasi dan produksi.&lt;br /&gt;e)      Pengrluaran yang bertujuan untuk menekan tingkat inflansi dengan kebijakan intervensi pasar.&lt;br /&gt;.  Kebijakan fiscal dalam Islam tidak lepas dari kaidah politik ekonomi (as-siyasatul al-iqtishadi)yang bertujuan,sebagaimana yang dikemukakan abdurahman Al-Maliki,yaitu menjamin kebutuhan priemer (al-Hajat al-asasiyah/basic needs)per individu secara menyeluruh,dan membantu tiap-tiap individu di antara mereka untuk memunuhi kebutuhan sekunder-sekunder dan terealisasinya (al-hajat al-kamaliyah) sesuai kadar kemampuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Moneter Dalam Islam&lt;br /&gt;Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah untuk memperbaiki keadaan perekonomian melalui pengaturan jumlah uang yang beredar.Jumlah uang yang beredar,dalam analisis ekonomi makro,meiliki pengaruh penting terhadap tingkat output perekonomian, juga tehadap stabilitas harga-harga.uang yang beredar yang terlalu tinggi tanpa disertai kegiatan produksi yang seimbang,akan ditandai dengan naiknya tingkat harga-harga pada seluruh barang dalam perekonomian atau dikenal dengan istilah Inflasi.&lt;br /&gt;Kebijakan moneter dalam perekonomian modern dilakukan melalui berbagai instrument,yaitu oprasi pasar terbuka (open market operation), penentuan tingkat bunga, ataupun penentuan besarnya cadangan wajib dalam sector perbankan.Namun krisis ekonomi yang terjadi pada 1997 telah banyak mengajarkan banyak hal kepada kita.perekonomian Indonesia yang ikut terseret dalam pusaran krisis yang berkepanjangan ditengarai akibat pengelolaan kebijakan moneter yang tidak efektif.bahkan keterbelitan IMF dan bank dunia membantu pemerintahan Indonesia dala penanganan krisis secara moneter,justru membuat keadaan semakin parah.itulah antara lain yang membuat efektifitas kebijakan moneter dalam mengelola perekonomian banyak diperbedebatkan para ahli.Salah satu penyebab krtidakefektifan itu adalah digunakannya suku bunga perbankan sebagai salah scatu kebijakan moneter,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Kebijakan Moneter tanpa Bunga&lt;br /&gt;Bunga sesungguhnya merupkan sumberpermasalahan yang mengakibatkan ketidakstabilan perekonomian.karna bunga adalah instrument yang menyebabkan ketidak seimbangan sektor riil dan moneter.Marilah kita kita ambil contoh sederhana berikut:Misalkan seseorang memiliki asset Rp I miliar dan dia dihadapkan pada dua pilihan investasi, yakni deposito di bank dengan bunga 10 persen setahun dan satu investasi di sektor riil yang menjajikan return sebesar 10 persen per tahun.secara rasional dapat di duga orang tersebut akan memilih deposito.karena pilihan itu memberikan return.sedangkan investasi disektorn riil masih ada resiko kegagalan dan ketidakpastian. Dari contoh sederhana inikita bisa melihat bunga memang menciptakan jarak antara sector keuangan dan sector riil.&lt;br /&gt;Dalam perekonomian Islam, sector perbankan tidak mengeenal suku bunga. System keuangan Islam menerapkan system pembagian keuntungan dan kerugian  (profit dan loss sharing),bukan kepada tingkat bunga yang telah menetapkan tingkat keuntungan di muka.Besar kecilnya pembagian keuntunganyang diperoleh nasabah perbankan Islam ditentukan oleh besar kecilnya pembagian keuntungan yang diperoleh bank dari kegiatan investasi dan pembiyaanya di sector riil. Jadi, dalam system keuangan Islam, hasil dari investasi dan pembiyayaan  yang dilakukan di sector riil yang menentukan besar kecilnya pembagian keuntungan di sector moneter.artinya sector moneter memiliki ketergantungan kepada sector riil.Jika investasi dan produksi di sector riil berjalan dengan lancar, maka return pada sector moneter akan meningkat.sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa jondisi di sector moneter akan meningkat. Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa kondisi di sektor moneter merupakan merupakan cerminan kondisi sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Posisi Bank Central dalam Islam&lt;br /&gt;Marilah kita melihat fungsi bank Central dan meninjaunya secara perspektif sejarah ekonomi Islam. Pertama , fungsi mencetak uang tau currency.yakni memproduksi dan selanjutnya mendistribusikan uang. Yang Kedua, bank sentral juga berfungsi atau bertugas sebagai pengawas lembaga-lembaga keuangan yang ada dan juga mengelola system keuangan Negara agar senantiasa stabil dan terarah.&lt;br /&gt;Dilihat dari kacamata Islam maka aspek pengawasan dan regulasi sector keuangan atau perbasnkan ini akan jatuh kedalam kewenangan para muhtasib, Dalam pengertian sebenarnya muhtasib dan lembaganya hisbah, mempunyai tugas mengawasi pasar, mengontrol timbangan dan sukatan, menjaga dari tindakan penipuan, mengatur harga, arbitrasi antara penjual dan pembeli,dan bahkan termasuk juga mengawasi jalan-jalan perkotaan.&lt;br /&gt;Dalam konteks yang lebih luas,dan dengan perkembangaan pasa yang suda sedemikian kompleks sekarang, ditandai dengan berbagai jenis pasar,maka jita bisa menyandarkan posisi hisbah ini dalam konteks lembaga pengawas dan penyelia pasar-pasar ekonomi yang ada sekarang. Sehingga salah satu aspek dari hisbah adalah mengawasi jalannya aktifitas perbankan dan keuangan agar berjalan lancer dan teratur,Sebagaimana fungsi yang di jalankan oleh bank sentral.  &lt;br /&gt;Konsep bank sentral dengan segala tanggung jawab dan fungsinya itu, sesungguihnya tidak dikenal dengan sejarah perekonomian Islam. Apalagi bank sentral sendiri merupakan inovasi terbaru dalam sisitem ekonomi konvensional.sehingga wajar apabila fungsi dan kedudukan bank sentral dalam konteks ekonomi Islam sekarang patut diperdebatkan&lt;br /&gt;Tidak Islaminya bank sentral ini terkait dengan kegiatan pengedaran uang yang dilakukanya, dimana bank sentral sebagai tangan pemerintah memperoleh pendapatan yang tidak adil dari uang yang beredar,(seignorage) dalam bahasa yang mudah itu adalah pendapatan yang diterima dari mencetak uang, dimana nilai nominal uang yang dicetak jauh lebih besar daripada nilai kertas dan biaya pencetakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMBAGA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA&lt;br /&gt;Secara ringkas namun cukup rinci kami akan membahas lembaga keuangan Islam yang telah tumbuh dan berkembang di Indonesia beserta produk-produknya.lembaga-lembaga yang akan di bahas antara lain : perbankan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Perbankan&lt;br /&gt;Berkembangnya bank-bank denagan landasan syariah Isam diberbagai Negara pada decade 1970-an, berpengaruh pula ke Indonesia. Pada awal 1980-an, diskusi mengenai bank syariah sebagai pilar ekonomi Islam mulai dilakukan.sejumlah tokoh yang terlibat dalam diskusi antara lain :Karnaen A. Perawaatmadja, M.dawam Rahardjo,M,Azis,dan beberapa tokoh lainya (Antonio 2001)&lt;br /&gt;Ada sejumlah perbedaan yang mendasar antara bank syaria dan bankl konvensional. Perbedaan itu menyankut aspek legal, struktur organisasi, usaha yang dibiayai,dan lingkungan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Aspek Legalitas&lt;br /&gt;Di perbankan syariah, akad yang silakukan memiliki dimensi duniawi dan ukhrawi karena berlandaskan hokum islam. Setiap akad dalam perbankan syariah , baik dal hal barang, pelaku transaksi maupun ketentuan  lainya harus memenuhi ketentuan akad seperti:&lt;br /&gt;a.       Rukun: adanya penjual, pembeli, barang, harga, dan ijab Kabul&lt;br /&gt;b.      Syarat:barang dan jasa harus halal, harga harus jelas, tempat penyerahan harus jelas,barang yang ditransaksikan harus sepenuhnya dalam kepemilikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Lembaga Penyelesai sengketa&lt;br /&gt;Berbeda dengan bank konvensional, jika pada perbankan syariyah terdapat perselesihan, penyelesainya tidak dilakukan di pengadilan Negri melainkan sesuai tata cara dan materi hukum syariah. Lembaga yang mengatur hukum materi berdasarkan prinsip syariah dikenal dengan nama badan Arbitrase Muamalah Indonesia atau BAMUL. Lembaga ini didirikan oleh kejaksaan Agung RI dan majelis Ulama Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Struktur organisasi&lt;br /&gt;Sebenarnya struktur organisasi bank syariah dengan bank konvensional secara garis besar sama saja. Yakni ada komisaris dan direksi beserta perangkat pendukung di bawahnya.Namun ada satu yang membedakan yakni keharusan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) di bank syariah DPS bertugas mengawasi oprasional bank dan produk-produknya agar tidak menyimang dari garis syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Pembiayaan &lt;br /&gt;Perbedaan pokok antara perbankan syariah dengan konvensional dalam pembiayaan adalah adanya larangan riba(bunga)pada perbankan syariah. Prinsip utama yang dianut banmk-bank Islam adalah :&lt;br /&gt;a.       Larangan riba dal;am berbagai bentuk transaksi.&lt;br /&gt;Menjlankan bisnis dan aktifitas perdagangan yang berbasis pada memperoleh keuntungan yang sah secara syariah&lt;br /&gt;b.      Memberikan zakat.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan kegiatan pembiayaan perbankan syariah menempuh mekanisme baghi hasil (profit and loss sharing investment) sebagai pemenuhan kegiatan permodalan (equity financing).dan investasi berdasarkan imbalan melalui mekanisme jual beli sebagai pemanuhan kebutuhan pembiayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      Equity Financing&lt;br /&gt;Dalm hal kegiatan permodalan (Equity Financing) ada dua macam kontrak, yakni:&lt;br /&gt;.Musyarakah : bank syariah bersama pihak lain (satui atau lebih) mengumpulkan modal untuk membentuk suatu perusahan.setiap pihak dalam syirkah itu memiliki bagian keuntungan maupun hak mengawasi perusahan secara proporsional sesuai denga konttribusi modal yang diberikan&lt;br /&gt;Mudharabah : satu bentuk kontrak antara penyedia dana (shohibul mal)dengan pengusaha (mudharib). Pada saat proyek sudah selesai maka mudharib mengembalikan modal tersebut kepada penyedia dana berikut porsi keuntungan yang telah disetujui sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b,  Debt Finacing&lt;br /&gt;   Pembiayaan dilakukan dengan menggunakan teknik jual beli(bai) Pengertian bai meliputi berbagai kontrak pertukaran barang dan jasa dalam jumlah tertentu.Jenis-jenis transaksinya:&lt;br /&gt;a.Murabahah :kontrak jual beli dimana barang diserahkan segera sedangkan pembayaran diserahkan kemudian hari&lt;br /&gt;b.Bai’ bitsaman ajil : barang diserahkan segera, pembayaran diserahkan kemudian secara angsuran&lt;br /&gt;c.Bai’ as-salam : pembayaran diserahkan di muka sedangkan barang di kemudian hari&lt;br /&gt;d.Bai’ al-istisna ; pembayaran dilakukan secara diangsur terlebih dahulu ,barangnya diserahkan kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Referensi  :&lt;br /&gt;              Nasution,Mustofa Edwin. Pengantar Eklusif Ekonomi Islam, Kencana, Jakarta 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Islam sesungguhnya sesuatu realitas baru dalam dunia ilmiah modern saat ini. Dalam kurun waktu lima puluh tahun terahkir ini, Ia terus tumbuh mwnyempurnakan diri ditengah-tengah beragamnya sistem sosial dan ekonomi konfensional yang berbasis pada sistem sekuler. Dikatakan “baru”,Karna sesungguhnya ilmu ekonomi Islam sudah pernah dipraktekan secara sempurna dimasa rosululah hingga masa keemasan Daulah islamiyah beberapa abad lalu.&lt;br /&gt;Namun haruslah diyakini ekonomi Islam bukan hadir sebagai reaksi atas dominasi kapitalisme mauoun sosialisme ketika itu. Ekonomi Islam hadir sebagai bagian dari totalitas kesempurnaan islam itu sendiri. Islam harus dipeluk secara kaffah oleh umatnya, maka konsekuensinya umat islam harus mewujudkan keislamannya dalam  segala aspek kehidupan, termasuk kehidupan ekonomi. Karna sesungguhnya, umat islam, telah memiliki sisitem ekonomi tersendiri dimana garis besarnya telah digabarkan secara utuh dalam Al-Qur’an dan As-sunnah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-6554258927169637014?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/6554258927169637014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=6554258927169637014&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/6554258927169637014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/6554258927169637014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/pengenalan-eksklusif-ekonomi-islam.html' title='pengenalan eksklusif ekonomi islam'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-2771485091135177568</id><published>2008-12-24T05:56:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T05:56:49.074-08:00</updated><title type='text'>akad jual beli</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang merupakan objek dalam study ekonomi yaitu Produksi, distribusi, konsumsi. Yang mana hal ini merupakan sebuah kesatuan dalam mekanisme pasar. Dan didalam mekanisme pasar ada sebuah objek sorotan pentng dalam bermuamalah yaitu jual beli. Dan pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sebuah kegiatan dalam berekonomi yaitu perdagangan atau jual beli dalam sebuah koridor perspektif islam.yang mana mencakup tentang pengertian jual beli,rukun syarat, dan macamnya.&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Menurut etimologi&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;, jual beli diartikan:" Pertukaran sesuatu dengan sesuatu [yang lain]. Kata lain dari al-bai' adalah asy-syira', al-mubadah, dan at-tijarah. Berkenaan dengan kata at-tijarah, dalam Al-Qur'an surat Fathir ayat 29:&lt;br /&gt;يرجون تجارة لن تبور.&lt; فاطر:29 &gt;&lt;br /&gt;Artinya:" Mereka mengharap tijarah [perdagangan] yang tidak akan rugi." [QS.Fathir: 29]&lt;br /&gt;Menurut istilah terminology yang dimaksud dengan jual beli adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Menukar barang dengan barang atau barang dengan uang dengan jalan melepaskan hak milik dari yang satu kepada yang lain atas dasar saling merelakan.&lt;br /&gt;2. Pemilik harta benda dengan jalan tukar menukar yang sesuai dengan aturan syara.&lt;br /&gt;3. Saling tukar harta, saling menerima,dapat dikelola (tasharruf)dengan ijab dan qabul, dengan cara sesuai syara.&lt;br /&gt;4. Aqad yang tegas atas dasar penukaran harta dengan harta, maka jadilah penukaran hak milik secara tetap.&lt;br /&gt;Dari beberapa defenisi diatas dapat dipahami bahwa inti jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai secara sukarela diantara kedua belah pihak, yang satu menerima benda-benda dan pihak lain menerimanya sesuai dengan perjanjian atau ketentuan yang telah dibenarkan Syara dan disepakati.&lt;br /&gt;Sesuai dengan ketetapan hukum maksudnya ialah memenuhi persyaratan-persyaratan, rukun-rukun , dan hal-hal lain yang ada kaitannya dengan jual beli sehingga bila syarat-syarat dan rukunya tidak terpenuhi berarti tidak sesuai dengan kehendak Syara’&lt;br /&gt;Benda dapat mencakup pengertian barang dan uang, sedangkan sifat benda itu harus dapat dinilai, yakni benda-benda yang berharga dan dapat dibenarkan penggunaannya menurt Syara’ .Benda itu adakalanya bergerak (dipindahkan) , ada yang dapat dibagi-bagi, adakalanya tidak dapat dibagi-bagi. Ada harta yang ada perumpamaannya (misli) dan tak ada yang menyerupainya (qimi) dan lain-lainnya. Penggunaan harta tersebut diperbolehkan sepanjang tidak dilarang Syara’.&lt;br /&gt;Benda seperti alcohol, babi, dan barang terlarang lainnya haram diperjualbelikan sehingga jual beli tersebut dipandang batal dan jika dijadikan harga penukar, maka jual beli tersebut dianggap fasid.&lt;br /&gt;Jual beli menurut malikiyah ada dua macam. Yaitu jual beli yang bersifat umum dan jual beli yang bersifat khusus.&lt;br /&gt;Jual beli dalam arti umum ialah suatu perikatan tukar-menukar sesuatu yang bukan kemanfatan dan kenikmatan. Perikatan adalah akad yang mengika kedua belah pihak. Tukar menukar yaitu salah satu pihak menyerahkan ganti penukaran atas sesuatu yang ditukarkan oleh pihak lain.Dan sesuatu yang bukan manfaat ialah bahwa benda yang ditukarkan adlah dzat (berbentuk), ia berfungsi sebagai objek penjualan, jadi bukan manfaatnya atau bukan hasilnya.&lt;br /&gt;Jual beli dalam arti khusus ialah ikatan tukar menukar sesuatu yang bukan kemanfaatan dan bukan pula kelezatan yang mempunyai daya tarik, penukarannya bukan mas dan bukan pula perak, bendanya dapat direalisir dan ada seketika (tidak ditangguhkan), tidak merupakan utang baik barang itu ada dihadapan pembeli maupun tidak, barang yang sudah diketahui sifat sifatnya atau sudah diketahui terlebih dahulu.&lt;br /&gt;B. Rukun dan Syarat Jual Beli&lt;br /&gt;Rukun jual beli ada tiga, yaitu Akad (ijab Kabul),orang-orang yang berakad (penjual dan pembeli), dan ma’kud alaih (objek akad)&lt;br /&gt;Akad ialah ikatan kata antara penjual dan pembeli. Jual beli belum dikatakan sah sebelum ijab dan qabul dilakukan sebab ijab qabul menunjukan kerelaan (keridhaan). Pada dasarnya ijab dan qabul dilakukan dengan lisan, tetapi kalau tidak mungkin, misanya bisu atau yang lainnya, boleh ijab qabl dilakukan dengan surat menyurat yang mengandung aeti ijab dan qabul.&lt;br /&gt;C. Syarat-syarat Sah Ijab dan Qabul&lt;br /&gt;Syarat-syarat sah ijab dan qabul ialah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Jangan ada yang memisahkan , pembeli jangan diam saja setelah si penjual menyatakan ijab dan sebaliknya.&lt;br /&gt;2. Jangan diselingi dengan kata-kata lain antara ijab dan qabul.&lt;br /&gt;3. Beragama Islam , Syarat ini khusus untuk pembeli saja dalam benda-benda tertentu, misalnya seseorang dilarang menjual hambanya yang beragama Islam kepada pembeli yang tidak beragama Islam, sebab besar kemungkinan pembeli tersebut aakan merendahkan abid yang beragama islam&lt;br /&gt;Syarat-syarat benda yang menjadi objek akad ialah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Suci atau mungkin untuk disucikan sehinga tidak sah penjualan benda-benda najis seperti anjing, babi, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;2. Memberi manfaat menurut syara’. Maka dilarang jual beli benda-benda yang tidak bleh diambil manfaatnya menurut Syara’, seperti menjual babi,cicak, dan yang lannya.&lt;br /&gt;3. Jangan ditaklikan, yaitu dikaitkan atau digantungkan kepada hal-hal lain . seperti jika ayahku pergi, kujual motor ini kepadamu.&lt;br /&gt;4. Tidak dibatasi waktunya, seperti kujual motor ini kepadamu selama satu tahun. Maka penjualan mototr itu tidak sah sebab jual beli merupakan salah satu sebab kepemilikan secara penuh yang tidak dibatasi apapun kecuali ketentuan Syara’.&lt;br /&gt;5. Dapat diserahkan dengan cepat maupun lambat&lt;br /&gt;6. Milik sendiri, tidaklah sah menjual barang oaring lain tanpa seizin pemiliknya atau barang yang akan menjadi miliknya.&lt;br /&gt;7. Diketahui(dilihat), barang yang diperjualbelikan harus dapat diketahui banyaknya, beratnya , takaranya, atau ukuran ukuran yang lainnya , maka tidaklah sah jual beli yang menimbulakan keraguan salah satu pihak.&lt;br /&gt;Syarat-syarat orang yang melakukan akad sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Baligh berakal agar tidak mudah tertipu orang.batal akad anak kecil , dan orang bodoh sebab mereka tidak pandai mengendalikan harta.&lt;br /&gt;2. Beragama Islam, Syarat ini khusus untuk pembeli saja dalam benda tertentu , misalnya seseorang dilarang menjual hambanya yang beragama Islam.&lt;br /&gt;D. Macam-macam jual beli&lt;br /&gt;Ø Salam : perjanjian jual beli dengan cara pemesanan barang dengan spesifikasi tertentu yang dibayar dimuka dan sipenjual harus menyediakan barang tersebut dan diantarkan kepada si pembeli dengan tempat waktu dan penterahan barang yang sudah ditentukan dimuka. Dalam akad salam, barang yang sudah diperjualbelikan harus dapat dihitung atau ditimbang beratnya, jenis dan spesifikasinya juga harus jelas. Apabila barang pesanan tersebut tidak sesuai dengan ketenyuan yang sesuai dengan perjanjian di muka maka si pemesan dapat membatalkannya. Ada alasan tersendiri mengapa pmbayaran untuk transaksi Salam ini dilakukan terlebih dahulu. Akad salam dilakukan untuk membeli hasil ppertanian seperti sayur mayor, buah-buahan dan beras, pembayaran dimuka tersebut dimaksudkan untuk memeberikn modal dan makanan yang cukup agar keluarga petani tersebu ddapat melakukan pekerjaannya dan memenuhi pesanan pembelinya.&lt;br /&gt;Ø Istisna : Dari akar kata bahasa Arab ‘sana’ yang artinya dalam bahasa Inggris ‘to manufactur’ yaitu perjanjian jual bli dengan memesan barang yang bukan barang komoditi atau barang pertanian, tapi barang yang dibuat dengan mesin dan keahlian khusus seperti perlengkapan kitchen set, furniture, kontruksi bangunan, dimana barang tersebut dibuat sesuai dengan ketentuan si pemesan dengan spesifikasi khusus. Salah satu syarat yang paling penting dalam akad Istisna adalah pada bahan mentah atau yang disebut raw matrial, dari barang pesanan tersebut yang harus disediakan sendiri oleh sipenjualnya. Apabila barang mentah tersebut berasal dari sipemesan itu bukan istisna namannya melainkan Ijarah. Dan bila barang pesanan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan si pemesan, maka si pembeli dapat menolak penerimaan barang tersebut dan penjual harus mengganti dengan barang yang sesuai dengan ketentuan si pembeli sebelumnya.&lt;br /&gt;Ø Murabahah : perjanjian jual beli dengan harga pasar ditambah dengan laba atau untung buat si penjual, dimana pembeli mengetahui dengan pasti nilai dari harga pasar dari barang tersebut dan nilai dari si penjual.&lt;br /&gt;Ø Musawwamah : transaksi jual beli harga bisa ditawar dimana si penjual tidak diberi tahu harga pokok atau pasar dari barang tersbut dan berapa keuntungan yang diperolehnya, sipembeli pun bebas menawar harga barang yang akan dibelinya. Terjadinya jual beli ini sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak atau dengan cara negosiasi.&lt;br /&gt;Ø Tawliyah : transaksi jual beli dengan harga pokok dimana penjual tidak mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan barangnya.&lt;br /&gt;Ø Wadliyah : Transaksi jual beli dengan harga dibawah harga pokok dimana penjual memberi diskon atas barang yang dijualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Selain syarat-syarat diatas syarat sahnya jaul beli yaitu saling meridoi,terhindar dari usaha tipu menipu dan merugikan orang lain karena itu bertentangan dengan nilai etis syariah yaitu rasa keadilan oleh karena itu dalam surat Al-Baqarah ayat 275 yang artinya " padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba."Allah menghalalkan jual beli itu karena melihat mekanismenya seperti dalam hadits rawawi Bajjar, Hakim menyahihkannya dari Rifa'ah Ibn Rafi' yang artinya "Nabi SAW ditanya tentang mata pencaharian yang paling baik. Beliau menjawab,'Seseorang bekerja dengan tangannya dan setiap jual-beli yang mabrur [terhindar dari tipu menipu dan merugikan orang lain] dari itu dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa dalam jual beli prespektif islam yaitu selain mekanisme yang jelas dan tertib juga seperti 2 poin yang tertera diatas tidak seperti riba yang bahkan sebaliknya.&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;Syafei, Rachmat,[2006]. FIQIH MUAMALAH untuk UIN, STAIN, PTAIS dan umum, Bandung: CV Pustaka Setia, Cet III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Syafei, MA, Prof. DR. H. Rachmat, FIQIH MUAMALAH untuk uin, stain, ptais dan umum.[ Bandung: CV Pustaka Setia,2006] hal73.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-2771485091135177568?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/2771485091135177568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=2771485091135177568&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2771485091135177568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2771485091135177568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/akad-jaul-beli.html' title='akad jual beli'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-2805750915924722343</id><published>2008-12-24T05:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:55:36.380-08:00</updated><title type='text'>masih relevankan nasionalisme untuk indonesia</title><content type='html'>I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;a. Latar belakang&lt;br /&gt;Dalam masa-masa sekarang banyak timbul hal-hal yang dianggap benar tapi sebenarnya itu menimbulkan masalah kontrofersial seperti masalah yang terbaru yaitu dengan munculnya lagu garapan rumah produksi republic cinta " wanita paling cantik di negeri Indonesia" yang mana dalam video klip itu memakai bendera merah putih sebagai beground dengan ditulisi lafazd allah yang mana itu dianggap oleh sebagian orang dianggap menghina sangsaka merah putih atau tidak mempunyai rasa nasionalis tapi sebaliknya menurut dani bahwa dia mengharumkan nama merah putih dan dia orang yang berjiwa nasionalis dengan dalih bahwa dia keturuanan anak pejuang, tapi itulah image orang jika sudah buruk maka yang baik-baik tidak akan terdeteksi, oleh karena itu kita sebagai manusia tidak sepatutnya kita menentukan sesuatu karena hanya DIALAH yang maha segala, tapi bukan berarti kita hanya berpangku tangan tanpa berbuat sesuatu tapi kita harus berbuat semampu kita. Jika kita berbicara mengenai nasionalisme dalam konteks Indonesia pada saat ini, tentunya tidak terlepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perkembangan kontemporer kita saat ini. Kedua hal ini masih terus mempengaruhi nasionalisme, baik itu dari aspek definisi atau aspek praktikal, dan tidak hanya saling mempengaruhi, namun juga akan memunculkan silang pendapat antara golongan yang berusaha menghidupkan kembali romantisme masa lalu dan golongan yang berusaha memahami realitas pada saat ini.&lt;br /&gt;Perdebatan antara sejarah dan perkembangan saat ini dan kemudian muncul pro-kontra antara golongan yang satu dengan yang lain akan selalu memunculkan sebuah pertanyaan besar, yaitu: masih relevankah nasionalisme untuk Indonesia? Pertanyaan yang sebenarnya hanya membutuhkan kalimat selanjutnya yang cukup panjang ini, seakan tidak pernah tenggelam di antara isu-isu lain yang berkembang, karena pada akhirnya isu-isu tersebut bisa dikaitkan dengan nasionalisme.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;b. Perumusan masalah&lt;br /&gt;            makalah ini akan membahas sebagai berikut:&lt;br /&gt;1)      Sejarah definisi nasionalisme&lt;br /&gt;2)      Masih relevankah nasionalisme untuk Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pendekatan yang digunakan&lt;br /&gt;            Makalah ini menggunakan pendekatan historis dan filosofis.&lt;br /&gt;II. PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Bab I  Sejarah definisi nasionalisme&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            Ketika Albert Einstein dinobatkan sebagai The Man of the Century oleh majalah Time edisi 31 Desember 1999, publik mungkin tidak terlalu heran. Sejarah abad ke-20 memang banyak dipengaruhi oleh pencapaian-pencapaian dalam sains, khususnya fisika modern, sebagai bentuk pencarian manusia atas hakikat alam. Abad ke-20 bukan hanya abad sains, tetapi juga abad nasionalisme. Periode akhir dari milenium kedua ini diwarnai oleh dua perang dunia yang menelan korban jutaan jiwa serta kerugian ekonomi dan sosial yang luar biasa akibat pertentangan antarkelompok manusia yang dibatasi oleh sebuah konsep bernama bangsa, nation, yang ditopang oleh ideologi nasionalisme.&lt;br /&gt;Nasionalisme merupakan sebuah penemuan sosial yang paling menakjubkan dalam perjalanan sejarah manusia, paling tidak dalam seratus tahun terakhir. Tak ada satu pun ruang sosial di muka bumi yang lepas dari pengaruh ideologi ini. Tanpa nasionalisme, lajur sejarah manusia akan berbeda sama sekali. Berakhirnya Perang Dingin dan semakin merebaknya gagasan dan budaya globalisme (internasionalisme) pada dekade 1990-an hingga sekarang, khususnya dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang dengan sangat akseleratif, tidak dengan serta-merta membawa lagu kematian bagi nasionalisme. Sebaliknya, narasi-narasi nasionalisme menjadi semakin intensif dalam berbagai interaksi dan transaksi sosial, politik, dan ekonomi internasional, baik di kalangan negara maju, seperti Amerika Serikat (khususnya pascatragedi WTC), Jerman, dan Perancis, maupun di kalangan negara Dunia Ketiga, seperti India, China, Brasil, dan Indonesia.&lt;br /&gt;Sebagai konsep sosial, nasionalisme tidak muncul dengan begitu saja tanpa proses evolusi makna melalui media bahasa. Dalam studi semantik Guido Zernatto (1944), kata nation berasal dari kata Latin natio yang berakar pada kata nascor ’saya lahir’. Selama Kekaisaran Romawi, kata natio secara peyoratif dipakai untuk mengolok-olok orang asing. Beberapa ratus tahun kemudian pada Abad Pertengahan, kata nation digunakan sebagai nama kelompok pelajar asing di universitas-universitas [seperti Permias untuk mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat sekarang].&lt;br /&gt;Kata nation mendapat makna baru yang lebih positif dan menjadi umum dipakai setelah abad ke-18 di Prancis. Ketika itu Parlemen Revolusi Prancis menyebut diri mereka sebagai assemblee nationale yang menandai transformasi institusi politik tersebut, dari sifat eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan ke sifat egaliter di mana semua kelas meraih hak yang sama dengan kaum kelas elite dalam berpolitik. Dari sinilah makna kata nation menjadi seperti sekarang yang merujuk pada bangsa atau kelompok manusia yang menjadi penduduk resmi suatu negara.&lt;br /&gt;Bab II Masih relevankah nasionalisme untuk indonesia&lt;br /&gt;Nasionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia (Wikipedia, 2006). Dalam konteks Indonesia, pengertian ini dapat kita cocokkan dengan sejarah Indonesia ketika tahun 1945, yang pada saat itu para pendiri bangsa berusaha membuat sebuah nasionalisme yang dapat mempersatukan seluruh masyarakat yang berada dalam wilayah jajahan Belanda. Nasionalisme yang kemudian dihasilkan adalah sebuah nasionalisme yang berdasarkan kepada kesamaan nasib, seperti dibentuknya ASEAN yang berdasarkan kesamaan negara yang pernah di jajah.  Konsep yang dihasilkan para pendiri bangsa tersebut, berhasil untuk mempersatukan wilayah yang kita kenal sebagai Indonesia pada saat ini.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam implementasinya definisi nasionalisme itu masih banyak silang pendapat disebabkan sifat individualisme yang tinggi dan hampir merata keseluruh jajaran masyarakat contoh konkretnya, korupsi tidak dari kalangan atas saja bahkan kalangan bawahpun tidak mau kalah. Jika terus-menerus seperti ini apa jadinya nanti indonesia dimasa mendatang, apakah kita hanya sebagai perusak bangunan yang telah susah payah dibangun oleh para pendahulu kita [pejuang] yang mana paling banyak kontribusinya ialah para pemuda. Dari segelintir masalah berikut timbullah pertanyaan apa masih relevankah nasionalisme untuk indonesia, menurut kami masih disebabkan oleh 2 opsi yaitu pertama&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;, bahwa momentum Kebangkitan Nasional yang dikonstruksi pada tahun 1908 merupakan titik yang sangat signifikan bagi kemunculan bangunan nasionalisme, kesadaran untuk bersatu, serta menyatukan keinginan bersama untuk merekatkan elemen-elemen yang berbeda dalam satu naungan negara-bangsa yang bernama Indonesia, dan dari momentum kebangkitan nasional 1908 tersebut, paling tidak terdapat dua faktor yang sangat signifikan bagi investasi Indonesia. Pertama, pemuda yang menunjukkan peran dan eksistensinya secara jelas untuk menjadi lokomotif perubahan yang heroik bagi tercapainya kemerdekaan dan perjalanan kenegaraan serta kebangsaan Indonesia pascakemerdekaan, contohnya posisi strategis dalam menggerakkan perubahan dan menciptakan sejarah baru bangsa ini  atau paling tidak menjadi trend setter sejarah Indonesia itu kontribusi terbesar ialah dari kalangan pemuda, seperti gerakan 1908, 1928, 1945, 1966, hingga 1998. Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan betapa signifikannya keberadaan pemuda dalam konteks keindonesiaan.&lt;br /&gt;Kedua&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; jika rasa nasionalisme dimengerti dan diimplementasikan jika ada musuh bersama. Jika musuh ini hilang, maka ikatan nasionalisme akan mengendur dengan sendirinya, contohnya Jika kita melihat ke tahun 1940-an, ketika Belanda masih berusaha menguasai Indonesia melalui Agresi Militer I dan II, nasionalisme di kalangan masyarakat masih kuat, sehingga perjuangan Indonesia di Konferensi Meja Bundar 1949 membuahkan hasil diakuinya kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Namun pasca-KMB 1949, Indonesia kehilangan musuh bersama dan golongan-golongan dalam masyarakat lebih mengutamakan kepentingan kelompok yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet selama masa tersebut. Nasionalisme sempat muncul meski sebentar, ketika Indonesia mengeluarkan sikap politik luar negeri terhadap Malaysia dengan Dwikora. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena kondisi internal dalam Indonesia memang sedang rapuh. Setelah itu, nasionalisme dapat dimunculkan kembali ketika Partai Komunis Indonesia (PKI) dijadikan sebagai musuh bersama karena dianggap sebagai biang keladi Gerakan 30 September. Lebih dari 30 tahun kemudian, Indonesia memperoleh kembali sebuah musuh bersama, yaitu Orde Baru, sehingga gerakan nasionalisme dapat menghasilkan reformasi dan demokrasi yang selama 30 tahun dikebiri. Namun ketika musuh bersama tersebut telah berhasil dilumpuhkan, kepentingan kelompok kembali muncul mengesampingkan nasionalsime itu sendiri.&lt;br /&gt;III. PENUTUP&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari kejadian diatas mempertegas bahwa nasionalisme di Indonesia dapat timbul kembali karena itu pertama, pernah menjadi momentum kebangkitan nasional 1908 dan kedua, jika sebuah negara memiliki musuh bersama seperti yang dicontohkan diatas.&lt;br /&gt;Kata penutup&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini yang masih banyak kekurangan  mempunyai banyak kontribusi bagi kalangan akademisi dan intelektual karena kita hanya seoarang manusia yang hanya bisa berusaha dan hanya DIALAH yang menentukan segala dan perlu kita ketahui apa-apa yang benar itu datangnya dari allah dan semua yang salah itu datangnya dari kita sebagai manusia yang merupakan tempatnya lupa dan salah tapi kita tidak boleh larut dalam keadaan seperti itu kita harus bangkit kalau bukan kita siapa lagi yang akan berjuang untuk Negara ini.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;                                &lt;a href="http://www.pikiran/"&gt;www.pikiran&lt;/a&gt; rakyat.com/cetak/2006/052006/22/selisik/utama 02. Htm.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;www.kompas.com&lt;/a&gt; [rabu,03 november 2004].&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.net.com/"&gt;www.net.com&lt;/a&gt; [Wilson. M.A. Therik 10 desember 2007].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.net.com/"&gt;www.net.com&lt;/a&gt; [Wilson. M.A. Therik 10 desember 2007].&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;www.kompas.com&lt;/a&gt; [rabu,03 november 2004].&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.pikiran/"&gt;www.pikiran&lt;/a&gt; rakyat.com/cetak/2006/052006/22/selisik/utama 02. Htm.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Ibid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-2805750915924722343?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/2805750915924722343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=2805750915924722343&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2805750915924722343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2805750915924722343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/masih-relevankan-nasionalisme-untuk.html' title='masih relevankan nasionalisme untuk indonesia'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-4607119441712285199</id><published>2008-12-24T05:52:00.002-08:00</published><updated>2008-12-24T05:54:31.816-08:00</updated><title type='text'>konsep investasi dalam islam</title><content type='html'>Dengan absennya bunga dalam perekonomian, hubungan investasi dan tabungan dalam perekonomian Islam tidak sekuat seperti yang ada dalam konvensional. Dalam konvensional hubungan investasi dan tabungan dihubungkan oleh peran bunga dalam perekonomian. Sehingga bunga menjadi indicator fluktuasi yang terjadi di investasi dan tabungan. Ketika bunga (bunga simpanan dan bunga pinjaman) tinggi maka kecenderungan tabungan akan meningkat, sementara investasi relatif turun. Begitu sebaliknya, ketika bunga rendah, maka tabungan akan menurun dan investasi akan meningkat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi dalam aktivitas tabungan dan investasi dalam konvensional didominasi oleh motif keuntungan (returns) yang bisa didapatkan dari keduanya.maka makalah ini akan mencoba memaparkan bagaimanakah definisi-definisi investasi, bagaimana definisi investasi menurut islam dan definisi menurut konvensional, bagaimanakah cara-cara untuk dapat menarik para investor untuk lebih animo dalam berinvestasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Bab I Definisi-definisi Investasi&lt;br /&gt;Mungkin selama ini kita sering mendengar istilah Investasi. Yang sering diartikan mengorbankan sesuatu dimasa sekarang untuk mendapatkan sesuatu dimasa mendatang dengan harapan tentu lebih baik dan itu sependapat dengan Abdul Halim [2005:4] investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana dengan harapan memperoleh keuntungan dimasa mendatang.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Namun pengertian "investasi" bukan hanya milik para pebisnis semata tapi juga patut dimiliki/digunakan oleh para pelajar dan mahasiswa karena dalam riilnya secara tidak langsung mereka telah menerapkan bentuk investasi yang dilakukan dan tujuan dari investasi tersebut bagi mereka, investasi mereka pada saat ini pada ilmu, bukan pada pada profit walau setelah menyelesaikan bangku kuliah mereka berusaha mempergunakan ilmu tersebut untuk mencari kerja yang otomatis juga berorentasi pada profit.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Dalam pembahasan investasi itu menarik untuk diperbincangkan karena ruang lingkup geraknya yang luas dan tidak ada batas ,dalam  kamus ilmiah investasi diartikan “ penanaman modal uang [ perbekalan, permodalan],dan itu selaras dengan prinsip orang dulu yang mana menanam pohon itu secara tidak langsung untuk dinikmati anak-anaknya betapa harmonisnya jika prinsip itu berlaku sampai sekarang tapi itu semua hanya sejarah belaka. Dan menurut Frank J. Fabozzi [1995:1] manajemen investasi adalah proses pengelolaan uang&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;. Adapun menurut ekonom America Paul L Krugman dan Maurice Obstfeld [1999:10] mengatakan bahwa bagian output yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan swasta guna menghasilkan output pada masa mendatang bisa disebut sebagai investasi&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;. Menurut PSAK Nomor 13 dalam standar Akuntansi Keuangan per 1 Oktober 2004 investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk menumbuhkan kekayaan [accretion of wealth] melalui distribusi hasil investasi [seperti bunga, royalty, deviden, dan uang sewa], untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan. Presediaan dan aktiva tetap bukan merupakan investasi&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;.   Apa sih sebenarnya arti investasi jika kita merujuk kepada literatur sebagaui contoh menurut teori Reilly &amp;amp; Brown investasi adalah &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;: &lt;br /&gt;” komitmen untuk mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengkompensasikan pengorbanan investor berupa”: (1) keterikatan aset pada waktu tertentu(2) tingkat inflasi (3) ketidaktentuan penghasilan dimasa mendatang.&lt;br /&gt;Dan Secara umum investasi dibagi 2 :&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Investasi di Real Asset. Investasi di produk yang lebih terlihat secara ‘fisik’ misalkan sektor produksi,property,dll&lt;br /&gt;2. Investasi di Financial Asset. Investasi di produk2 pasar keuangan dan turunannya yang lebih ‘tidak terlihat’ secara fisik misalkan saham biasa dan obligasi.&lt;br /&gt;Bagi beberapa orang yang ingin melakukan investasi yang menguntungkan atau setidak-tidaknya untuk mengamankan kekayaan dari berbagai resiko yang mungkin terjadi, dia mempunyai banyak pilihan investasi&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; tapi berinvestasi itu tidak seperti asumsi orang selalu untung tapi juga bisa mengalami kerugian sedikit bahkan berlipat.Dari beberapa definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa investasi yaitu pengelolaan dana dan dialokasikan disuatu tempat untuk dapat dimanfaatkan pada suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab II Investasi menurut islam vs konvensional&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kita lihat riilnya dari sub di atas bahwa secara tidak langsung investasi kontemporer atau investasi dalam konvensional itu didominasi oleh motif keuntungan [ returns] yang mana ini bertolak belakang dengan nilai etis syari’ah yaitu keadilan, Sedangkan dalam perspektif ekonomi Islam, investasi bukanlah melulu bercerita tentang berapa keuntungan materi [returns]  yang bisa didapatkan melalui aktivitas investasi, tapi ada beberapa faktor yang mendominasi motifasi investasi dalam Islam. Pertama, akibat implementasi mekanisme zakat maka asset produktif yang dimiliki seseorang pada jumlah tertentu (memenuhi batas nisab zakat) akan selalu dikenakan zakat, sehingga hal ini akan mendorong pemiliknya untuk mengelolanya melalui investasi. Dengan demikian melalui investasi tersebut pemilik asset memiliki potensi mempertahankan jumlah dan nilai assetnya. Berdasarkan argumentasi ini, aktifitas investasi pada dasarnya lebih dekat dengan prilaku individu (investor/muzakki) atas kekayaan atau asset mereka daripada prilaku individu atas simpanan mereka. Sejalan dengan kesimpulan bahwa sebenarnya ada perbedaan yang mendasar dalam perekonomian Islam dalam membahas prilaku simpanan dan investasi, dalam Islam investasi lebih bersumber dari harta kekayaan/asset daripada simpanan yang dalam investasi dibatasi oleh definisi bagian sisa dari pendapatan setelah dikurangi oleh konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, aktivitas investasi dilakukan lebih didasarkan pada motifasi social yaitu membantu sebagian masyarakat yang tidak memiliki modal namun memiliki kemampuan berupa keahlian (skill) dalam menjalankan usaha, baik dilakukan dengan bersyarikat (musyarakah) maupun dengan berbagi hasil (mudharabah). Jadi dapat dikatakan bahwa investasi dalam Islam bukan hanya dipengaruhi factor keuntungan materi, tapi juga sangat dipengaruhi oleh factor syariah (kepatuhan pada ketentuan syariah) dan factor sosial (kemashlahatan ummat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat praktek ekonomi kontemporer, definisi investasi cenderung meluas dari definisi orisinilnya. Definisi investasi kini juga digunakan dalam menggambarkan aktivitas penanaman sejumlah capital dalam pasar keuangan konvensional, dimana aktivitasnya berbeda jauh dengan maksud yang terkandung dalam kata investasi itu sendiri yang biasa digunakan dalam sector riil.&lt;br /&gt;Masuk pada makna investasi di sector keuangan tentu aktivitas ini lebih dekat dengan motivasi spekulasi dan capital gain. Prilaku investasi seperti ini tentu akan memberikan wajah atau corak ekonomi yang berbeda, bahkan konsekwensi terhadap interaksi dalam mekanisme ekonomi juga akan sangat berbeda dengan sistem ekonomi non-spekulasi (syariah). Dan yang pasti teori-teori yang terbangun dari analisa prilaku dan kecenderungan dalam mekanisme perekonomian konvensional tentu akan berbeda dengan perekonomian Islam (atau bahkan bertolak belakang). Jadi perlu ditegaskan kembali, bahwa dalam perekonomian Islam spekulasi dalam segala bentuknya atau menanamkan dana atas motif profit atau return dalam bentuk bunga (interest rate) bukanlah investasi.&lt;br /&gt;Selanjutnya melihat segmentasi masyarakat Islam, maka golongan masyarakat yang aktif melakukan aktifitas investasi adalah golongan masyarakat muzakki. Golongan masyarakat ini memiliki potensi melakukan investasi akibat sumber daya ekonominya berlebih setelah memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan untuk berjaga-jaga. Investasi ini tentu akumulasi dan perannya dalam perekonomian secara makro sangat besar. Dengan berfungsinya sistem zakat dan dilarangnya riba serta spekulasi, maka akumulasi dana besar yang dimiliki oleh golongan muzakki akan ditransfer menjadi investasi, sebagai reaksi untuk menghindari risiko berkurangnya harta mereka akibat kewajiban zakat dan motif ingin menjaga atau bahkan menambah jumlah kekayaan (harta) para muzakki. Berarti akumulasi investasi tersebut akan terus berputar dan berputar. Dengan begitu tingkat velocity akan terjaga atau bahkan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah akumulasi investasi.&lt;br /&gt;Bab III Cara-cara menarik investor&lt;br /&gt;Pada saat ini masih banyak lagi bentuk-bentuk strategi investasi pengembangan daerah yang sedang direncanakan dan dikembangkan oleh berbagai institusi pemerintahan daerah di Asia dan kawasan negara maju lainnya, khususnya yang dikaitkan dengan bentuk topologi, kondisi, kemajuan teknologi dan ketersediaan sumber-sumber pendanaan di masing-masing daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  demikian, dengan mengacu pada berbagai pendekatan dan model teoritis dalam pengembangan daerah, strategi pengembangan investasi di daerah dapat dipilih dari beberapa bentuk strategi investasi berikut ini:&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Strategi pengembangan leading/key industry&lt;br /&gt;• Strategi growth center melalui kawasan industri terpadu&lt;br /&gt;• Strategi pengembangan ancillary industry&lt;br /&gt;• Strategi pengembangan kota&lt;br /&gt;• Strategi pengembangan kehidupan lokal(neighborhood)&lt;br /&gt;• Strategi pengembangan fasilitas umum skala besar&lt;br /&gt;• Strategi pengembangan agropolitan dan pertanian terpadu&lt;br /&gt;• Strategi pengembangan perlindungan lingkungan alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keanekaragaman strategi pengembangan investasi maka tulisan ini akan  menguraikan secara singkat dua bentuk strategi investasi yang paling banyak dipakai di dunia sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Strategi pengembangan leading/key industry&lt;br /&gt;Strategi pengembangan industri andalan merupakan strategi pembangunan daerah yang paling favorit untuk dilaksanakan. Industri andalan yang akan dikembangkan biasanya merupakan kegiatan usaha atau industri di daerah yang memiliki keunggulan daya saing dibandingkan dengan kegiatan sejenis di daerah pesaing lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Perroux, sebagai pioneer arsitek konsep “polarized development” dalam pengembangan daerah, leading industry memiliki keterkaitan yang erat dengan sektor kegiatan ekonomi lainnya di daerah; sehingga dapat mendorong pola pembangunan yang terpolarisasi di dalam wilayah suatu daerah. Industri andalan ini biasanya berbentuk industri yang berorientasikan ekspor, seperti LNG untuk Aceh, minyak bumi dan kelapa sawit untuk Riau, pariwisata dan perhotelan untuk Bali, tekstil untuk Jawa Barat dan perbankan/lembaga keuangan untuk DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri andalan yang dikembangkan di daerah diharapkan akan mendorong proses pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan sumber pendapatan di daerah tersebut baik dalam bentuk pendapatan perusahaan dan rumah tangga maupun pendapatan dari pajak daerah. Salah satu metode untuk menyeleksi industri andalan yang memiliki daya saing adalah dengan “revealed comparative advantage”(RCA). Menurut analisis yang dilakukan oleh Brodjonegoro (1999), Daerah Aceh memiliki dua industri andalan masing-masing industri yang menghasilkan produk minyak bumi dan pupuk, dengan RCA index di atas satu. Sayangnya ada kendala keterbatasan cadangan minyak dan besarnya komponen impor bahan baku pupuk yang jika akan dikembangkan lebih lanjut menjadi terbatas sustainabilitynya. Demikian proses analisis seperti ini dapat dilanjutkan untuk Daerah Propinsi lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Keunggulan daya saing industri andalan dapat dipertahankan sepanjang industri tersebut dapat mendorong terbentuknya berbagai penghematan eksternal (external economies), antara lain dengan mengembangkan lebih lanjut industri hilir dan industri-industri penunjang. Agar proses ini dapat terlaksana Pemerintah Daerah dapat memberikan berbagai kemudahan dan sistem insentif investasi yang merangsang agar industri andalan ini dapat berkembang.. Pemberian sistem insentif tersebut perlu dikaitkan dengan kemampuan industri ini melakukan kegiatan R&amp;amp;D dan inovasi agar proses multiplier terhadap perekonomian daerah dapat terus dipelihara dalam jangka panjang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Industri kunci yang telah mature perlu segera dicarikan penggantinya, mengingat kemunduran dalam perkembangan penjualannya dapat mempengaruhi kinerja keuangan daerah. Sebaiknya suatu daerah tidak mengandalkan hanya pada satu industri kunci, seperti halnya Sumbar dengan PT Semen Padangnya dan Irian Barat dengan PT Freeport Indonesianya. Tetapi sebaliknya pilihan industri kunci ini jangan terlalu banyak mengingat kemampuan daya serap yang terbatas dari perekonomian lokal dalam mensupply tenaga kerja trampil dan dalam penyediaan sarana/prasarana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kelemahan utama dari strategi pembangunan leading industry ini adalah ancaman terhadap kemungkinan terpolarisasinya pembangunan daerah hanya pada wilayah core yang terbatas. Hal ini sudah terbukti dengan kehadiran PT Caltex di Dumai, PT Freeport Indonesia di wilayah Irian Jaya dan mega proyek lainnya di pelosok daerah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Strategi growth center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi growth center pernah populer dikalangan arsitek pembangunan kota pada tahun 1960 dan 1970. Strategi ini antara lain menekankan pentingnya program penyediaan fasilitas kota atau infrastruktur untuk suatu kawasan industri pada lokasi atau tempat strategik (ports, transit site, intersection dekat dengan lokasi growth center).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para perintis model strategi pembangunan daerah ini antara lain adalah Hirschman (1958), Lyod Rodwin (1963), dan Friedmann (l966). Doktrin growth center ini kemudian berkembang pesat , sebagaimana dibahas oleh Niles M Hansen (1967,1968) dan DF Darwent (1969). Keterkaitan growth center dan perekonomian daerah pernah banyak terjadi di banyak kawasan sebagaimana dilaporkan oleh Brian Berry (1969) dan Gordon Cameron (1970); walaupun sebenarnya banyak juga kasus-kasus kegagalan seperti terjadi di Malaysia, Amerika Latin, dan bahkan di Indonesia seperti di kawasan industri Makassar, Cirebon dan Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi growth center telah banyak berhasil di Indonesia antara lain dengan dibangunnya kawasan Pulau Batam (BIDA, 2000) dan kawasan industri di Pulogadung-Jakarta. Keberhasilan pengembangan Pulau Batam adalah karena lokasinya yang strategis dekat dengan tranfer-points perdagangan antar negara di Singapura, dan memanfaatkan pengembangan ancillary industries yang memiliki keterkaitan dengan leading industry elektronika di negara tetangga. Banyaknya obyek wisata baru yang dikembangkan turut pula mendorong keberhasilan tersebut, disamping tentunya hasil kerja keras dari para pimpinan puncak manajemen pengelola kawasan Batam. Sedangkan untuk kawasan industri Pulogadung pada saat ini sedang menghadapi permasalahan struktural karena meningkatnya “external diseconomies” dan “urbanization diseconomies “dari kota Jakarta, khususnya di sekitar lokasi kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini konsep pengembangan ekonomi daerah melalui pendekatan growth center telah berkembang dengan sangat pesat dan diujicobakan di berbagai tempat strategis di dunia. Kawasan Silicon Valley telah dikembangkan sedemikian rupa dan dihubungkan dengan pemanfaatan aglomerasi dalam industri terkait dalam industri komputer, chips, dan elektronik (Scott, 1990). Hal yang serupa banyak dilakukan di negara maju kawasan industri otomotif di Jepang; North Carolina Research Triangle Park yang memanfaatkan kedekatan terhadap lokasi tiga universitas besar masing masing University of North Carolina at Chapel Hill, North Carolina State University dan Duke University menjadi lokasi favorit untuk riset di bidang kedokteran, obat-obatan dan penyakit kanker; British Science Park di Inggris walaupun manfaatnya masih sedang dikaji ulang (Gower, 1995); proyek high-tech corridor dari PM Mahatir di Kuala Lumpur dan yang paling akhir rencana pengembangan lokasi ex-lapangan terbang Kemayoran sebagai cyber-city merupakan contoh-contoh pengembangan strategi investasi growth center abad ke 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Jadi dapat disimpulkan investasi dalam Islam ditentukan oleh beberapa variabel yang diantaranya adalah ekspektasi keuntungan pada sebuah projek, pendapatan dan kondisi perekonomian (bukan oleh tingkat bunga yang selama ini dikenal dalam teori ekonomi konvensional dan memang untuk mengembalikan tingkat kepercayaan investor ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Pernyataan pahit Wakil Presiden M Jusuf Kalla pada Indonesia Investment Conference (IIC) di Nusa Dua, Bali, Senin lalu, menunjukkan optimisme dan dukungan verbal masyarakat internasional saja tidak cukup. ”Mereka memuji-muji, tetapi tetap saja mereka pergi ke China atau Vietnam,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;Ahmad, S.E,Kamaruddin, [1996]. Dasar-Dasar Manajemen Investasi, Jakarta: PT Rineka Cipta, Cet I.&lt;br /&gt;Fahmi, SE., M.Si,Irham [2006]. Analisis Investasi Prespektif Ekonomi dan Politik, Bandung: PT Refika Aditama, Cet I.&lt;br /&gt;www.fxcm.com[ senin, 2007 agustus 20]&lt;br /&gt;@aditiawanchandra [12/april/2000]&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Irham Fahmi, Analisis Investasi dalam prespektif Ekonomi dan Politik [Bandung:PT Refika Aditama,2006] hal 2.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Ibid hal 1.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Lop. Cit&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Ibid hal 2.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Lop. Cit.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; www.fxcm.com[ senin, 2007 agustus 20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Ibid&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Kamaruddin Ahmad, S. E, Dasar-Dasar Manajemen Investasi [Jakarta: PT Rineka Cipta, 1996] hal 2.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Panji Blog [selasa/2007/september/25].&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; @aditiawanchandra [12/april/2000].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-4607119441712285199?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/4607119441712285199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=4607119441712285199&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4607119441712285199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4607119441712285199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/konsep-investasi-dalam-islam.html' title='konsep investasi dalam islam'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-3197135205145171327</id><published>2008-12-24T05:52:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T05:52:39.926-08:00</updated><title type='text'>sejarah akuntansi</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Agama islam adalah agama rahmatan lil’alamin yang mana sebagai agama pelengkap agama terdahulu yaitu menyempurnakan ajaran-ajaran nabi-nabi terdahulu, sebagaimana banyak dipahami oleh berbagai kalangan islam hanyalah kumpulan norma yang lebih menekankan pada persoalan moralitas tapi anggapan itu salah besar islam bukan hanya agama yang berisikan norma-norma moralitas dan ibadah semata tapi islam secara tidak langsung jika kita mengkaji lebih jauh dan mendalam terhadap sumber ajaran islam, maka kita akan menemukan ayat-ayat maupun hadits-hadits yang membuktikan bahwa islam juga membahas ilmu akutansi. Berdasarkan firman-firman allah dalam al qur’an ternyata pengelolaan system jagad dan manajemen alam ini ternyata allah menggunakan system yang mirip dengan apa yang kita kenal sekarang dengan akuntansi. Allah tidak membiarkan kita bebas tanpa monitoring dan pencatatan dari allah. Allah memiliki malaikat Rakib dan Atid yang tugasnya mirip dengan tugas akuntan, yaitu mencatat setiap kegiatan maupun transaksi yang dilakukan oleh setiap manusia, yang menghasilkan buku yang disebut sijjin [laporan amal baik] iliiyin [laporan amal buruk], yang nantinya akan dilaporkan kepada kita di akhirat kelak untuk pertanggung jawaban atas apa-apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.Hal ini sudah jelas termaktub pada surat Al-Infithaar ayat 10-12 dan surat Al-Zalzalah ayat 7-8.&lt;br /&gt;Dan jelaslah sudah bahwa islam bukan hanya bersifat komprehensif tapi universal dan itu di tunjukan dengan islam tidak mencakup masalah aqidah dan akhlaq maupun bidang ibadat dan muamalat semata tapi menyangkup semua masalah aspek kehidupan manusia salah satu contohnya adalah yang akan kita bahas pada makalah ini yaitu tentang definisi akuntansi, sejarah akuntansi dan perkembangannya di Indonesia.&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A.Definisi&lt;br /&gt;Pada mulanya pengertian akuntansi menurut Commite on terminology of the American Institute of Certificate Public Accountance adalah seni mencatat, menggolongkan, dan mengihtisarkan transaksi dan peristiwa yang paling tidak sebagian bersifat keuangan dengan suatu cara yang bermakna dan dalam satuan uang, serta menginterpretasikan hasil-hasilnya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada zaman sekarang ini akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang yaitu&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; dari sudut pemakai jasa akuntansi dan dari sudut proses kegiatannya. Apabila dari sudut pemakainya akuntansi adalah suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Sedangkan bila dilihat dari sudut proses kegiatan akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan,dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi.&lt;br /&gt;Jadi jika disimpulkan akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.Akuntansi itu berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan dihampir seluruh kegiatan bisnis diseluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga sering disebut dengan bahasa bisnis. [Internet Thursday 04/05/2006-9:23pm—godam64].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Sejarah Perkembangan&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya manusia sudah mengenal akuntansi sejak manusia mulai bisa menghitung dan membuat catatan. Catatan yang dibuat itu tidak hanya dalam buku tetapi juga pada apa saja yang dapat dipakai untuk  membuat catatan seperti pada kayu, batu maupun daun, contoh catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yunani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap.Dan pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka-angka decimal arab dan juga dengan ditemukannya system pembukuan berpasangan [double entry system] oleh pedagang-pedagang venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. {Internet Drs.Kadirman; Agus Suranto,SPd; Drs. H. Sudibyo. A. P [November 05, 2007]}.&lt;br /&gt;Baru pada abad XV setelah terjadi perkembangan dan perluasan perdagangan yang dilakukan oleh pedagang-pedagang venesia akuntansi mulai berkembang. Pada abad XV tersebut tepatnya pada tahun 1494 terlihat perkembangan akuntansi sebagai ajaran dan ilmu. Perkembangan itu mencuat dengan dikarangnya sebuah buku oleh seorang ahli matematika yang bernama LUCAS PACIOLO yang juga dikenal sebagai Friar [Romo] Luca dal Borgo, Bukunya berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang pelajaran ilmu pasti. Keistimewaan buku ini adalah selain membentangkan ilmu matematika, juga melansirkan pelajaran akuntansi untuk para pengusaha. Pelajaran akuntansi itu dimuat dalam bab yang berjudul Tractacus de Computis et Scriptoris. Didalamnya dikenalkan system pembukuan berpasangan. Sistem ini biasa disebut system continental. Buku Lucas Paciolo ini merupakan titik tolak perkembangan akuntansi sebagai ajaran ilmu.buku-buku ilmu akuntansi yang terbit kemudian sangat dipengaruhi oleh system yang dikemukaan oleh pakar matematika tersebut. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon.&lt;br /&gt;Terjadinya revolusi indrustri di Inggris mengakibatkan perubahan dari sistem Kontinental ke Anglo Saxon pada abad pertengahan, menjadikan pusat perdagangan bergeser dari Venesia ke Eropa Barat yang terpusat di Inggris. Gejala ini mengakibatkan juga berkembangnya akuntansi dengan dikembangkannya konsep penyusutan dalam akuntansi [biaya]. Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut dengan accounting [akuntansi]. Sejalan dengan perkembangan dinegara itu, sekitar pertengahan abad ke 20 telah dipergunakan computer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesikan dengan lebih baik dan efisien. Profesor Robert Stelling yang berkebangsaan Amerika Serikat membagi perkembangan akuntansi dalam tiga tahap yaitu:&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama&lt;br /&gt;Pada tahap pertama ini ruang lingkup perusahaan masih kecil, para pemiliknya sekaligus menjadi manajer perusahaan. Segala pencatatan mengenai perusahaan dikerjakan sendiri.&lt;br /&gt;Tahap kedua&lt;br /&gt;Perusahaan yang dikelola sudah makin besar, sehingga semua pengurusan dalam perusahaan tidak mungkin lagi dikelola sendiri. Pada tahp ini pencatatan akuntansi mulai diserahkan kepada orang lain yang mengerti akuntansi.&lt;br /&gt;Tahap ketiga&lt;br /&gt;Pada tahap ini sudah terjadi pemisahan fungsi secara tegas antara pemilik dan perusahaan. Pencatatan akuntansi mulai berkembang, sehingga timbul kebutuhan akan pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan. Akhirnya dinamika pertanggungjawaban ini dinamakan laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Perkembangan Akuntansi di Indonesia&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri istilah akuntansi relatif belum lama dikenal, bila dibandingkan dengan istilah tata buku. Sampai dengan akhir tahun 50-an masyarakat hanya mengenal istilah tata buku yang merupakan warisan dari Belanda. Istilah akuntansi baru mulai dikenal pada awal tahun 60an, yaitu ketika akuntansi yang berasal dari Amerika Serikat mulai masuk ke Indonesia. Sejak saat itu orang menganggap bahwa akuntansi adalah sistem pembukuan yang berasal dari Amerika dan tata buku adalah sistem pembukuan model Belanda. Padahal pengertian semacam itu tidak benar. Tata buku yang telah dikenal sejak zaman Belanda tidak lain adalah bagian dari sistem akuntansi Belanda. Tata buku sebenarnya merupakan sebagian proses akuntansi khususnya yang berakitan denan proses pencatatan. Tata buku adalah elemen procedural dari akuntansi, seperti aritmatika adalah elemen procedural dari matematika.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awalnya akuntansi di Indonesia menganut sistem Kontinental yang dibawa para penjajah Belanda yang dikenal dengan tata buku. Namun pada perkembangan selanjutnya tata buku semakin ditinggalkan orang. Di Indonesia orang semakin sering menggunakan akuntansi sistem Anglo Saxon. Pesatnya perkembangan sistem Anglo Saxon di Indonesia disebabkan oleh :&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1  Adanya penanaman modal asing (PMA) di Indonesia banyak membawa     dampak positif terhadap perkembangan akuntansi, seperti beralihnya tata buku (akuntansi sistem Kontinental) ke akuntansi sistem Anglo Saxon. Perkembangan ini terjadi karena sebagian besar PMA menggunaksn sistem Anglo Saxon yang berasal dari Amerika Serikat.&lt;br /&gt;2.      Hampir sebagian besar dari mereka yan berperan dalam kegiatan pengembangan akuntansi menyelesaikan studinya di Amerika sehinga ilmu yang dimiliki diterapkan di Indonesia. Dengan demikian sistem Anglo Saxon lebih dominan digunakan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini perkembangan dalam bidang perekonomian di Indonesia telah menyebabkan peranan akuntansi semakin meningkat. Beberapa kejadian penting yangerat kaitannya dengan perkembangan akuntansi adalah lahirnya undang-undang perpajakan yang baru, deregulasi di bidang perbankan, dan perkembangan yang sangat pesat dalam pasar modal. Perkembangan dalam bidang-bidang tersebut menuntut adanya akuntansi yang dibutuhkan masyarakat dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi&lt;br /&gt;Dengan demikian akuntansi memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan ekonomi, melaksanakan fungsi peencanaan dan pengawasan.&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;            Jadi jelas sudah bahwa tatabuku itu bukan elemen lain dari akuntansi tetapi merupakan satu elemen yang mana tanpa adanya tatabuku [proses pencatatan] suatu akuntansi tidak perfect atau dalam istilah lain bahwa tatabuku itu sebagai elemen  procedural dari akuntansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jusup, Al Haryono, [2005]. Dasar-dasar Akuntansi jilid I, Yogyakarta : Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Cet V.&lt;br /&gt;S.E., M.Si, Taswan, [2005]. Akuntansi Perbankan transaksi dalam valuta rupiah, Yogyakarta : UPP AMP YKPN Yogyakarta, Cet II.&lt;br /&gt;Firdaus, Yoga dkk, [1995]. Akuntansi untuk SMU Jilid I, Jakarta : Penerbit Erlangga, Cet II.&lt;br /&gt;Internet, Drs.Kadirman; Agus Suranto,SPd; Drs. H. Sudibyo. A. P [November 05, 2007]&lt;br /&gt;Internet, Thursday 04/05/2006-9:23pm—godam64&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; S.E, M.Si, Taswan, Akuntansi Perbankan transaksi dalam valuta rupiah. [Yogyakarta; UPP AMP YKPN Yogyakarta, 2005]. hal 3.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Jusup, Al. Haryono, Dasar-dasar Akuntansi jilid I. [Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 2005]. hal 4-5.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Firdaus, Yoga dkk, Akuntansi untuk SMU Jilid I.[Jakarta: Penerbit Erlangga, 1995]. Hal 4-5.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Lop. cit Firdaus, Yoga dkk.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Jusup, Al Haryono, op.cit hal 5.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Firdaus,Yoga dkk, op, cit hal 6.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-3197135205145171327?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/3197135205145171327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=3197135205145171327&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/3197135205145171327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/3197135205145171327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/sejarah-akuntansi.html' title='sejarah akuntansi'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-2085778163123974616</id><published>2008-12-24T05:49:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T05:49:53.582-08:00</updated><title type='text'>umar bin khattab</title><content type='html'>البحث&lt;br /&gt;الخليفة الثانى هو عمر بن الخطّاب ابن نفيل ابن عبد الأزا ابن رباة ابن عبد الله بن قرط بن رازة ابن أدىّ بن كعب. أمه هي هنتمة بنت هاشم ابن المغيرة ابن عبد الله بن عمر بن مخزوم.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; وكان عمر من القريشى كان تاجرا. كان شجاعا قبل الإسلام و بعده كان له شخصية قويّة.كان فى زمنه &lt; عصر الجهيليّة &gt; هو الّذى بعث إلى خارج البلاد للوفود. إذ وقعة الحرب بين قبيلة القريشى و قبيلة الأخرى هو الذّى يكون المواصل بينهما. أنّه يكون على إخراج جميع قوّته لحفظ شرف و عزّة قبيلته إذ احتجّ لحفظهما عندحرب الكفّار.ولقب بالرسول صلى الله عليه وسلّم بالفرق لأن يفرّق يبن الحقّ و الباطل&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; وكذلك فى رواية الأخرى لقب بالحاكم الإسلام الأول لإقامته الحكومة الديموكرتيّه. لمحبّته الجلسة العام ولا يفرّق طبقات الإنسان.وأكره لمن يميّز لقوم ويهنّئ لقوم أخرى, الذّى هو أوّل سبب النزاع و الفراق.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وأثناء بعثة الرسول هو الذّى يكون عدوّا قويّا للمسلمين ولكن دخل الإسلام بقوّة همّته. عند هلال ابن يسّار هو أوّل من دخل الإسلام من 40 رجلا و 11 امرءةا وقال بعضهم أيضا هو الذّى يكمل عدد المسلمين ب 40 رجلا.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;و في الرواية أخر حكي : دعا الرسول إلي الله لدخول عمر إلي الإسلام لتقوية الإسلام والمسلمين. وكان إسلام عمر فيما بلغنى أخته فاطمة بنت الخطّاب, وكان عند سعيد بن زيد بن عمرو بن نفيل وكان قد أسلمت وأسلم زوجها سعيد بن زيد, وهما مستخفون بإسلامهم من عمر, وكان نعيم بن عبد الله النحّام, رجل من قومه, من بنى عدىّ بن كعب قد أسلم, وكان أيضا يستخفى بإسلامه فرقا من قومه, وكان خبّاب يختلف إلى فاطمة بنت الخطّاب يقرئها القرآن&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;. فخرج عمر يوما متوشّحا شيفه يريد رسول الله ص ع ورهطا من أصحابه قد ذكروا له أنهم قد اجتمعوا فى بيت عندالصفا&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;, وفى أثناء سيره لقيه نعيم بن عبد الله, فقال: أين تريد يا عمر؟ فقال : أريد محمّدا هذا الصبئ&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;, الذى فرّق أمر قريش, وسفّه أحلامها, وعاب دينها, وسبّ آلهتها. فأقتله, قال له نعيم و الله لقد غرّتك نفسك من نفسك يا عمر,أترى بنى عبد مناف تاركيك تمشى على الأرض وقد قتلت محمّدا ! أفلاترجع إلى أهل بيتك فتقيم أمرهم؟ قال : وأي أهل بيتى؟ قال : ختنك وابن عمّك سعيد بن زيد بن عمرو, وأختك فاطمة بنت الخطّاب, فقد والله أسلما, وتابعا محمّدا على دينه, فعليك بهما, قال: فرجع عمر عامدا إلى أخته وخنتك, وعندهما حبّاب بن الأرتّ معه صحيفة, فيها: "طه" يقرئهما إيّاها, فلمّا سمعوا حسّ عمر, تغّيب حبّاب فى مخدع لهم, أو فى بعض البيت, وأخدت فاطمة بنت الخطّاب الصحيفة فجهلتها تحت فخذها,  وقد سمع عمر حين دنا  إلى البيت قراءة حبّاب عليهما, فلمّا دخل قال: ماهذه الهينمة التّى سمعت؟&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; قالا له: ما سمعت شيئا, قال: بلى والله, أخبرت أنّكماتابعتما محمّدا على دينه, وبطش بخنته سعيد, فقامت إليه أخته فاطمة بنت الخطّاب لتكفيه عن زوجها, فضربها فشجّها,فلمّا فعل ذلك قالت له أخته وخنته: نعم قد أسلمنا وآمنا بالله ورسوله, فاصنع مابدا لك, فلمّا رأى عمر ما بأخته من الدمّ ندم على ما صنع, فارعوى, وقال لأخته, أعطينى هذه الصحيفة التّى سمعتكم تقرأون آنفا أنظر ما هذا الذّى جاء به محمّد,وكان  عمر كاتبا, فلمّا قال ذلك, قالت له أخته: إنّانخشاك عليها, قال: لاتخافى, وحلف بآلهته ليردّنها إذا قرأها إليها,فلمّا قال ذلك,طمعت فى إسلامه, فقال له: يا أخى , إنك نجس, على شركك, وإنّه لا يمسّه إلا الطّاهر, فقام عمر واغتسل, فأعطته الصحيفة, فيها: "طه" , فقرأها, فلمّا قرأ منها صدرا,قال: ما أحسن هذا الكلام وأكرمه! فلمّا سمع ذلك حبّاب خرج إليه, فقال له: يا عمر, والله إنّى لأرجو أن يكون الله قد خضّك بدعوة نبيّه, فإنى سمعته أمس وهو يقول: اللهمّ أيّد الإسلام بأبى الحكّام بن هاشم, أو بعمر ابن الخطّاب, فالله الله ياعمر. فقال له عند ذلك عمر: فدلّنى يا حبّاب على محمّد حتّى آتيه فأسلم, فقال له حبّاب: هو فى بيت عند الصفا, معه نفر من أصحبه, فأخن عمر سيفه فتوشّحه, ثمّ عمد إلى الرسول صلى الله عليه وسلّم وأصحبه, فضرب عليهم الباب فلمّا سمعوا صوته قام رجل من أصحبه رسول الله صلى الله عليه وسلّم فنظر من خلل الباب فرآه متوشّحا السيف, فرجع إلى الرسول وهو&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; فزع,&lt;br /&gt;فقال:يا رسول الله, هذا عمر ابن الخطّاب متوشّحا السيف, فقال حمزة بن عبد المطلّب : فأذن له, فإن كان جاء يريد خيرابذلناه له,وإن كان جاء يريد شرّا قتلناه بسيفه,فقال الرسول الله صلىّ الله عليه وسلّم : ائذن له, فأذن له الرجل,ونهض إليه الرسول صلّى الله عليه وسلّم حتّى لقيه فى الحجرة, فأخذ حجرته,أو بمجمع ردائه,ثمّ جبذه جبذة شديدة, وقال ماجاءبك بان الخطّاب؟ فوالله ما أرى أن تنتهى حتّى ينزل الله بك قارعة, فقال عمر: يا رسول الله جعتك لأؤمن بالله وبرسوله, وبما جاء من عند الله, قال: فكبّر رسول الله صلّى الله عليه وسلّم تكبيرة عرف أهل البيت من أصحب رسول الله صلّى الله عليه وسلّم أنّ عمر قد أسلم.&lt;br /&gt;فتفرّق أصحب رسول الله صلّى الله عليه وسلّم من مكانهم, وقد عزّوا فى أنفسهم حين أسلم عمر مع إسلام حمزة, وعرفوا أنّهما سيمنعان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم وينتصفون بهما من عدوّهم فهذا حديث الرواة من أهل المدينة عن إسلام عمر ابن الخطّاب حين أسلم.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المراجع&lt;br /&gt;زكان, الدكتور سهينل,]1992م-1412ه[ السيرة النبويّة لإبن هشام بشرح الوزير المغربى, بيروت لبنان:دار الفكر,الطبعة الأولى.&lt;br /&gt;AL-Hasani Annadawi, Abul Hasan Ali,[2001].Sirah Nabawiyah untuk Remaja,Jakarta: Robbani Press,Cet I.&lt;br /&gt;Hamka, Prof. Dr,[1975]. Sejarah Umat Islam Jilid 2,Jakarta: Bulan Bintang.&lt;br /&gt;AL-Buty, Dr.M.Said,[1999]. Sirah Nabawiyah[analisis ilmiah manhajjah sejarah pergerakan islam dimasa Rosulullah SAW],Jakarta:Robbani Press.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Prof. Dr Hamka,Sejarah Umat Islam Jilid 2 [ Jakarta: Bulan Bintang, 1975] hal 26.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Dr.M.Said ramadhan Al-Buty, Sirah Nabawiyah [analisis ilmiah manhajjah sejarah pergerakan islam dimasa Rosulullah SAW],[ Jakarta; Robbani Press,1999] hal 538. &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  المرجع السابق ص 32.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;  المرجع السابق ص 26-27.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;&lt;/a&gt; فى سيرة ابن اسحاق: 182" يدرس عليها طه و يدرس عليها إذ ا الشمس كوّرت" انظر إلى الدكتور سهيل زكارى, السيرة النبويّة لابن هشام بشرح الوزير المغربى الجز الأول &lt; بيروت لينان: دار الفكر,1992م ص 229.[5]   &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  فى دار الأرقام بن أبى الأرقام , وهي دار ظلت قائمة حتّى عهد قريب جدّا حيث أزلفث مؤخرا نجتيجة لأعمال توسيع الحرم المكى انظر إلى المرجع السابق ص 230.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;  هناك خلاف بين العلماءحول تعليل أصل الكلمة, ومن الأراء المرجئة أنّها اشتقت من صبيب الماء, أى الوضوء والإغتسال للطهر من الجنابة والصلاة, ويرجع أن قبيلة قريش لم تكن تعرع ذلك قيل الإسلام, بل عرفت صائبه العراف واستخدامهم التطهر بالماء, لذلك عند ما عمد المسلمين إلى الإغتسال و الوضوء شبههم القرشين بالصائبة, انظر إلى نفس المكان ص 230.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;  فى سيرة ابن اسحق: 182" وكان المسركون يدعون الدراسة الهينمة" انظر إلى نفس المكان ص 230.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;  ر.ث. وود انظر المرجع السابق ص 231.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt;  المرجع السابق ص 229-231.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-2085778163123974616?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/2085778163123974616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=2085778163123974616&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2085778163123974616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/2085778163123974616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/umar-bin-khattab.html' title='umar bin khattab'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-4337205121090755545</id><published>2008-12-24T05:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:49:01.686-08:00</updated><title type='text'>cara turunnya wahyu</title><content type='html'>طريقة نز و ل الوحى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   المقدّ مة&lt;br /&gt;الوحى لغة هو الا علام بسرعة و خفا ء و معنا ه شرعا هو ا علا م من الله تعالى لأحد أنبيا ئه , اما بكتا ب أو برسالة ملك, أو منام أو الهلم و كان أنواعه نوعان هما الأول وحى متلو هو القرآن الكريم و معنى أنه "متلو" أنّه متعبد بتلا وته والثّانى وحى غير متلو هو السنّة النّبوية و كان قى أثناء نزول القرآن فى ليلة القدر قد وجدت الأديان الكثيرة فى الدّنيا وكما علمنا أن فى الدّنيا كتب المسمون بالكتب السموى وهم زابر الّذى حمله نبى داود عليه السّلام و التورة الّذى حمله نبى موسى عليه السّلام و الانجيل الّذى حمله نبى عيسى عليه السّلام و القرآن الكريم الذى حمله نبى محمد صلّى الله عليه و السّلام و كما نعلم أنّ الوحى هو القرآن و هنا أنّ هذه المقالة ستبيّن عن كيف طريقة نزوت الوحى الى محمد صلى الله عليه و السلام.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   البحث&lt;br /&gt;كيف طريقة نزول الوحى الى محمد صلى الله عليه والسّلام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و قد عرفنا أنّ نبى محمد صلى الله عليه و السّلام هو خاتم النبييّن و معجزاته العضيم هو القران الكريم كان القران زمانا يكون مصدرا من مصادر الشّريعة يعنى المصدر الأوّل هو القرآن الكريم والثّانى هو السّنة النبييّة والثالث هو الاجماع والرابع هو القياس والمصادر الثالث والرابع يسمى مصادر فرعيّة أو تابعة والأوّل والثّانى يسمى مصادر أصليّة و سوى المصادر الأربعة هناك مصادر الأخرى تابعة. وقد اختلف فى اعتبارها الفقهاء, وما بين قابل وافض, وموسّع ومضيّق.&lt;br /&gt;مثل :الاستصلاح,والاستحسان,والعرف,والاستصحاب,و شرع من قبلنا,و قول الصحابى ,و غيرها.&lt;br /&gt;ويتميّز القران كذلك بأنه كتاب الله الخالد,الباقى الى أن يرث الله الأرض, و ما عليها, فهو ليس كتاب جيل أو عصر ,ولا كتاب أجيال أو أعصار, ثم ينقضى زمنه, وينسخه غيره. كما نسخت كتب الأولين بكتاب بعدها. بل هو الكتاب الخاتم للرّسالة الخاتمة, وقد تضمّن آخرما أراد الله تعالى أن يقول للبشريّة بعد أن اكتمل نضجها, واستحقّت أن تخاطب بالرسالة العامة الخالدة.فليس بعد الفرآن كتاب ولا بعد محمد صلى الله عليه و السّلام رسول, بعد أن ختم الله به النبيّين. و من هنا تكقل الله تعالى بحفضه من كلّ تحريف أو تبديل, وأعلن ذلك بصيغة تجمع كلّ دلائل التأكيد : "انّا نحن نزّ لنا الذّكر و انّا له لحا فظون"&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ومن دلائل ذلك أنّ كثر من أربعة عشر قرنا من الزمان مرّت على هذا الكتاب الكريم منذ نزوله على قلب محمد صلّى الله عليه و السّلام فى غار حراء, والى اليوم , ولم يزل محفوظا مصونا كاملا , كما نزل به الروح الأمين جبريل , و كما وعاه عنه الرّسول الكريم محمد ص.ع , وكما بلغه لأصحابه فحفظواه فى صدورهم , و كتبوه فى صحفهم , و كما تلقاه منهم المسلمون بعدهم جيلا اثر جيل , يتعرض هذا الكتاب لزيادة أو نقص , بل بقى كما هو برسمه الأول وانّ تغيّرت قواعد الرسم والاملاء , كما بقى يقرأ بطريقة قرائته الأولى بغنه مده و حركاته و سكناته و قراءاته المختلفة التى أقرها كلّها الرسول ص.ع.&lt;br /&gt;ولقد يسّر الله لهذا القرآن عشرات الألوف يحفظونه متعبدين بتلاوته , متقربين الى الله بحفظه , فانّ الله سبحانه كما يسّر فهمه , يسّر حفظه , حتّى لصبيان المسلمين وبناتهم . وهذا لم يحظ به كتاب غيره , حتّى انّ أعظم قسيس من النصارى لا يحفظ الكتاب المقدس عندهم , ولا نصفه ولا ربعه بل نجد من غير العرب من المسلمين كالهنود والباكستانيين و البنغاليين و الأ فغان و الأتراك من يحفظ هذا القرىن عن ظهر قلب و ولا يسقط منه حرفا , وهو لا يعرف معنى كلمة منه لأنّه لم يعرف العربيّة . وتلك الأمور كلّهم من عظمة القرآن كمعجزة نبيّنا محمد صلّى الله عليه والسّلام و كان نزوله منجّما فى مدّة تصل الى ثلاثة و عشرين عاما الى محمد ص ع ليس الاّ لاخراج الناس من ظلمات الجاهليّة الى نور الاسلام , كما قد بيّن فى المقدّمة يعنى نزوله بكتاب أو برسالة ملك أو منام أوالهام , و يمكن تفصيل ذلك فيما يلى :&lt;br /&gt;1. طريق الملك جبريل عليه السلام , وقد ينزل على الرسول بصورة رجل , أو على صورته الملائكة . عن عائشة رضى الله عنها أنّ الحارث ابن هشام سأل رسول الله ص ع فقال : يا رسول الله ! كيف يأتيك الوحى ؟ فقال " أحيانا يأتينى مثل صلصلة الجرس وهو أشده على , فيفصم عنى وقد وعيت عنه ما قال , وأحيانا يتمثّل لى الملك رجلا فيكلّمنى فأعى ما يقول : قالت عائشة : ولقد رأيته ينزل عليه الوحى فى اليوم الشديد البرد فيفصم عنه , وان جبينه ليتفصد عرقا "&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; وهذه الصورة نزل بها القرآن الكريم جميعه , حيث نقله جبريل عليه السلام الى النّبى ص ع , قال تعالى : "وانّه لتنزيل ربّ العالمين . نزل به الرّوح الأمين . على قلبك لتكون من المندرين  . بلسان عربيىّ مبين "&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.الكلام من وراء حجاب : وهو أن يسمع الموحى اليه كلام الله من حيث لايراه , كما سمع موسى عليه السلام النداء من وراء الشجرة , قال تعالى :&lt;br /&gt;" قال لأهله امكثوا انّى آنست نارا لعلّى آتيكم منها بخبر أوجذوة من النار لعلّكم تصطلون.فلماّ أتاها نودى من شاطىْ الواد الأيمن فى البقعة المباركة من الشّجرة أن ياموسى انّى أنا الله ربّ العالمين "&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. الرؤيا الصّاقة : فرؤيا الأنبياء حقّ , ليس من قبيل أضغاث الأحلام الّتى تعتر النّاس , ولا من قبيل وساوس الشّيطان, اذ لاسلطان للشيطان على قلوب الأنبياء .&lt;br /&gt;قالى تعالى فى حقّ ابراهيم و ولده اسماعيل عليهما السلام : " فلمّ بلغ معه السّعى قال يبنيّ انّى آرى فى المنام انّى اذ بحك فانظر ماذا ترى قال يآبت افعل ما تؤمرون ستجدونى ان شآء الله من الصّابرين "&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وعن عائشة رضى الله عنها قالت : أول ما بدىء رسول الله  ص ع بالرؤيا الصادقة فى النّوم , فكان لايرى رؤيا الاّ جاءت مثل فلق الصبح.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. القاء المعنى فى القلب : وهو المعبر عنه بالنفث فى الروع ففى الحديث الشريف " ان روح القدس نفث فى روعى أنّه لن تموت نفس حتّى تستوفى رزقها وأجلها فاتقوا الله وأجملوا فى الطلب"&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; وقد جمع القرآن الكريم هذه الطرق فى قوله تعالى : " وما كان لبشر ان يّكلّمه الله الاّ وحيا او من وّرآىء حجاب او يرسل رسولا فيوحى باذنه ما يشآء انّه علىّ حكيم "&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ذلك حفظ الله القرآن, فلا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه, لأنه كتاب الزمان كلّه , فلا ينبغى أن يحمل على ثقافة عصر حاص, أوأفكار تتغيّر و القوانين تتبدّل و العصور ولأحيال تذهب و يبقى كتاب الله كما أنزله الله.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   الاختتام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن ذلك البيان نستنبط أنّ نزول الوحى مجملا و منجّما بكتاب أو برسالة ملك أو منام أو الهام.وكان العلماء والفقهاء يختلفون فى تعيين أول ما نزل و آخره ولكنّ الأرجح منهم من موافقتهم أنّ الأول ما نزل هو السورة العلق الأية 1-5 وآخر مانزل هو السورة البقرة الأية 281  و تزكّر يآاخوانى اذ أردت أن تكون مطمئنّا فى القاب وجب عليك أن تقرأ القرآن الكريم.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   المراجع&lt;br /&gt;محمودعطا,سليمان وهاشمريان,محمّدو أ حمد جعمور,رياض,1984,العقيدة الفصل الدراسى الثّانى, الطبيعة الأولى:ادارة الدراسات الاسلاميّة دارالقرآن الكريم.&lt;br /&gt;قطب,محمّد, 1981,مقرّرعلم التوحيد اصفّ الثالث الثانوى,الطبيعة الثالثة,المملكة العربيّة السّعوديّة:دارالأصفهانى الطباعة جدة.&lt;br /&gt;القرضوى,دكتور يوسف,1411,مدخل لدراسة الشريعة الاسلاميّة:مكتبة وهية.&lt;br /&gt;سيّد طنطاوى,الدكتور محمّد,1968,مباحث فى علوم القرآن,الطبيعة الأولى,القاهرة:دارالشروق.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; الفرقان :6&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; أخرجه البخارى&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; سورة الشعراء الآيات 195-196&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; سورة القصص الآيتان 30,39&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; سورة الصافات الآية 102&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; أخرجه البخارى&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; أخرجه الحاكم&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; سورة الشورى الآية51&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-4337205121090755545?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/4337205121090755545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=4337205121090755545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4337205121090755545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4337205121090755545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/cara-turunnya-wahyu.html' title='cara turunnya wahyu'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-8932627731932010796</id><published>2008-12-24T05:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:47:26.161-08:00</updated><title type='text'>mu'tazilah</title><content type='html'>المقدّمة&lt;br /&gt;أنّ قبل وفاة النّبى صلّى الله عليه وسلّم  ليس هناك الإختلاف ولكنّن بعد وفاة النّبى صلّى الله عليه وسلّم  هناك الإختلافات الكثيرة. وهم يقولون أنّ فرقتهم أصدق الفروق حتّى انقسم إلى الأقسام الكثيرة, كما عرفنا أنّ الإسلام هو دين للتّحاد الأمة. وأوّل ظهور الإختلاف هو فى أمر الخلافة " أنّ من سيكون خلافة بعد وفاة النّبى صلّى الله عليه و سلّم". ثمّ استمرّوا تلك المخالفات إلى العقيدة و من بعضهم يعتقدون أنّ فرقتهم أو اعتقادهم هذا أصدق اللإعتقادات حتّى انقسمو إلى أقسام متناوعة كمثل: الشيعة, والخوارج, و المرجئة, و المعتزلة و الآخر و سنبحث هنا عن المعتزلة و كيفيّة تاريخ نشأة المعتزلة و فراقه و رجاله و آراءهم الكلامية.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;البحث&lt;br /&gt;المعتزلة&lt;br /&gt;إنّ المعتزلة كمذهب عقلانى فى علم الكلام قد ظهر ملحوظة فى مسرح تاريخ الفكر الإسلامى وقد حاول المعتزلة فى بيان العقيدة الإسلاميّة و الدفاع عنها من هجوم الديانات الأخرى بسلاح الفلسفة و المنطق اليونانى لأنّ الأعداء تسلحون بها كذالك. وكذالك هى أكبر و أكثر سنّا فى علم الكلام, و من يودّ على إطلاق الفلسفة الإسلاميّة ينبغى قرائة كتب المعتزلة لا كتب فيلوسوفى الإسلاميّة.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;أ. تاريخ نشأة المعتزلة&lt;br /&gt;ظهور المعتزلة فى البصرى "عراق" فى القرن الثّانى من الهجرى و كان البصرة مصدر العلوم و الحضارة الإسلاميّة فى تلك الزمان و يكون محل للتّوجه عدّة العادة و الديانات الكثيرة. لأنّ فى زمانه كثير النّاس يهاجمون الإسلام من العقيدة, و يعترفون انّهم آمنوا ولكنّهم كفروا. من بين أعداء الإسلام الّذى يعترف أنّهم آمنوا هى فرقة رفضة وهى عضومن فرقة الشيعة الّذى يختلف كثيرا من الإعتقاد الإسلام كالدّين المانوا و مذهب أغنوستك الذّى ينتشر فى الكوفة و البصرة. وكذالك من عدوّى الإسلام هو مذهب تسوّف الحلول الذّى يعتقد أنّ الله فى روح الإنسان. وأجاب المعتزلة أنّ الله لا يمكن الثبوت فى محال ما.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                أنّ المعتزلة ليس ملقّب من نفسهم ولكن من غيرهم, و المعتزلة يلقّب أنفسهم بإسم أهل العدل و التوحيد. رواية المعتزلة ثلاثة و من أهمّ تسميّته من كلمة " إعتزل " معناه الإبتعاد و الإنفصال أنفسهم من المسلمين:&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. وليس واصل بن عطاء و عمر بن عبيد يعتزلان من مجلس الحسن البصرى فى مسجد البصرة و صنع مجلسا بنفسه لاستمرار آراءهم أنّ من يرتكب الكبائر ليس مؤمن كامل وليس كافر كامل و لكنّ منزلته بين منزلتين. ولابتعاد و الانفصال هذا سميت بالمعتزلة.&lt;br /&gt;2. ولابتعاد من آراءهم فى إرتكاب الكبائر مرجئة يقول أنّ من يرتكب الكبائر وهو مؤمن وقال الخوارج الزارقة صار كافر, وأمّا من آراء الحسن البصرى هو منافق فأتى واصل بن عطاء برأيه أنذ من يرتكب الكبائر ليس مؤمن  وكذالك الكافر. ولكنّ صار من جهة الجسميّة ذالك سميت بالمعتزلة.&lt;br /&gt;3. و من آراءهم يقولون أنّ من يرتكب الكبائر وهو ابتعاد نفسه من المؤمنين والكافرين و ذالك سميت بالمعتزلة.&lt;br /&gt;والإستنباط ذلك كلّهم:&lt;br /&gt;o  ظهرت المعتزلة من بين الحسن البصرى وتلميذه وهما واصل بن عطاء و عمر بن عبيد.&lt;br /&gt;o     ظهرت المعتزلة بسبب الإختلاف الدين بين النّاس.&lt;br /&gt;ب. الأصول الخمسة&lt;br /&gt;        عند البغدادى فى كتابه " الفرق بين الفراق " أنّ المعتزلة انقسمت إلى 22 فرقة واثنان يختلفا  من الإسلام ولكن جميع فراقه يتضمّن على أصولهم الخمسة وهى :&lt;br /&gt;ü   التوحيد&lt;br /&gt;التوحيد هو مصدر الإسلام وأفضاله والحقّ على التوحيد ليس بالحصوص لفرقة المعتزلة لأنّهم يفسّرون بتفسيرهم وأنّهم مشهور بأهل التوحيد و العدل.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü    العدل&lt;br /&gt;مصدر العدل هو يضع جميع أفعاله فى النّاس.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ü   الوعد والوعيد&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;أصل الوعد والوعيد متفرق عن أصل العدل ويمكن نظره المعتزلة إلى يوم الآخر إنّه استحقاق وأعواد.&lt;br /&gt;ü   المنزل بين منزلتين&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;هذا مهمّ لأنّ واصل بن عطاء يعتزل نفسه من الحسن البصرى و قرّر أنّ مرتكب الكبائر سوى الشرك ليس مؤمن ولا كافر وهو فاسق. وافاسق قام بنفسه بين اللإيمان والكافر.&lt;br /&gt;ü   الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;هذا هو الأصل العمل الوحيد إذ الأصول الأخرى تتعلق بالنظر والإعتقاد وقد مارس المعتزلة هذا الأصل عمليا فقد عرفت سيرة رجالهم بجهاد زنادقت والفساق فضلا عن التصدى المعتردين للإسلام.&lt;br /&gt;ج. رجال المعتزلة&lt;br /&gt;ü   واصل بن عطاء الغزّال (131-80 ه ,748-699 م)&lt;br /&gt;هو مشهور بسبب مؤسس المعتزلة و رئيس الأوّل, وأيضا قرّر الأصول الخمسة للمعتزلة &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ü   أبو الهذيل الألاّف.&lt;br /&gt;هو رئيس المعتزلة البصرة, يتعلّم كثيرا في كتب اليوناني&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;, و يحفظ كثيرا اشعار العرب و مصا حبته بالفيلوسف, و كتب الفلسفة.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ü   إبراهم بن شيار النزّام.&lt;br /&gt;هو طالب أبو الهذيل الألاف ,هو رجال المعتزلة المشهور ويتعلّم كثيرا بكتب الفلسفة و كثرة المؤلفات.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; د. آراء هم الكلاميّة&lt;br /&gt;ü    فا لله تعلى علم بعلم هو هو, قادر بقدرة هى هو&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;, هو حيّ بحيّة هى هو&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;ü    أنّ أعمال الله كلّهم خير و شرّه يأتى عرضا هذا عند المعتزلة و القدرية.&lt;br /&gt;ü    أنّ الانسان قد حمل الآمانة أى أنّه مكلف بالتكاليف عقلية " خلقية " و شرعية.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ü  أنّ الإنسان حرّ مختار فيما هو مكلف به مسؤول عنه يوم القيامة أمّا ماعدا ذلك من الأفعال فهو مجبر.&lt;br /&gt;ü    أنّ القرآن هو مخلوق ليس كلام الله.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn15" name="_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإختتام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فبهذا عرفنا بأنّ المعتزلة هذه  مذهب ضالّ و مضلّ لأنّ تعتبر و تعتقد بإلتزام إستخدام العقل فى فهم العقيدة الإسلاميّة, و ذلك تؤثر كثيرا بفيلوسوف اليونانى  و الفيلوسوف الهندى و العقيدة اليهودى و النصرىٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍٍ. و كذالك فرقة يأخذ عن فهم القدريّة  فى إنكا ر تقدير الله وجغل العقل المصدر الأولى, ذالك سمّيت المعتزلة بمذهب غقلانى.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المراجع&lt;br /&gt;Ahamad Hanafi M.A [ 1967]. Pengantar Teologi&lt;br /&gt;Islam, Jakarta: penerbit pustaka AL Husna, Cet 3.&lt;br /&gt;Ahmad Hanafi  M. A [ 1974]. Teologi Islam { Ilmu kalam}, Jakarta: NV Bulan Bintang, Cet 1.&lt;br /&gt;الدكتور أمل فتح الله زركشى &lt;2006&gt;. علم الكلام تاريخ المذاهب الإسلاميّة و قضاياها الكلاميّة, فونوروكو: دار السلام للطباعة و النشر, الطبعة الثالثة.&lt;br /&gt;دكتور أحمد محمود صبحى &lt;&gt;. فى علم الكلام دارسة فلسفة لآراء الفرق الإسلاميّة فى أصول الدين الأول " المعتزلة ", مؤسسة الثقافة الجامعة, الطبعة الرابعة.&lt;br /&gt;Amal fathullah zakasyi, Kuliah tentang konsep tauhid dalam prespektif filsafat, ilmu kalam, dan tasawuf [ fakultas ushuluddin isid gontor].&lt;br /&gt;WWW.NET.COM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; A Hanafi M A, Pengantar teologi islam [ Jakarta: Pustaka AL  Husna, 1967] hal 64.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;   نفس المرجع 64.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  نفس المرجع 65-66.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;  A Hanafi M A, Theology Islam [ ilmu kalam ], [Jakarta : Bulan Bintang, 1974] hlm 42-43.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; الدكتور أمل فتح الله زركشى, علم الكلام &lt; فونوروكو : دار السلام للطباعة والنشر, 2006&gt; ص 176.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;  نفس المرجع ص 44.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; نفس المرجع ص 187.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;   A Hanafi MA,Teologi Islam, المرجع السابق ص 70.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;   A Hanafi MA, Teologi Islam [Ilmu Kalam]المرجع السابق ص 54.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;&lt;/a&gt;  المرجع السابق ص 71. A Hanafi M A , Teologi Islam [10]&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;  A Hanafi MA  المرجع السابق ص 71.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; دكتور أحمد محمود صبحى, فى علم الكلام دارس فلسفية لآراء الفرق الإسلامية فى أصول الدين الأول " المعتزلة", 1982, ص 192.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt;  Amal Fathullah Zarkasyi " Kuliah tentang konsep tauhi alam prespektif filsafat, ilmu kalam dan tasawuf '' { fakultas usuluddin isid gontor}.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;  دكتور احمد محمود صبحى المرجع الساق 198.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref15" name="_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;  www. Net.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-8932627731932010796?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/8932627731932010796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=8932627731932010796&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/8932627731932010796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/8932627731932010796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/mutazilah.html' title='mu&apos;tazilah'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-8224050606688149263</id><published>2008-12-24T05:44:00.001-08:00</published><updated>2008-12-24T05:44:57.124-08:00</updated><title type='text'>manajemen bank syari'ah dari teori ke praktik</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.1. Latar Belakang&lt;br /&gt;Jika kita mendengar kata islam timbullah berbagai anggapan tentang islam, salah satunya adalah islam itu sebagai faktor penghambat pembangunan [an obstacle to economic growth]. Pandangan ini berasal dari para pemikir barat.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Karena mereka menganggap islam seolah-olah hanya berkaitan dengan masalah ritual saja dan anggapan mereka itu salah karena sebetulnya jika kita melihat secara seksama bahwa islam itu mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk masalah pembangunan ekonomi serta industri perbankan sebagai salah satu motor pengerak roda perekonomian. Dan itu terlihat dari yang telah dicontohkan nabi MUHAMMAD SAW, ketika bertindak sebagai mudharib [wakil atau pihak yang dimodali] untuk istrinya, Khadijah. Sementara Khalifah yang kedua, Umar bin Khattab, menginvestasikan uang anak yatim pada saudagar yang berdagang dijalur perdagangan antara Madinah dan Irak.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;Dan juga orang zaman dahulu kala itu sebenarnya sudah memakai sistem islam seperti pembagian hasil dan rugi [profit and loss sharing] dalam jual-beli tetapi dalam zaman dahulu dikenal dengan sistem tukar-menukar contoh menukar harta yang mereka miliki dengan makanan untuk memenuhi kebutuhan mereka .Tetapi hanya kita saja yang acuh tak mau acuh dan tak mau tahu melihat kepada sejarah atau tak mau mempelajari sejarah yang kita miliki dan tanpa disadari didalamnya terdapat ilmu yang sangat berlimpah dan berharga.&lt;br /&gt;I.2. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Secara tidak langsung islam juga mempunyai andil yang besar dalam sektor ekonomi dan juga bukan bersifat komprehensif saja tapi bersifat universal dan universalitasnya itu terlihat dari dapat diterapkannya dalam setiap waktu dan tempat sampai hari akhir nanti contohnya dalam bidang muammalah tidak membeda-bedakan antara muslim dan non muslim. Dan pada saat ini banyak sekali pihak bank-bank konvensional  yang membuka sistem bank syariah dalam banknya, karena kebanyakan orang itu sekararang lebih memilih menabung di bank yang bernama bank syariah. Maka makalah ini akan mencoba memaparkan sebuah penjelasan sebagai berikut :&lt;br /&gt;bagaimanakah lahirnya bank syariah itu?&lt;br /&gt;bagaimanakah definisi bank syariah itu?&lt;br /&gt;bagaimanakah system perbankan syariah?&lt;br /&gt;I.3.Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;Kita sekarang banyak melihat bank-bank konvensional yang makin sempit peluangnya dan sebagian orang [nasabah] berpindah ke bank-bank syariah karna tertarik dengan sistem bagi hasil dan ruginya. Dan tujuan dari makalah ini ialah :&lt;br /&gt;1.menjelaskan bagaimana lahirnya bank syariah&lt;br /&gt;2 menjelaskan bagaimanakah definisi bank syariah&lt;br /&gt;3 menjelaskan bagaimanakah system perbankan syariah&lt;br /&gt;I.4.Manfaat Penulisan&lt;br /&gt;Mungkin makalah ini tidak banya memberikan informasi tentang bank syariah kepada semua tapi semoga berguna bagi:&lt;br /&gt;1.Semua mahasiswa syariah khususnya prodi LKI untuk menambah wawasan.&lt;br /&gt;2.Semoga bermanfaat bagi semua masyarakat yang belum mengerti apakah bank syariah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.1.Lahirnya bank syariah&lt;br /&gt;Selama 500 abad silam. Para sejarah ekonomi islam eropa yang notabenenya mengalami abad kegelapan [dark ages]. Pada saat itulah sebenarnya banyak mahasiswa eropa yang berbondong-bondong belajar ekonomi dinegara-negara islam. Ketika  mereka kembali ke eropa abad 12, merekalah yang menjadi pelopor/pencerahan bagi ekonomi dinegara mereka masing-masing.&lt;br /&gt;Sejak awal kelahirannya, perbankan syariah dilandasi dengan kehadiran dua gerakan renaissance islam modern: neorevivalis dan modernis.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan dua gerakan renaissance [ kebangkitan kembali: waktu kebangkitan seni, sastra dan pengetahuan di eropa mulai abad ke 14-17, dan merupakan peralihan dari abad pertengahan ke abad modern] yang cukup sederhana itu, bank islam itu tumbuh dengan sangat pesat. Sesuai dengan analisa Prof. Khursid Ahmad dan laporan International Assosiation of Islam Bank, hingga akhir 1999 tercatat lebih dari 200 lembaga keuangan islam yang beroperasi diseluruh dunia baik dinegara berpenduduk muslim maupun diEropa, Australi, maupun Amerika.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu yang patut kita banggakan karena kebanyakan bank konvensional membuka cabang syariah  dan yang paling nampak ialah di Indonesia yang tercinta ini  yaitu pada awal tahun 1990 an. Namun didiskusi tentang bank syariah sebagai basis ekonomi islam sudah mulai dilakukan pada awal tahun 1980. Sedangkan prakasa untuk mendirikan bank syariah di Indonesia dilakukan oleh Majlis Ulama Indonesia [MUI] pada tanggal 18-20 agustus 1990.Dan juga  karena berdasarkan ketentuan bank Indonesia yang mengatur UUS antara lain :&lt;br /&gt;1.      a.Keputusan Direksi bank Indonesia nomor 32/33/KEP/DIR/tanggal 12 mei 1999.Tentang bank umum.&lt;br /&gt;2.      b.Peraturan bank Indonesia nomor 4/1/PBI/2002 tanggal 27 maret 2002 tentang perubahan kegiatan usaha bank umum konvensional menjadi bank umum berdasarkan prinsip syariah dan pembukaan kantor bank berdasarkan prinsip oleh bank umum konvensional, yang merupakan penyempurnaan dari peraturan Bank Indonesia nomor 2127/PBI/2000 tanggal 15 desember 2000 tentang bank umum konvensional yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan juga tercatat adalah saat ini banyak nama besar dalam dunia keuangan internasional seperti Citibank, Jardine Flemming, ANZ, Chase Chemical Bank, Goldman sach dan lain-lain telah membuka cabang dan subdisiories yang berdasarkan syariah. Dalam dunia pasar modal pum, Islamic fund kini ramai diperdagangkan, suatu hal yang mendorong singa pasar modal dunia Dow Jones untuk menerbitkan Islamic Dow Jonex index. Oleh karena itu tak heran jika Scharf, mantan Direktur Utama Bank Islam Denmark yang Kristen itu, menyatakan bahwa bank islam adalah patner baru pembangunan.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kita berekonomi menurut islam secara tidak langsung kita harus mengikuti azas dasar hukum islam. Yaitu dimaksudkan untuk membangun islam mengenai ekonomi.&lt;br /&gt;Azas dasar ini memang tidak menyangkut teknik individu dalam olah harga dalam berekonomi. Hanya azas dasar ini mempunyai pengaruh  kuat pada perilaku individu dalam berekonomi. Ada banyak factor esensial yang mewarnai sikap individu yang berpengaruh mewarnai social kemasyarakatan, setidaknya dalam pandangan islam, dad 3 faktor kuat pada individu dalam berekonomi:&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Faktor akidah.faktor ini jelas berpengaruh kuat pada jiwa seseorang dan pada sikap hidupnya.&lt;br /&gt;Faktor moral. Faktor ini menjadikan seseorang mempunyai rasa kemanusiaan [humanis] dan bertanggung jawab pada setiap perilakunya.&lt;br /&gt;Hukum syariah berfungsi sebagai system komando seseorang dalam bersosialisasi.&lt;br /&gt;Dan perlu diketahui factor ini tidak selalu terwujud bebarengan. Tapi antara satu factor dengan factor lainnya saling terkait. Misal: Syariah hanya mengatur kehidupan pribadi yang kasatmata. Dalam social kemasyarakatan, misalnya, syariah mengatur tata cara jual-beli yang sah, yakni harus adanya akad dan tidak terjadi penipuan.Namun yang terealisasikan pada kita lain dengan yang dulu karena kalu kita yang terpenting adalah ada uang ada barang.&lt;br /&gt;Dan jika kita ingin mencari rujukan tentang ekonomi islam tidak usah jauh-jauh karena kita cukup merujuk kepada sejarah ekonomi syariah, tentunya periode terbaik yang jadi rujukan ialah waktu periode ROSULULLAH SAW dan KHULFAURRASIDDIN yang mana itu semua mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh bank-bank konvensioanl lainnya, karena islam mempunyai acuan [ baca AL QUR'AN dan HADITS] dan acuan yang bersifat interpretative.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan selain itu ada juga perbedaan antara ekonomi islam dan ekonomi konvensional. Antara lain bahwa ekonomi islam ialah: kebutuhan [need] terbatas dengan sumber daya yang tidak terbatas, yang tidak terbatas bukan kebutuhan tetapi keinginan [want].&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;Dan ekonomi konvensional ialah: bahwa ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari "kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.2. Definisi Bank syariah&lt;br /&gt;Bank syariah atau yang biasa dikenal dengan [profit sharing] merupakan bank yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah islami, yang mana didalam operasinya bank syariah mengikuti aturan AL QUR'AN dan HADITS. Dan diantara prinsip-prinsip dasar bank syariah antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titipan atau simpanan&lt;br /&gt;Dalam tradisi fiqih islami prinsip titipan atau simpanan di kenal dengan prinsip al wadi’ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak kepihak yang lain baik individu maupun badan hukum yang harus di jaga dan di kembalikan kapan saja si penitip menghendaki&lt;br /&gt;Bagi hasil&lt;br /&gt;Secara umum prinsip bagi hasil dalam perbankan syariah dapat dilakukan dalam empat akad utama yaitu al musyarakah, al mudarabah, al muzaraah, dan al musaqoh .&lt;br /&gt;            Dan demikian prinsi yang paling banyak di pakia adalah al musyarakah dan almudarabah sedangkan al muzaraah dan al musaqoh di pergunakan khusus untuk plantation financing atau pembiayaan petanian oleh bank islam.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Musyarakah&lt;br /&gt;            Al Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing masing pihak memberikan konstribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan di tanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mudarabah&lt;br /&gt;            Al mudarabah adalah akad kerja sama antara dua pihak dimana pihak pertama menyediakan seluruh modal sedangkan pihak yang lainnya menjadi pengelola dan keuntungannya di bagi berdasar kesepakatan yang di tuangkan dalam kontrak sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selagi tidak akibat kelalaian pengelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Muzara’ah&lt;br /&gt;            Al Muzara’ah adalah kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarp di mana pemilik lahan memberika laha pertanian kepdaa si penggarap untuk di tanami dan di olah dengan imbalan bagian tertentu  dai hasil panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Musaqoh&lt;br /&gt;            Al Musaqoh adalah bentuk yang lebih sederhana dari Al Muzarah di mana si penggarap hanya bertanggung jawab atas penyiraman dan pemeliharaan sebagi imbalan si penggarap berhak atas nisbah tertentu dari hasil panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual Beli&lt;br /&gt;Bentuk bentuk akad jual beli yang telah di bahas para ulama telah sangat banyak khususnya dalam fiqih muamalah islamia, dari sekian banyak itu ada tiga jenis jual bei yang telah banyak di kembangkan sebagai sandaran pokok dalam pembiayaan modal kerja dan investasi dalam perbankan syariah yaitu Bai’murabahah, bai’as salam, bai’ al istisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bai’ Al murabahah&lt;br /&gt;            Bai’murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dari tambahan keuntungan yang telah di sepakati dalam hal ini penjual harus memberi tahu harga produk yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bai’ As salam&lt;br /&gt;Bai’As salam adalah pembeliyan barang yang di serahkan di kemudian hari sedangkan pembayaran di lakukan di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bai’ Al istishna&lt;br /&gt;Bai’ istihna merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang dalam kontrak ini pembuat barang menerima pesanan dari pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran upah atau sewa tanpa di ikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakalah atau wikalah berarti penyerahan, pendelegasian atau pemberian mandate, dalam bahasa arab hal ini dapat di pahami sebagai Al tafwid akan tetapi yand di maksud dengan wakalah dalam hal ini adalah pelimpahan kekuasaan oleh seorang kepada yang lain dalam hal hal yang di wakilkan&lt;br /&gt;Menurut sejarah, awal mula kegiatan bank syariah yang pertama sekali dilakukan adalah di Pakistan dam Malaysia pada tahun 1940 an. Di Kairo Mesir pada tahun 1963 berdiri Islamic Rural Bank di desa Mit Ghamr. Bank ini beroperasi di pedesaan Mesir dan masih berskala kecil.&lt;br /&gt;            Selain bank syariah mempunyai prinsip-prinsip dalam berekonomi juga mempunyai  fundamen/azas dari system islam, antara lain: &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.Tiap-tiap system ekonomi tujuannya adalah sama yaitu menjadi pemuasan adri berbagai keperluan hidup masyarakat, baik keperluan hidup seorang maupun  dari masyarakat sebagai keseluruhan.&lt;br /&gt;2. Tiap-tiap system ekonomi bekerja menurut prinsip yang sama yaitu prinsip atau motif ekonomi.&lt;br /&gt;            Jadi bank syariah itu ialahnk yang system keuanggannya berdasarkan bunga harus di gantikan dengan suatu system kerja sama dengan skema bagi hasil keuntungan maupun kerugian&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.3. Sistem Perbankan Syariah&lt;br /&gt;Perbankan syariah mempunyai system bentuk dan prinsip dalam mengelola sebuah perekonomian yang berbasis syariah diantara system dan bentuk tersebut terdapat profit sharing sebagai karekteristik dasar, system penghimpunan dana, system pembiayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profit Sharing&lt;br /&gt;Prinsip bagi hasil (Provit sharing) merupakan karekteristik umum dan landasan dasar bagi operasional bank  islam secara keseluruhan, secara syariah prinsipnya berdasarkan Al Muddarabah, berdasarkan prinsip itu bank islam akan menjadi sebagai mitra baik dengan penabung maupun dengan pengusaha yang meminjam dana, dengan menabung di bank penabung bertindak sebagai penyandang dana sedangkan bank akan bertindak sebagai pengelola, diantara keduanya diadakan mudarabah yang menyatakan pembagian keuntungan masing masing pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Penghimpunan&lt;br /&gt;Bagi bank konfisional selain modal sumber dana lainnya cenderung bertujuan untuk menahan uang hal ini sesuai dengan apa  yang dilakukan Kynes yang mengemukakan bahwa orang membutuhkan uang untuk tiga kegunaan 1. transaksi 2. jaga jaga 3. investasi &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn13" name="_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt; oleh karna itu produk himpunan tersebut di sesuaikan berdasarkan tiga fungsi yakni giro, tabungan, deposito, hal ini sangat berbeda dengan bank syariah, bank syariah tidak melakukan pendekatan tunggal dalam menyediakan produk penghimpun dana bagi nasabahnya dan pada dasarnya di lihat sumbernya, dana bank syariah terdiri dari modal, titipan, investasi.&lt;br /&gt;Modal adalah dana yang di serahkan oleh para pemilik dana (owner)&lt;br /&gt;Titipan adalah titipan murni yang apabila hendak di ambil dapat diambil setiap saat.&lt;br /&gt;Investasi adalah bagi  hasil yang menggunakan prinsip mudarabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pembiayaan&lt;br /&gt;Pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank, yaitu pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi kebutuhan suatu pihak, menurut sifat penggunaannya pembiayaan dapat di bagi menjadi 2 hal &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn14" name="_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan Produktif&lt;br /&gt;Yaitu pembiayaan yang di tujukan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam arti luas yaitu untuk peningkatan usaha produksi, perdaganggan, maupun investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan Konsumtif&lt;br /&gt;Yaitu pembiayaan yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang akan habis di gunakan untuk memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab III.&lt;br /&gt; PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.1. Kesimpulan&lt;br /&gt;            Dapat kita simpulkan bahwa tujuan bank syariah ialah sebagai penengah diantara banyak permasalahan dalam bank bank konvensional. Jika kaum kapitalisme lebih mementingkan uang, sedangkan kaum sosialisme yang merampas hak individu demi kemaslahatan masyarakat, terutamma kaum komunis. Maka bank syariah dengan ekonmi yang berasaskan Al Quran dan Hadist .&lt;br /&gt;III.2. Saran/Rekomendasi&lt;br /&gt;            Jadi penulis sangat menghimbau kepada masyarakat umum terutama kepada penulis sendiri agar selalu berusaha dalam melaksanakan atau menjalankan semua kegiatan menurut ajaran islam yang telah tertanam dalam diri kita tertutama dalam berekonomi, bagaimana berekonomi  yang baik. Dan penulis menyarankan kepada semua antara lain ;&lt;br /&gt;Semoga dengan berkembangnya ilmu dizaman modern ini yang apa apa serba instant, maka kita jangan melupakan bahwa islam itu pernah berjaya dalam dunia keilmuan&lt;br /&gt;Kepada siapapun yang berada diatas (yang berkuasa) agar tidak lupa selalu mengamalkan apa  yang telah di ketahuinya mengenai ajaran islam dan juga agar menjadi pemimpin yang jujur, arif, dan bijaksana&lt;br /&gt;III.3. Penutupan&lt;br /&gt;            Mungkin tulisan ini tidak ada apa-apanya tapi semoga bermanfaat bagi semua dan memberikan konstribusi dan memperkaya khazanah bagi perkembangan bank syariah. Dan apabila ada kesalahan kata-kata dalam bahasa penulisan, penulis minta maaf sebesar-besarnya.Dan saya sendiri meminta do’a kepada antum semua agar saya dapat berkarya lebih banyak dan terutama lebih baik dan bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Zaky Al Kaaf, Abdullah,[2002]. Ekonomi dalam Prespektif Islam, Bandung: CV Pustaka Setia,cet I.&lt;br /&gt;Wiroso,[2005]. Jual Beli Murabahah,Jogja: UII Press,cet I.&lt;br /&gt;An Nababan, M. Faruq,[2002]. Sistem Ekonomi Islam pilihan setelah kegagalan system kapitalis dan sosialis, Jogja: UII Press,cet III.&lt;br /&gt;AL 'Assal, Ahmad Muhammad dan Abdul Karim, fathi Ahmad,[1980]. Sistem Ekonomi Islam,Prinsip-prinsip dan Tujuan-tujuannya, PT Bina Ilmu.&lt;br /&gt;Kasmir,[2002]. Dasar-dasar Perbankan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, cet I&lt;br /&gt;Lewis,Mervynk dan M Algaoud, Latifa,[2003]. Perbankan Syariah ,Prinsip, Praktik, Prospek, Jakarta: PT Serambi Ilmu, cet I.&lt;br /&gt;Antonio, M. Syafi'I,[2002]. Bank Syariah Dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema Insani Press, cet II.&lt;br /&gt;Qordiwi, Yusuf,[1997]. Norma-dan Etika Ekonomi Islam, Jakarta: Gema Insani Press, cet I.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Max weber, the protestant ethic and the spirit of capitalism [London : George Allen and Unwin. Ltd, 1976] : Irma Adelman dan Cynthia taft mornis, Economic [growth and social equity in developing countries, Stanford : Stanford university press, 1973]. Lihat M.Syafi'I Antonio, Bank Syariah dari teori ke praktik [Jakarta,Gema Insani Press,2002].hlm 3&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Mervynk. Lewis dan Catifa M. Algaoud, Perbankan Syariah prinsip praktik prospek [Jakarta, P.T. Serambi Ilmu Semesta, 2003].hlm.14&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Abdullah. Saeed, Islamic Banking and Interest: a study of the prohibition of riba and its contempory interpretation, [Leiden: EJ Briil, 1996]. Lihat M. Syafi'i Antonio. Op. cit. hlm. 18.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; M. Khursid Ahmad " Islamic Finance and Banking: the challenge of the 21st century " dalam imtiyafield: the Islamic society of north Amerika, 1999]. Lihat ibid. hlm.18.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Wiroso. S. E. MBA, jual beli murabahah, [Jogja: UII Press, 2005]. Hlm.4.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Traute Wohler Scharf, Arab and Islamic Banks: new bisiness partners for developing countries [paris development center of the organization for economic cooperation and development: 1983]. Lihat ibid 19.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; M. Faruq an-Nababan, system ekonomi islam pilihan setelah kegagalan system kapitalis dan sosialis [Jogja, UII Press, 2002].hlm. 3&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Ibid. hlm 19.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Keinginan dalam hal ini sama artinya dengan nafsu. Nafsu/nafs, walaupun dalam al qur'an menegaskan bahwa nafs itu berpotensi positif dan negative, namun diperoleh pula [syarat bahwa pada hakikatnya potensi positif manusia lebih kuat dari potensi negatifnya, hanya saja daya tarik keburuka lebih kuat dari pada daya tarik kebaikan. Lihat Quraish Shihab, [1996] wawasan al quran, tafsir maudhu'l atas pelbagai persoalan uamt mizan, Jakarta, hlm. 286.Lihat Heri. Sudarso, konsep ekonomi islam suatu pengantar. [Jogja.pnerbit ekonisa kampus fakultas ekonomi UII].2003,hlm.11.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Qordowi yusuf, Norma dan Etika Ekonomi Islam [Jakarta, Gema Insani Press]. Hal 90&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt; H Syafaruddin. Prawiranegara, Apa yang dimaksud dengan system ekonomi islam [Jakarta, Publica].hlm.10.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; . M Syafii antonio, Op.cit.Hlm 19&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref13" name="_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt; John M Keyness CM .Syafii Antonio, Bank syariah ,Gema Insani&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref14" name="_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt; Qordo Yusuf .op.cit. hal 243&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-8224050606688149263?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/8224050606688149263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=8224050606688149263&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/8224050606688149263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/8224050606688149263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/manajemen-bank-syariah-dari-teori-ke.html' title='manajemen bank syari&apos;ah dari teori ke praktik'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-4208596497104089411</id><published>2008-12-24T05:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T05:43:07.495-08:00</updated><title type='text'>silogisme hipotesis</title><content type='html'>SILOGISME HIPOTESIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Ilmu mantiq adalah tatanan berfikir yang dapat memelihara otak dari kesalahan berfikir dengan pertolongan Allah SWT. Suatu rumusan ilmu mantiq adalah ia sebagai suatu alat yang mengatur kerja otak dalam berfikir agar terhindar dari kesalahan, selain merupakan ilmu kecermatan praktis [ menurut Syekh Aj-Jurjani, Aljurjani hlm 232 ]. Ilmu mantiq membahas segala sesuatu berupa esensi dan subtansi yang dikaji dalam berbagai ilmu. Diantara tujuan mempelajarinya adalah melatih, mendidik dan mengembangkan potensi akal dalam mengkaji objek piker dengan menggunakan metodologi berfikir, menempatkan persoalan dan menunaikan tugas pada situasi dan kondisi yang tepat, membedakan proses dan kesimpulan berfikir yang benar dari yang salah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diantara keutamaan-keutamaan ilmu mantiq adalah dapat mengungguli dan memberi nilai tambah terhadap disiplin ilmu-ilmu lainnya, sebab kegunaan ilmu mantiq bersifat umum. Artinya ilmu mantiq membahas tashawur dan tasdiq sedangkan setiap disiplin ilmu memuat hasil kegiatan tashawur dan tasdiq sesuai dengan objek kajiannya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelbagai macam persoalan dan permasalahan yang dibahas dalam ilmu mantiq. Pembahasan proposisi yang lainnya adalah sebuah hipotesis disebut silogisme hipotesis sedikit kaitan dan permasalahan yang bersangkutan dengan silogisme hipotesis missal yang akan dibahas oleh pembahas paparan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Silogisme hipotesis adalah silogisme yang proposisi pertamanya merupakan proposisi hipotesis. Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya adalah proposisi hipotesis. Proposisi hipotesis adalah proposisi yang terdiri atas bagian-bagian yang satu sama lainnya memiliki hubungan yang bersifat saling bergantung, bertentangan atau memiliki kesamaan; oleh karena itu proposisi hipotesis tidak terdiri atas subyek dan predikat yang dihubungkan oleh kepala.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya terdiri dari pernyataan bersyarat. Pernyataan itu terdiri dari dua bagian yaitu sebab dan akibat. Sebab merupakan pernyataan yang mengandung syarat sedang akibat merupakan pernyataan akibat.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip silogisme hipotesis:&lt;br /&gt;1.      Kalau sebabnya benar, maka natijahnya benar&lt;br /&gt;2.      Kalau natijah salah, maka sebabnya juga salah&lt;br /&gt;Macam-macam silogisme hipotesis:&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Silogisme Hipotesis Disjungtif Inklusif&lt;br /&gt;Silogisme yang menyatakan bahwa kedua proposisi yang ada bisa benar, tetapi keduanya tidak mungkin salah. Silogisme disjungtif inklusif berbentuk modus tolendo ponen [MTP] yaitu suatu penyimpulan dengan cara mengingkari salah satu bagian disjungtif inklusif sebagai premis mayor maka kesimpulannya adalah mengakui bagian yang lain. Misalnya anda mengambil mangga dan atau pisang. Ternyata tidak mengambil mangga, maka pasti mengambil pisang.&lt;br /&gt;·         [pvq] ^-q=]p&lt;br /&gt;·         [pvq]^ p =]-q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Silogisme Hipotesis Disjungtif Eksklusif&lt;br /&gt;Silogismenya menyatakan bahwa hanya satu proposisi yang benar, silogisme disjungtif eksklusif berbentuk modus ponendo tolen [MPT] yaitu penyimpulan dengan cara mengakui salah satu bagian disjungsi eksklusif sebagai premis mayor maka kesimpulannya adalah mengingkari bagian yang lain. Misalnya andi hanya diperbolehkan minum kopi atau sirup saja, ternyata ia memilih sirup. Jadi pasti tidak minum kopi.&lt;br /&gt;·         [pvq]^ p=]-q&lt;br /&gt;·         [pvq]^-q=]-p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Silogisme Hipotesis Konjungtif&lt;br /&gt;Silogisme yang menyatakan kedua proposisinya tidak mungkin benar. Misalnya : tidak mungkin si jodi jujur dan penjahat, ternyata ia jujur, jadi, ia bukan penjahat.&lt;br /&gt;·         -[pvq]^ p=]-q&lt;br /&gt;·         -[pvq]^q =]-p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Silogisme Hipotesis Kondisional&lt;br /&gt;Silogisme yang menyatakan bahwa salah satu proposisinya menjadi syarat [antecedens] bagi proposisi yang lain [consequens] silohisme ini lazim disebut dengan silogisme bersyarat [implikasi].&lt;br /&gt;Silogisme kondisional bisa modus ponendo ponen [MPP] dan modus tolendo tolen [MTT]. MPP adalah suatu penyimpulan dengan cara mengakui salah satu bagian proposisi hipotesis sebagai premis mayor maka kesimpulannya adalah menetapkan bagian yang lain. Adapun MTT adalah suatu penyimpulan dengan cara mengingkari salah satu bagian proposisi hipotesis sebagai premis mayor maka kesimpulannya adalah mengingkari bagian yang lain. Misalnya : jika dia anggota DPR jadi dia pasti MPR. Ternyata dia DPR jadi dia pasti MPR, jika hari hujan maka jalan basah. Ternyata jalan tidak basah. Jadi pasti tidak hujan.&lt;br /&gt;·         [p=]q]^p=]q&lt;br /&gt;·         -[p=]q]^-q=]-p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Silogisme Hipotesis Bikondisional&lt;br /&gt;Silogisme yang menyatakan bahwa masing proposisinya menjadi syarat bagi proposisi yang lain. Silogisme ini lazim disebut dengan silogisme bolak-balik [biimplikasi]. Silogisme hipotesis bikondisional bisa MPP dan MTT. Misalnya : jika dan hanya. Jika lulus ujian dia tamat sekolah, ternyata ia lulus. Jadi, pasti ia tamat sekolah. Jika sudut siku-siku, maka sudutnya 90 derajat. Jadi bukan siku-siku.&lt;br /&gt;[p[=]q]^p=]q&lt;br /&gt;[p[=]q]^q=]p&lt;br /&gt;[p[=]q]^-p=]-q&lt;br /&gt;[p[=]q]^-q=]-p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Jadi, empat bentuk silogisme majemuk yang dapat dirumuskan ke dalam modus ponendo ponen [MPP]. Yang biasa dirumuskan secara MPP kalau premis mayornya proposisi hipotesis ekuivalen dan proposisi hipotesis implikasi dengan mengakui antesenden dan kesimpulannya mendapat konsekuen.&lt;br /&gt;Modus tolendo tolen [MTT], yang bisa dirumuskan secara MTT kalau premis mayornya proposisi hipotesis ekuivalen dan proposisi hipotesis implikasi dengan mengingkari konsekuen dan kesimpulannya mengingkari autesenden. Modus ponendo tolen [MPT], yang bisa dirumuskan secara MPT kalau premis mayornya proposisi disjungsi eksklusif atau disjungsi alternatif modus telendo ponen [MTP], yang bisa dirumuskan secara MTP kalau premis mayornya proposisi disjungsi inklusif atau disjungsi alternative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Sambasi, Syukriadi [1996]. Mantiq Kaedah Berfikir Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya Ofset.&lt;br /&gt;Google search, silogisme hipotesis, [28/7/08/9.55pm].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Sambas, Syukriadi, Mantiq Kaedah Berfikir Islam. [Bandung: Remaja Rosdakarya Oftset, 1996] hal 4.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Ibid hal 5.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Op cit hal 5.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Lop cit hal 5.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; www.net,com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-4208596497104089411?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/4208596497104089411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=4208596497104089411&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4208596497104089411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/4208596497104089411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/silogisme-hipotesis.html' title='silogisme hipotesis'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-5705945977247984924</id><published>2008-12-16T07:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T07:40:40.222-08:00</updated><title type='text'>ekonomi dalam prespektif islam</title><content type='html'>EKONONI DALAM PRESPEKTIF ISLAM&lt;br /&gt;(Awan Panggih Nugroho/Banjarnegara/B1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Ekonomi ialah aturan-aturan untuk menyelengarakan kebutuhan hidup manusia dalam rumah tangga baik dalam rumah rakyat maupun dalam rumah tangga negara.Pada zaman sekarang manusia muslim,individu maupun kelompok dalam lapangan ekonomi atau bisnis,disatu sisi diberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.Namun,disisi lain,ia di beri batasan-batasan.Namun secara fakta banyak dari manusia tidak menghiraukan norma adan etika dan prinsip-prinsip dalam berekonomi menurut islam,makamakalah ini akan memaparkan bagaimana kita berekonomi denganberlandaskan norma dan etika, dan prinsip-prinsip dalam islam.&lt;br /&gt;2.NORMA DAN ETIKA DALAM EKONOMI ISLAM&lt;br /&gt;Dalam berwarga negara kita selaku warga harus menaati peraturan/norma-norma yang berlaku dinegara yang kita tempati, begitu juga dengan islam.Kita sebagai umat muslim harus menaati norma-norma didalamnya, seperti kewajiban solat lima waktu bagi setiap orang islam.Dan jika kita bicara tentang ekonomi dalam islam maka kita akan menemukan 4 sendi utama yaitu; ketuhanan,etika,kemanusiaan,dan sikap pertengahan.Keempat sendi tersebut merupakan cirri khas ekenomi islam,bahkan dalam realita merupakan milik bersama umat islam dan tampak dalam segala hal yang berbentuk islami.&lt;br /&gt;Setiap norma diatas itu mempunyai cabang-cabang,buah dan pengaruh bagi aspek ekonomi dan system keuangan islam baik dalam hal produksi,konsumsi,distribusi,masalah ekspor,maupun impor yang mana semua itu di warnai dengan norma ini.Kalau tidak maka islam hanya sekedar symbol atau slogan dan pengakuan belaka.&lt;br /&gt;Jadi, memang benar islam itu agama rahmatan lil ’alamin terbukti dari sendi-sendi utama ekonomi diatas.Penjelasan sendi-sendi tersebut secara rinci adalah:&lt;br /&gt;A.KETUHANAN&lt;br /&gt;Kita selaku manusia yang butuh sandang pangan tidak seharusnya diam menunggu belas kasih orang tapi harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan itu dengan bekerja,misal seorang muslim bekerja dalam bidang produksi dan secara tidak langsung dia sudah memenuhi perintah alloh seperti dalam firmanNya dalam surat AL-MULK ayat 15 yang artinya:&lt;br /&gt;“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi,maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizqi-Nya dan hanya kepadaNyalah kamu{kembali setelah}dibangkitkan.&lt;br /&gt;Dan dari ayat diatas jelas sudah bahwa kita diharuskan untuk mencari rezeki karma alloh telah menciptakan bumi untuk seluruh umat manusia.Dan jelas suadh norma ini bertitik tolak dari allo,bertujuan ahir kepada alloh.Dan menggunakan sarana yang tidak lepas dari syariat alloh.&lt;br /&gt;B.ETIKA&lt;br /&gt;Yang membedakan islam dengan materialisme ialah oslam tidak pernah memisahkan ekonomi dengan etika,sebagaimana tidak pernah memisahkan ilmu dengan akhlak,politik dengan etika dan kerabat sedarah sedaging dengan kehidupan islam,islam ialah risalah yang diturunkan alloh melalui rosul untuk membenahi ahlak manusia.Nabi Muhammad SAW bersabda,”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”&lt;br /&gt;Islam jugatidak memisahkan agama dengan negara dan materi dengan spiritual sebagaimana yamg dilakukan dengan konsep sekulerismenya.Islam juga berbeda dengan konsep kapitalisme yang memisahkan akhlak dengan ekonomi.Manusia muslim,individu maupun kelompok dalam lapangan ekonomi atau bisnis disatu sisi diberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.Namun disisi lain, ia terikat dengan iman dan etika sehingga ia tidak bebas mutlak dalam menginvestikan modalnya atau membelanjakan hartanya.&lt;br /&gt;Masyarakat muslim bebas dalam berproduksi segala sumber daya alam,mendistribusikannya,atau menkonsumsikannya tapi ia terikat denga buhul akidah dan etika mulia,disamping itu juga dengan hukum-hukum islam.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah contoh-contoh aturan islam:&lt;br /&gt;1.      Sebagian masyarakat jahiliah mewajibkan budak wanita yang melakukan praktek prostitusi untuk membayar pajak.Ketika islam datang,para budak wanita ini tidak lagi melakukan perbuatan kotor itu untuk mencari nafkah karena mereka telah beriman.Namun para majikan mereka terus memaksa agar mereka tetap melakukannya.Maka turunlah ayat AL-QUR’AN yang melarang hal itu.”Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran,sedangkan mereka sendiri menginginkan kesucian,karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi.”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.      Diperbolehkannya khamar/minuman keras tentu mendatangkan keuntungan materi bagi sebagian orang.Penanaman dan permintan akan anggur akan meningakat.Ahirnya,begitu pula pendirian pabrik minuman keras,dan perluasan hubungan dagang,baik perdagangan dalam maupun luar negri.Namun AL-QUR’AN memperingatkan adanya kerugian dalam diri peminum,keluarga,dan masyarakat.Ia juga meningkatkan adanya  bahaya Dalam segi agama,otak,moral,kesehtan,dan produktifitas.oleh karena itu,islam tidak memeperhitungkan keuntungan yang segera jika ia mendatangkan bahaya besar.&lt;br /&gt;C.KEMANUSIAAN&lt;br /&gt;Selain bercirikan ketuhanan dan moral ,system ekonomi, islam juga berkarakter kemanusiaan . Mungkin anggapan sebagian orang keduanya tidak bisa di gabungkan ,bagaikan putih dan hitam ,siang dan malam&lt;br /&gt;            Dugaan tersebut tidak benar ,karena ide kemanusiaan berasal dari ketuhanan .Allahlah tang memuliakan manusia dan menjadikannyakhalifah di bumi.tujuan ketuhanan merupakan bagian yang tidak terpisah dari fitrah manusia.sebab,setiap manusia dilahirkan dengan fitrah ketuhanan&lt;br /&gt; Tujuan ekonomi islam adalah menciptakan manusia yang man dan sejahtera.Yang dimaksud manusia disini ialah semua golongan manusia,baik manusia yang sehat atau sakit ,kuat atau lemah,susah atau senang,serta manusia sebagai individu atau sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;             Jika system ekonomi islam bersandarkan atas nash Al-Quran dan as-sunnah yang berarti nash ketuhanan maka manusialah yang memahami nash, menafsirkan, menyimpulkan dan memindahkanya dari teori untuk diapliokasikanya dalam praktik .Dalam ekonomi manusial adalah tujuan dan sarana. Manusia diwajibkan melaksanakan tugasnya kepada tuhannya,dirinya,keluarganya,uamtnya dan seluruh manusia.&lt;br /&gt;               Berkat izin Allah manusia bisa bekerja,jadi manusialah yang menjadi wakil Allah dibumi ini,”Sesungguhnya aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi,”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Dan juga sebagai pemakmur bumi.”Dia telah menciptakan kamu dari bumi{tanah}dan menjadikan kamu pemakmurnya.”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;               Dengan demikian, manusia dan factor kemanusiaan merupakan unsur utama dalam ekonomi islam dalam kumpulan etika yang terdapat di dalam AL-Qur’an dan hadits.Serta tertulis didalam buku-buku klasik {turats} yang mencakup etika,kebebasan,kemuliaann,keadilan,sikap moderat,dan persaudaraan sesama manusia.&lt;br /&gt;D.SIKAP PERTENGAHAN&lt;br /&gt;               Kalau kita perhatikan paham kapitalis mereka lebih mementingkan uang, slogan mereka adalah”bersaing dengan lawan”,dan bertekad mengalahkannya.Lain dengan paham sosialisme mereka merampas segala hak pribadi demi mencapai kemaslahatan bersama, dalam hal ini negara, visi mereka adalah ‘ Kemaslahatan bersama diatas kemaslahatan individu.&lt;br /&gt;               Ekonomi yang moderat tidak menzalimi masyarakat khususnya mereka kaum lemah sebagaimana yang terjadi pada masyarakat kapitalis. Islam juga tidak menzalimi hak individu sebagaimana yang dilakukan oleh kaum sosialis,terutama komunis , tetapi ditengah-tengah antara keduanya.&lt;br /&gt;               Hal ini terlihat jelas pada sikap islam terhadap hak individu dan masyarakat,kedua hak itu diletakkan dalam neraca keseimbangan yang adil {pertengahan} tentang dunia dan akhirat, jiwa dan raga, akal dan hati, perumpamaan dan kenyataan dan juga antara iman dan kekuasaan , karena jiwa tatanan dalam islam adalah keseimbangan yang adil.&lt;br /&gt;3.PRINSIP-PRINSIP EKONOMI MENURUT ISLAM&lt;br /&gt;               Berdasarkan pandangan,falsafah hidup, dan dasar hidup dapat kita ambil kesimpulan , walau bagaimanapun bentuk dan cara ekonomi yang dijalankan berpusat pada hal:&lt;br /&gt;               a.Kasab, yaitu: mengusahakan,menghasilkan,dan memperoleh barang-barang {objektif}, dan&lt;br /&gt;               b.Infaq, yaitu: mempergunakan, memakai dan menghabiskan barang-barang itu untuk keperluan {subjektif} baik untuk pribadi, masyarakat atau negara.&lt;br /&gt;               Dalam sebuah hadits Nabi di ceritakan bahwa dihadapan mahkamah tuhan pada hari kiamat, tiap-tiap manusia menjadi pesakitan. Mereka tidak boleh meninggalkan tempat pemeriksaan yang terbuka dan terletak dibawah panasnya sinar matahari yang membakar, sebelum mereka dapat menjawab pertanyaan mengenai harta benda, yang diperiksa seksama dalam dua masalah:&lt;br /&gt;                a. dari mana diperolehnya&lt;br /&gt;                b. kemana dipergunakannya&lt;br /&gt;                Oleh sebab itu, untuk menjadi seorang muslim yang saleh, tidak cukup dengan mengusahakan harta { kasab} dari jalan yang halal, tetapi memenuhi syarat mutlak mempergunakan harta itu {infaq} pada jalan yang diridai alloh SWT. Itulah sebab dalam islam, disamping ajaran iman, dan islam adalagi yang ketiga, yaitu ihsan.&lt;br /&gt;                Dengan demikian , disimpulkan bahwa pokok-pokok ekonomi menurut islam terdiri atas 5 macam :&lt;br /&gt;                 1. kewajiban berusaha&lt;br /&gt;                 2. membasmi penganguran&lt;br /&gt;                 3. mengakui hak milik&lt;br /&gt;                 4. kesejahteraan agama dan social&lt;br /&gt;                 5.iman kepada Allah swt.&lt;br /&gt;                Kelima poin diatas menunjukkan bahwa ekonomi dalam prespektif islam itu memperhatijkan segala aspek kehidupan manusia baik individu maupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.KESIMPULAN&lt;br /&gt;                Itulah sebagai pelajaran yang dapat kita petik dari ilmu-ilmu alloh khususnya norma dan etika, dan prinsip-prinsip ekonomi dan islam. Jika kaum kapitalisme lebih mementingakan uang ,sedangkan kaum sosialisme yang nerampas hak individu demi kemaslahatan masyaratkat, terutama kaum komunis dan islam itu sebagai penengah diantara itu  karma banyak permasalahan ekonomi yang bisa terpecahkan maka kita kembalikan kepada islam {AL-QUR’AN dan HADITS} karena sebaik-baiknya agama ialah agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Qs an-nur 33&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Qs al-baqoroh 30&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Qs Huud 61&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-5705945977247984924?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/5705945977247984924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=5705945977247984924&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/5705945977247984924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/5705945977247984924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/ekonomi-dalam-prespektif-islam.html' title='ekonomi dalam prespektif islam'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1553736825979994692.post-3777540509978429055</id><published>2008-12-16T07:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T07:36:32.768-08:00</updated><title type='text'>konstitusi di indonesia</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup disuatu komunitas yang mana komunitas itu berdomisili disuatu tempat yang disebut dengan negara.Yang mana didalam suatu negara secara tidak langsung mempunyai suatu peraturan dan peraturan ditiap-tiap negara itu berbeda antara satu negara dengan  negara yang lainnya,yang mana peraturan itu berfungsi sebagai petugas yang mengatur seisi negara entah itu rakyat maupun pemerintah karna peraturan sebagai aturan atau qaedah yang mana mempunyai isi bersifat umum dan normatif,umum karena berlaku bagi setiap orang dan normative karena menentukan apa yang seyogyanya dilakukan,apa yang tidak boleh dilakukan atau harus dilakukan serta menentukan bagaimana caranya melaksanakan kepatuhan kepada kaedah-kaedah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung dinegara harus ada peraturan [hukum] sebagai dasar berjalannya suatu kekuasaan dan yang mengurusi lembaga itu harus adil dan bijaksana.Maka makalah ini akan mencoba memaparkan tentang definisi-definisi konstitusi dan bagaimanakah konstitusi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI-DEFINISI KONSTITUSI&lt;br /&gt;Kalau kita lihat dan perhatikan secara seksama makna antara konstitusi dan UUD 45  itu memiliki kesamaan karna UUD 45 ialah salah satu dari bagian konstitusi yaitu yang disebut dengan konstitusi tertulis.Dan juga terdapat dalam kamus hukum yang dikarang oleh Dr Andi Hamzah S.H yaitu makna konstitusi secara latin ialah aslinya constitutio yang berarti undang-undang dasar,aturan dasar,susunan negara,pengaturan negara termasuk hukum kebiasaan yang tidak tertulis.Dan undang-undang dasar itu berasal dari kata "grondwet" yaitu bahasa belanda, "wet" diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia ialah undang-undang dan grond berarti tanah/dasar,jadi grondwet ialah undang-undang dasar.&lt;br /&gt;Dan arti kata undang-undang dasar dalam kamus hukum itu terbagi kedalam dua arti yaitu : pertama dalam arti material ialah semua peraturan yang bersifat undang-undang yang dibuat oleh pemerintah dan atau DPR,seperti peraturan pemerintah,keputusan presiden [kepres],peraturan menteri dan lain-lain dan yang kedua yaitu dalam arti formal ialah peraturan yang dibuat oleh DPR bersama dengan pemerintah berdasarkan pasal 5 ayat [1] dan pasal 20 ayat[1] UUD 45.contohnya undang-undang bea materai,undang-undang pajak bumi dan bangunan,kitab undang-undang hukum acara pidana dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dan dalam definisi lain konstitusi juga disebut hukum dasar atau jelasnya ialah kumpulan kaedah yang berisi tentang bentuk negara,system pemerintahan,lembaga negara dan hubungan antara rakyat dan negara sekaligus hak asasi manusia.&lt;br /&gt;Jika kita lihat  bahwa seolah-olah konstitusi [hukum] itu mempengaruhi segala kehidupan manusia dan bersifat universal dan juga hukum itu dilukiskan sebagai system pengertian-pengertian yang murni,bertindak seakan-akan hendak menguasai hidup.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat sejarahnya/asal muasalnya konstitusi tidak lain berasal dari hukum belanda dan romawi yang tertinggal dan berasar pada kita yang dahulu dijajah oleh salah satu diantara mereka dan pada masa dulu sampai saat ini kita dihadapkan oleh berbagai definisi-definisi/teori-teori tentang konstitusi [hukum] yang mana berubah dari waktu kewaktu sesuai dengan konsep hukum "rule of law" ditulis oleh Prof. Dr Satjipto Raharjo S H  dalam bukunya "ilmu hukum" yang diterbitkan oleh PT Citra Adita Bakti.Dan tanpa kita sadari bahwasanya telah diterangkan diatas hukum itu seakan-akan menguasai hidup dan artinya ia mengikuti waktu oleh karena itu secara tiadak langsung suatu teori tentang hukum [konstitusi] tidak dapat dilepaskan dari lingkungan zamannya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maqsudnya jika kita atau suatu lembaga negara membuat peraturan atau merubahnya  sekarang belum tentu sepuluh tahun/lima puluh tahun kedepan bisa digunakan kembali karena semakin berganti tahun berganti pula peraturan-peraturannya dan mungkin juga mengalami perbaikkan.&lt;br /&gt;Dan dalam  bahasa latin konstitusi merupakan gabungan dari dua kata yaitu cume dan statuere.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;Cume adalah sebuah preposisi yang berarti "bersama dengan…..",sedangkan statuere berasal dari kata sta yang membuentuk kata kerja pokok  stare yang berarti berdiri atas dasar itu,kata statuere mempunyai arti "membuat sesuatu agar berdiri atau mendirikan/menetapkan".Dengan demikian bentuk tunggal [constitution] berate menetapkan sesuatu secara bersama-sama dan bentuk jamak [constitusiones] berarti segala sesuatu yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;Dan dibawah ini penulis akan menyebutkan beberapa pendapat-pendapat tentang definisi konstitusi [hukum] dari ahli-ahli hukum yaitu :&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.menurut Van Apeldoorn tidak mungkin memberi suatu pengertian [definisi] untuk hukum.&lt;br /&gt;2.Lemare dalam bukunya di Indonesia [het recht in Indonesia] mengatakan : "hukum yang banyak seginya serta yang meliputi segalalapangan itu menyebutkan orang tiada mungkin membuat suatu definisi apa hukum itu sebenarnya".&lt;br /&gt;3.Mr Dr Kisch dalam karangannya "rechts wetenschap" mengatakan bahwa oleh karena hukum tidak dapat dilihat/ditangkap oleh panca indra ,maka sukarlah untuk membuat suatu definisi tenyang "hukum" yang memuaskan umum.&lt;br /&gt;4.Prof Sudiman dalam "pengantar tata hukum di Indonesia" mengatakan "hukum adalah pikiran/anggapan orang tentang adil dan tidak adilnya mengenai hubungan antar manusia.&lt;br /&gt;5.Grotius dalam "dejure belliac facis tahun 1625 mengatakan : " hukum adalah peraturan tentang perbuatan moral yang menjamin keadilan".&lt;br /&gt;6.Van Volen Hoven dalam "het adatrecht van Nederland indie" mengatakan"hukum adalah suatu gejala dalam pergaulan hidup yang bergolak terus-menerus dalam kaedaan bentur dan membentur tanpa henti-hentinya dengan gejala-gejala lainnya.&lt;br /&gt;Dan juga masih banyak pendapat-pendapat lain yang lebih bagus dari pada ini karena telah mengalami perubahan atau perbaikan, kemudian ada beberapa ahli hukum yang membedakan makna konstitusi dan UUD 45 dan mendukungnya,contoh penganut yang membedakan pengertian konstitusi dengan UUD 45 antara lain ialah Herman Heller dan F. Lassalle.Herman membagi pengertian konstitusi menjadi tiga yaitu: &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.Die politische verfassung als gesellschaflich wirklichkeit.Konstitusi adalah mencerminkan kehidupan politik didalam masyarakat sebagai suatu kenyataan.Jadi mengandung pengertian politis dan sosiologis.&lt;br /&gt;2.Die verselbstandigte rechtsver fassung.Konstitusi merupakan suatu kesatuan kaidah yang hidup didalamnya masyarakat.Jadi mengandung pengertian yuridis.&lt;br /&gt;3.Die geshereiben verfassung.Konstitusi yang ditulis dalam suatu naskah sebagai undang-undang tertinggi yang berlaku dalam suatu negara.&lt;br /&gt;Dari pendapat diatas dapat disimpulkan jika pengertian undang-undang itu merupakan pengertian konstitusi,seperti yang telah dijelaskan diatas maka UUD 45 itu merupakan bagian dari pengertian konstitusi yang tertulis saja.Disamping itu konstitusi itu tidak hanya bersifat yuridis semata-mata,tetapi mengandung pengertian logis dan politis.&lt;br /&gt;F.Lassalle dalam bukunya Uber verfassungswesen,menbagi konstitusi dalam dua pengertian yaitu :&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.Pengertian sosiologis atau politis [sosiologische/politische begrip].Konstitusi adalah sintesis faktor-faktor kekuatan yang nyata [dereele machtsfactoren] dalam masyarakat.Jadi konstitusi mengambarkan hubungan antara kekuasaan-kekuasaan yang terdapat dengan nyata dalam suatu negara.Kekuasaan tersebut diantaranya : raja,parlemen,cabinet,pressure groups,partai politik dan lain-lain ,itulah sesungguhnya konstitusi.&lt;br /&gt;2.Pengertian yuridis [yuridische begrip].Konstitusi adalah suatu naskah yang memuat semua bangunan negara dan sendi-sendi pemernitahan.&lt;br /&gt;Dari pengertian Lassalle ternyata di berpendapat bahwa konstitusi itu lebis luas dari pada UUD45.Namun dalam pengertian yuridis,Lassalle juga terpengaruh pula oleh paham kodifikasi yang menyamakan konstitusi dengan UUD 45.&lt;br /&gt;Jadi setelah kita membaca sedikit tentang definisi-definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa dibuatnya UUD atau konstitusi itu tidak lain hanya untuk menimbulkan kedamaian ,ketrentaman dan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari seperti pendapat Jeremy Bentham [1746-1832] dan John Struart Mill [1806-1873] keduanya ialah tokoh aliran utilitarianisme ,yaitu tujuan undang-undang itu agar dapat mencerminkan keadilan bagi semua individu dengan berpegang pada prinsip tersebut diatas,perundangan itu hendaknya dapat memberikan kebahagiaan terbesar bagi sebagian besar masyarakat [the greats happiness for the greats number]&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KONSTITUSI INDONESIA&lt;br /&gt;Menurut pembagiannya konstitusi terbagi menjadi dua yaitu : hukum tertulis contohnya UUD 45 dan hukum tidak tertulis contohnya konfensi kebiasaan tata negara yang dipelihara.Pada masa dulu waktu kita terjajah oleh belanda dan sekutu-sekutunya kita belum memiliki konstitusi [UUD].setelah kita mengalami perang sengit waktu dulu  dengan belanda dan sekutu-sekutunya untuk memprokamasikan kemerdekaan ahirnya kita menang dan dapat mengusir para penjajah dari bumi pertiwi [Indonesia] dan Indonesia dinyatakan merdeka pada tanggal 17 agustus 1945 dari penjajahan belanda dan sekutu-sekutunya,kemudian sehari setelah itu yaitu pada hari sabtu 18 agutus 1945 atau sehari setelah proklamasi kemerdekaan ditetapkanlah UUD/konstitusi oleh panitia persiapan kemerdekaan Indonesia [PPKI].&lt;br /&gt;Setelah prokamsi UUD 45 itu masih bernama oendang-oendang dasar saja dan belum terdapat angka "1945" dan timbulnya angka "1945" dibelakang UUD itu pada awal tahun 1959,ketika tanggal 19 februari 1959 kabinet karya mengambil kesimpulan dengan suara bulat mengenai " pelaksanaan demokrasi terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 45 ".Kemudian keputusan pemerintah itu disampaikan kepihak konstituante pada tanggal 22 april 1959.Peristiwa ini dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia dikenal dengan nama " ajakan pemerintah yang berbunyi secara cekak aos untuk kembali ke UUD 45 "&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Jadi kita harus bersyukur karena kita sekarang tinggal memetik buahnya tanpa harus bekerja keras seperti orang-orang sebelum kita dan kewajiban kita hanya tinggal meneruskan dan memperbaharui konstitusi/UUD45 agar menjadi lebih baik dan sempurna.&lt;br /&gt;Dan jika kita bicara mengenai konstitusi dan perkembangannya dalam negara kita,maka kita telah mengetahui bahwa sejak proklamasi kemerdekaan negara kita telah/masih memiliki tiga [3] macam konstitusi, yakni berturut-turut :&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.UUD 45&lt;br /&gt;2.Konstitusi RIS 1947&lt;br /&gt;3.UUD S 1950 dan dengan ketiga dokumen konstitusi itu, bangsa negara kita telah mengalami lima [5] masa per-konstitusi-an ,yaitu :&lt;br /&gt;a.Tahun 19451949 masa pertama UUD 45&lt;br /&gt;b.Tahun 1949 [des] -1950 [agustus] masa konstitusi RIS ,dengan UUD 45 tetap bagi RI.&lt;br /&gt;c.Tahun 1950-1959 masa UUD S 1950.&lt;br /&gt;d.Tahun 1959-1956 masa UUD 45 orde lama [sampai G.30.S]&lt;br /&gt;e.Tahun 1965-sekarang masa UUD 45 orde baru.&lt;br /&gt;Jadi terpampang jelas bahwa suatu hukum/peraturan itu mengikuti sejarah atau berubah seperti berubahnya waktu dan hari.&lt;br /&gt;Secara garis besar bahwa Konstitusi/UUD nasional Indonesia itu cenderung kepada pancasila yang menghendaki berkembangnya kehidupan beragama dan hukum agama dalam kehidupan nasional, diperjelas lagi dengan sila pertama pancasila, sebagaimana tercantum dalam alinea keempat pembukaan UUD 45 dan pasal 9 ayat [1] , menunjukkan bahwa UUD Negara Replubik Indonesia meletakkan " Ketuhana Yang Maha Esa " sebagai hukum dasar yang dijunjung tinggi dan dijadikan pedoman dalam bernegara dengan berpangkal pada teori Freerich Julius Stahl dan Hazairin, Tahir Azhary mengemukakan teori " lingkaran konsentris" yang menunjukkan betapa eratnya hubungan antara agama,hukum dan negara.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Karena pancasila ialah cerminan orang Indonesia sekaligus sumber hukum dari hukum nasional Indonesia, maka secara tidak langsung kita harus memasukkan ajaran dan dan hukum agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan meninggalkan konstitusi peninggalan belanda yang tidak sesuai dan memperbaharuinya.Moh. Hatta salah satu seorang the founding fathers RI ,menyatakan bahwa pengaturan negara hukum RI ,syariat islam berdasarkan AL QUR'AN dan HADITS dapat dijadikan peraturan perundang-undangan Indonesia sehingga orang islam mempunyai system&lt;br /&gt;syariat yang sesuai dengan kondisi Indonesia.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt;s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;Mertokusumo S.H ,Prof Dr Sudikno,[1999].Mengenal Hukum suatu pengantar,Jogja : liberty cet II.&lt;br /&gt;Wignodipoero .S.H ,Soerojo ,[1988].Pengantar Ilmu Hukum,Jakarta : CV Haji Mas Agung cet VII.&lt;br /&gt;Apeldoorn ,Prof Mr Dr L.J.Van , [1996].Pengantar Ilmu Hukum,Jakarta : PT Pradnya Para Mita cet XXVII.&lt;br /&gt;Raharjo S.H , Prof Dr Satjipto, [1996]. Ilmu Hukum, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, Cet. IV&lt;br /&gt;J.C.T  Situmurangkir,SH, [1987]. Hukum Dan Konstitusi Indonesia, Jakarta: Gunung Agung, Cet.II&lt;br /&gt;Thaib,SH,M,Si, Dr.H.Dahlan,dkk,[2004]. Teori dan Hukum Konstitusi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,Cet.IV&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Sudikno mertokusumo[guru besar fakultas hukum UGM],mengenal hukum suatu pengantar [jogja:penerbit liberty,1999].hlm 41.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; L.J.Van Apeldoorn,pengantar ilmu hukum [Jakarta : PT Pradnya Paramita,1996].hlm 402.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;Lili Rasjidi dan Ira Thania Rasjidi,pengantar filsafat hukum [bandung : penerbit mandar maju,2002]hlm.50&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Koerniatmanto Soetoprawiro.op.cit hlm 28-29.lihat ke Dahlan Thaib dan Jazim Hamidi dan Ni'matul Huda, teori dan hukum konstitusi [Jakarta: PT Raja Grafindo Presada, 2004].hlm7-8&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Soerojo Wignjodipoerno,pengantar ilmu hukum [Jakarta : CV Haji Mas Agung,1988] hlm.25&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt; Moh Kusnardi dan Harmaily Ibrahim,pengantar hukum tata nagara Indonesia,pusat studi HTN fakultas hukum UI Jakarta.hlm65.lihat Dahlan Thaib dkk.op.cit.hlm 9-10&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Abu daud Busroh dan Abu Bakar Busroh,azas-azas hukum tata negara,ghalia Indonesia,Jakarta,1991.hlm 73. lihat ibid hlm 10&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Lili Rasjidi dan Ira Thania. Op.cit.hlm 61&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; J.C.T.Simorangkir,UUD 1945 sesudah 42 tahun,suara pembaharuan,2 mei 1987.dan dilihat dalam disertasinya,penetapan UUD dilihat dari segi ilmu hukum tata negara Indonesia, Gunung Agung,Jakarta ,1984 hlm 114-115 ,lihat ibid Dahlan Thaib dan Jazim Hamidi dan Ni'matul Huda. Hlm 83&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt; J.C.T Simorangkir ,hukum dan konstitusi Indonesia {Jakarta,Gunung Agung ,1987] hlm.1&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt; M.Thahir Azhary ,negara hukum ,suatu studi tentang prinsip-prinsipnya. Dilihat dari segi hukum islam ,implementasinya pada periode negara Madinah dan masa kini ,[Jakarta,bulan bintang,1992]. Hlm 39-44.Lihat Amrullah ahmad ,dimensi hukum islam dalam system hukum nasional [Jakarta : gema insani press ,1996]. Hlm 178&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1553736825979994692#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Moh. Hatta ,memoir ,[Jakarta ,tinta mas ,1982]. Hlm 460.Lihat ibid Amrullah Ahmad.hlm.178&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1553736825979994692-3777540509978429055?l=awanpanggih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://awanpanggih.blogspot.com/feeds/3777540509978429055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1553736825979994692&amp;postID=3777540509978429055&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/3777540509978429055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1553736825979994692/posts/default/3777540509978429055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://awanpanggih.blogspot.com/2008/12/konstitusi-di-indonesia.html' title='konstitusi di indonesia'/><author><name>awanpanggih.blogspot.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14701754521738051965</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_p71nBxI8rv4/ShpN-UIfYEI/AAAAAAAAACQ/dCN9XxYCfHY/S220/DSC01727.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
